-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kebijakan Pendidikan Yang Bermutu

Sabtu, 14 Maret 2020 | 06:56 WIB Last Updated 2020-03-13T23:56:42Z
Kebijakan Pendidikan Yang Bermutu
Rm Edi Menori

Pembangunan fisik merupakan salah satu aspek dari pembangunan manusia yang utuh dan menyeluruh. Tentu tidak kalah penting dari pembangunan ekonomi, sosial, politik dan budaya. Perhatian yang serius terhadap pembangunan fisik menjadi salah satu indikator kesuksesan dan kemajuan pembangunan. 

Hasil pembangunan fisik ini umumnya dapat dengan mudah dilihat dan dinilai. Itulah sebabnya masyarakat umumnya menggunakan ukuran yang paling gampang yakni pencapaian yang kelihatan dari karya pembangunan untuk menilai kesuksesan pembangunan. Sebab indikatornya jelas dan sederhana yakni perubahan yang dapat diindrai. Meskipun demikian, harus diakui bahwa pembangunan fisik ini penting dan dibutuhkan masyarakat.

Penting di sini bukanlah berarti segala-galanya. Pembangunan fisik memang penting tetapi hal tersebut bukan essensi dari tujuan pembangunan.

Dalam konteks regulasi pendidikan apa yang kita sebut pembangunan fisik masuk dalam kategori sarana pendukung mutu. Sedangkan inti dari aktivitas pembangunan di bidang pendidikan berkaitan dengan pembangunan manusia. Manusia yang mau dibentuk tidak lain manusia yang berkualitas dan bertanggungjawab. 

Berkaitan dengan tujuan pendidikan ini maka pembangunan manusia harus mendapat prioritas. Semua aspek harus mendapat perhatian namun program prioritas berfokus dan menyentuh substansi yang menjadi tujuan pembangunan yakni membentuk manusia utuh.

Sederhannya dalam konteks pembangunan manusia, peningkatan SDM terutama pengembangan karakter/kepribadian anak harus masuk dalam program prioritas. 

NTT misalnya, dikategorikan sebagai propinsi yang mutu pendidikannya rendah dan tergolong miskin. Meskipun diakui dunia, kekayaan dan keindahan alamnya luar biasa, namun hal ini belum banyak memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan hidup warganya. 

Data tentang keterpurukan kualitas pendidikan NTT langsung menyentuh masalah substansial pembangunan manusia. Fakta ini merupakan tolok ukur untuk menilai kesuksesan geliat pembangunan manusia di suatu wilayah. Bila mutu pendidikannya rendah maka pembangunan manusianya belum sukses. 

Sudah seharusnya fakta keterpurukan pembangunan manusia, dilihat sebagai undangan untuk memberikan perhatian serius pada pembangunan pendidikan. Hal ini harus nyata dalam kebijakan anggaran untuk pendidikan dan dukungan regulasi antara lain, perda pendidikan. 

Kebijakan anggaran internal sektor pendidikan harus memprioritaskan hal substansial yakni peningkatan mutu. Jangan sampai pemerintah terjebak dalam kepentingan sempit dan periferi yang tidak menyentuh substansi peningkatan mutu. Jatah 20% dari APBD yang diamanatkan undang-undang untuk kepentingan pendidikan disunat untuk kepentingan lain. Kesalahan dalam menentukan prioritas peningkatan mutu pendidikan berdampak pada litani rintihan keluhan yang berkepanjangan dari periode ke periode bahkan dari tahun ke tahun tentang rendahnya kualitas pendidikan. 

Kalau setiap periode dan setiap tahun kita berjanji untuk meningkatkan mutu pendidikan dan setiap akhir periode atau tahun kita mengeluh tentang mutu pendidikan yang rendah, ini menandakan apa?

Pertama, hal ini bisa menggambarkan ketidakseriusan kita berpikir tentang peningkatan mutu pendidikan. Kedua, kurangnya komitmen untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Ketiga, kegagalan dan ketidakmampuan menerjemahkan konsep peningkatan mutu pada level praksis. Keempat, kesalahan dalam menentukan prioritas pembangunan manusia. 
Lebih fokus pada pembangunan fisik atau infrastruktur gedung sekolah, mendirikan sekolah baru(aksesibilitas). Sibuk menyiapkan sarana pendukung mutu, lalu mengabaikan program yang langsung berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan.

Kebijakan yang memberikan perhatian khusus pada pengembangan akses pendidikan di tengah keterpurukan mutu pendidikan tergolong kebijakan yang memuat kepentingan politik instan. Tidak ada kemauan untuk mengakhiri litani panjang tentang mutu pendidikan yang rendah. Pada akhirnya rakyat akan menilai bahwa pemerintah tidak serius mengurus pendidikan di wilayahnya. Pendidikan masih sebatas 'proyek' fisik untuk memperoleh keuntungan finansial.

Mari kita memulai menata pendidikan yang didukung kebijakan dan program yang menyentuh pada substansi peningkatan mutu pendidikan. Jangan sampai kita repot urus kostum, sampai mewajibkan hal yang aksidental dan menomorduakan yang essensial. 

Mari kita lebih serius berpikir tentang mutu dari pada tenggelam dalam kesibukan yang tidak berdampak pada peningkatan kualitas anak-anak NTT. Pembangunan di bidang pendidikan bersentuhan dengan pembentukan manusia, hal ini jauh lebih kompleks dari pada pembangunan fisik dan jauh lebih penting dari pada urusan administrasi.

Oleh: Rm Edi Menori
Ketua Yayasan SUKMA Keuskupan Ruteng, Manggarai, NTT

Kontak: redaksisocietasnews@gmail.com

×
Berita Terbaru Update