-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kepala Desa Siru, Sumardi: Program KUR BNI Membantu Petani

Rabu, 04 Maret 2020 | 22:38 WIB Last Updated 2020-03-04T15:38:19Z
Kepala Desa Siru, Sumardi: Program KUR BNI Membantu Petani
Kepala Desa Siru, Sumardi: Program KUR BNI Membantu Petani

LEMBOR-Kepala Desa Siru, Sumardi menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dicanangkan BNI memberi solusi terkait beragam persoalan yang membelenggu petani di desa Siru, kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sumardi menyebut, kelangkaan pupuk bersubsidi, tidak serempaknya musim tanam, soal akses permodalan usaha pertanian bagi petani merupakan beberapa persoalan di antara beragam persoalan lain yang kerap menyulitkan petani di desanya.

"Program KUR memberikan jalan keluar  atas persoalan permodalan bagi petani di desa kami. Selama ini petani kesulitan untuk mendapatkan modal, sehingga terpaksa pinjam di rentenir dengan bunga yang sangat tinggi", ujar Sumardi kepada usai mengikuti diskusi dengan pihak BNI dan pihak terkait di Kantor Desa Siru, kecamatan  Lembor, Kab. Manggarai Barat, Selasa (3/3).

Hadir dalam diskusi yang digelar pemerintah desa Siru, Bank BNI Cabang Labuan Bajo, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Manggarai Barat,  PT. Petrosida, dan UD. Mulia Tani dan pemerintah kecamatan Lembor.

Diskusi itu digelar dalam rangka mencari titik temu, dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani di Desa Siru.

Christa Primaresta, Kepala Cabang BNI Labuan Bajo, dalam diskusi tersebut menjelaskan, melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) para petani dapat meminjam di Bank dengan bunga 0,5 % per bulan, atau setara dengan 6 % pertahun.

Batas maksimal pinjaman untuk lahan 1 hektar Rp 10-11 juta, tanpa jaminan. Hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) petani dapat memperoleh modal untuk biaya produksi pertanian, seperti biaya pengolahan lahan, pembelian pupuk dan obat-obatan. 

"Dan yang lebih menggembirakan petani adalah, petani dapat membayar pinjaman di Bank, setelah panen ". Ujar Chirsta.

Ketua Kadin Manggarai Barat, Ignasius Charles Angliwarman, justru menyoroti soal banyaknya beras yang masuk dari luar daerah ke Manggarai Barat. Padahal Lembor, khsususnya desa Siru adalah lumbung beras Manggarai Barat, bahkan Nusa Tenggara Timur. 

Charles pun menantang para petani dan Kadea Siru untuk membuat beras kemasan super premium.  

"Kita akan buat sebaik mungkin, mulai dari memilih varietas beras yang dibutuhkan pasar, sampai kepada kemasan yang menarik. Untuk marketing beras kemasan ini nantinya, adalah tugas Kadin", jelas Charles.

Dalam diskusi itu, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan kabuoaten Manggarai Barat, Anggalius Gapul mendorong para petani untuk terus meningkatkan produksi pertanian, dengan menjemput peluang KUR di Bank BNI. 

"Lembor sebagai lumbung beras harus memiliki brand sebagai ikon yang kita banggakan bersama. Misalnya  membuat beras kemasan suoer premium", kata Anggalinus  mengapresiasi ide dari Kadin Manggarai Barat.

Camat Lembor, Pius Baut juga  menyampaikan  hal senada kepada Kadin Manggarai Barat, yang memiliki ide untuk membuat beras kemasan. 

"Ini ide menarik dan juga menantang yang perlu kita jemput", tutur Camat Pius Baut di hadapan peserta diskusi. *(Robert Perkasa)
×
Berita Terbaru Update