-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kumpulan Puisi Fajriudin

Selasa, 31 Maret 2020 | 15:31 WIB Last Updated 2020-04-01T06:53:40Z
Kumpulan Puisi Fajriudin
Kumpulan Puisi Fajriudin

BUMI TERSENGAL 

Sebab corona
"codot rekso jejak nyawa dan jiwa 
penghuni bumi"..

Bumi tersengal sengak
Nyawa meradang
Nyawa terusik duri
Semua nalar negara terpenggal meratapi..

Jejak kaki berantakan 
hingga entah kapan..!

OMBAK REMBULAN DI ATAS BANTAL

Berpulang penuhi janji sehati
Ombak waktu mendetik sunyi
Gelombang selat sunda berjejak lirih
Laju roda menyayat malam senja sepi 
Berdesir angin dingin 
Mata tersayu sunyi 
Suara rindu berderu kabut pelangi

Gerak hati
Gerak nurani
Berbekal jiwa
Bertaruh raga
Demi jalani hidup berdua

Bila malam telah sunyi
Suara suara pun pergi
Semua terdiam melihat ombak menggulung di atas bantal
Semua akan telah terjadi dan tidak ada penggoresan hati

Jejak kata akan selalu kembali
diingat dan tidak terlupa

Tarian rembulan 
menggelora
Hati nurani merayap syahdu
berjemari satu
Bergelantung pasa dada yang sama
Pertaruhan mata dan detak jantung seirama
Ombak-ombak gelombang hati menari di atas bantal bertemali kasih

Bintang di langit menemani
Tiada sesal menyepi bermentari titian sorgawi
"Yang...teruskan hingga mentari hadir menyaksi"....

Semua jejak kelam telah pergi dan takkan kembali
Namun sinar bintang  tetap terang disini..!

Salam dan doa
buatmu penaruh rasa sehati..!!

PERILAKU ARIF 

Prilaku mulya mampu mempesona
Hargai siapapun
Hormati taraf apapun
Doakan siapapun tanpa memandang sekat..!

Katamu doamu
Lisanmu peranggaimu

Insan kamil
akan arif dengan nalar dan lisannya...

BANJIR WABAH MENGUDARA

Banjir mewabah
Virus biota lembut merajut asa

Wabah zaman rebahkan nurani
Sebab air mata langit sudah
melimbah,
membawa duka, dan
meratapi jiwa
Bumi tak sajikan harmoni lagi..

Melanda
Tergerus jiwa
Mengusik dada dan raga..!

TERUNTUK PARA DOKTOR DAN GURU BESAR

Bersemayat pada pundakmu kebesaran
Menyelesaikan puncak tangga pendidikan
Bersemayan luasnya ilmu tak tertakarkan
Kehormatan tinggi yang tak tertandingkan

Pusaran ilmu yang meluas
Pemandu ilmu yang memuas
Untuk para murid yang tengah mengemas
Menapaki jejakmu di tengah zaman meretas

Ilmu meluas samudra
Pengetahuan menyemesta nalar manusia
Ilmu tanpa etika..malapetaka
Ilmu tanpa etik ilmiyah..panji keruntuhan adab peradaban manusia

Nalarmu..akhlakmu
Amalmu..solehmu
Prestasimu..usahamu
Derajatmu..istiqomahmu
Kesempurnaanmu..prilaku adil arifmu
Ilmu sinar..menerang mencerah
Ilmu tak bersinar..menggelap mencercah

Ilmu tanpa iman..tanpa amal..
bak nalar melutut pilu nan khayal menyeram

Salam dari guru gurumu
Salam dari murid muridmu
Salam dari pemandu penerusmu
Salam keteladanan pewaris Nabimu

MELUKIS WAKTU 

Waktu bergulir penuh
Ikhlas
amanah
kasih
lembut 
sabar santun dan sesuai hukum alam..!

Demi waktu
Selalu berganti
Tiada pernah henti
Tiada akhir terakhiri

Kau pesuruh Tuhan
Bergerak lalu jauh ke depan
Semua bergulat dalam roda gerak waktu
Tanpa tahu akhir 
Selalu terbuai dan tersihir..
Kau berjalan tiada terkejar
Kau tersiakan akan melumat/menggilas/ menghajar penuh wajar

Menolak gerakmu
terbunuh
Gerak waktu sebagai seting hukum alamimu
Jalani dengan sikap prilaku ikhlas,
nalar alami insani,
jalani penuh alami dan jalani sebagai mahluk Ilahi..!

Waktu menyisakan galau
Airmata parau
Tanpa tahu sebab menggundah
Tiada tahu sebab akibat yang terasa

Waktu menyayat bagi "tak tahu diri"..
Waktu berakhir memayat setiap diri yang bernafas
Waktu melaknat bagi semua yang memurka Ilahi
Waktu menghikmat pada semua insan sepenuh hati..

Tiada mampu melawan waktu
Mungkin diam bisa redam 
Terima apa yang adanya kehendak pemilik-Nya
Tanpa ada benci dan amarah diri..

Sabar ikhlas tak terbendung
Waktu melapang
Menuntut jalani peluang
Jalani tempuh penuh "mengerti dan meberkahi"..!

Sudah waktu lalu tiada sempurna
Hina dina diri telah hadapi terima
Menyadari
Meroda jalani gerak waktu dengan 
Ikhlas akan jalan-Nya tawakkal,
hati damai,
penuh semai,
seyum terurai,
penuhi arah gerak Ilahi,
buang detak urat kecewa..!

Sadari..
Membenarkan berarti menyadari..
Terima sebagai iman jadi doktrin..

Maknai gerak waktu
bertaruh nalar
menjadi bimbang dan menyakitkan..

Iman hadapi rahasia waktu..
Kontruksi meraih benar dan baik..
SELAMAT..!

Waktu mentitah setiap hamba
Meraih sorga..!

DOA MERINDU

Waktu sunyi
Rindu tak berujung
Memilu pada ruang sepi
Gundah meresah 
Selimuti relung waktu
Ingat saat besama

Bait-bait memakna cerita
Alam indah menasehati merasuk  hatu

Pada sepertiga malam
Meretas untaian doa
Tasbih-tasbih menggemuruh jauh ke angkasa langit
Tersaksikan 
Malaikat  penjaga

Dendang rindu mempersada langit
Rahmati
Berkati
Hidayahi
Naungi
Ridloi
Rindu mematuk surga
Menyatu rindu lewat doa yang mewujud..

KASIH HANYUT BERSAMA AIR HUJAN

Hujan deras merengkuhkan dada
tiada dapat bercerita
hanya desah dingin berselimut kasih pagi

Hujan adalah tangisan langit
basahi bumi
rebahkan dahi
badai air tidak tahu henti

Tangis berderai seiring kasih tersapu air mata langit
menjerit
kejepit
terhimpit
tersayat
tiada batang merakit

Jejak detak kasih menggelayut
Hanyut entah ke mana 
Terbawa arus mengikuti aliran air bah yang tak betujuan 
Entah ada atau tidak 

Atau kembang kasih hanyut bersama hujan deras menyapu apa saja
dan membawa ratap mendada

Salam senja
Kasih senja cinta tetap berdoa
Selamat dalam genggam Tuhan terkasih..

Sapamu selalu kenan  hadir bersama dalam ceria tiada duka
walau dingin air mata langit menghentak tulang hati..

Kasih doaku..
Semoga selalu bahagia 

RAHASIA KEHIDUPAN

Hidup itu dinamis, gerak
Ombak bergelombang
Angin menyepoi
Bumi berenergi
Matahari mutar bersinar
Darah beredar seiring oksigen nafas kehidupan

Hidup mengarungi ombak dan gemuruh tak bertepi
Mencari cahaya sinar mentari langit tanpa henti
Menemukan muitiara berlian di tengah lautan biru dalam sunyi

Hidup jalani tapaki
lalui
Syukuri raih nikmat yang tidak terukuri

Berharap sinar bulan menguning membelai
Ambil mentari sinar menerangi diri 
Lautan kegelapan jauhi dan menghindari diri
Hidup tidak bisa dinamis tanpa tapak jejak kiki lurus 
Meneruskan jalani yang lurus tak menyimpang..

Jalan hidup tanpa
jiwa dan budi
akan hampa..
Jalan cinta tanpa rela dan ridlo sia sia tak berdaya..
Jalan hidayah yang tergores tanpa kalbu iman dan 
nalar fitri Ilahi tidak menjumpai jejak sorgawi..

Jiwa lemah
Hati rapuh
Nalar cekak
Nurani terbelah
Angan membego
Tanda tidak temukan nikmat hidup..!

Syair pujangga akan menginspirasi diri
Bait pertaruh kata santun dan
pupuk kalbu imani
Temukan hidup berfitri Ilahi..!

Bila tak mampu gita cita ini,  maafkan..!
Hingga akan terus menyeru...
Berdiri bernarasi arif dan hikmah..
Seraya ajak semua menentang badai yang menista 

Berbekal doa dan rasa ikhlas
yakin keberanian tetap mencerah...!

Fakta fakta selalu menghantui pikiran untuk menempuhnya
Walau gelora badai yang merintangi biduk selalu berombak tak bertepi..

Bait akan tetap mencuap
Jemari mengepak sayap,
hingga ke kampung impian,
sampai masa nafas bersudah..!

Bertiang kasih mencapai menara tujuan
Menjulang cintaku dalam rasa di jiwa
Mencoba mengalirkan muara kasih untuk berbagi sesama insani 

Dari rahim kalbu dan mata hati 
masa lalu masih tersimpan bersama
"Hadapi ombak kehidupan raih bekal amal soleh
Demi tapak
sorgawi yang terjanji"...

GUNUNG, LADANG DAN SAWAH

Sawah menghijau
Sawah memukau
Sawah mengindah
Sawah padi mengunduh

Ladang menghijau
Ladang menyeimbang suhu
Merindu hijauan rinai angin alam laut nan indah

Kini...
Ladang blukar mati menguning
Ladang panas bakar mengering

Bakar memblukar
Gunung gundul tak merindang
Tanda malapetaka membuyar
Hidup mati sebab  badai banjir meredam..!

Badai hujan melambai
Bangkai rendam membangkai..!

Gunung dan hutan di korupsi..
Edaaaaan dan rakus..!
Bumiku menangis

Alam mulai pergi meninggalkan pesonanya, 
angin yang sejuk semilir lenyap bersama potongan balok pepohonan 
yang ditebang secara liar.

Bumiku menangis
Tak ada lagi jernih air yang menampakkan pasirnya di dasar sungai
Dan batu-batu kali yang mempesonakan panorama 
berpindah ke kota untuk diperjual belikan secara liar.

PERANG DAGANG MEMBELENGGU

Bumi terbelenggu
Batasi insan dari temu sesama
Wajah muka tanpa sapa
Tangan jemari tiada menanda
Prilaku melupa
Sikap menutup diri
Nalar insan kembali menyepi, 
menyempit berada dalam rahim ibunda"..
Insan tersangkarkan sebab perang dagang
Konflik bisnis urat bumi
bernalar norma logika untung rugi..

Hingga nyawa sebagai bias uji coba
Tiada adab torehkan nyawa bergelimpangan..
Malaikat mencukilnya tanpa asa...

Dunia tengan menzaman akhir dan segera bersudah..
Virus menanda dekat setiap nyawa insan
Huni bumi tergerus dan meniada semua rasa nyaman
Jejak kurun menggelisah terbelenggu dalam 
"keluasan jarak, bumi tak berjarak dan 
sempit waktu memendek pendek"..

Dunia semakin sempit
Nalar dan jiwa terjepit
Nafas-nafas berudara terjangkit
Hingga nyawa terjungkit ke alam langit 

Akankah diri lepas dari terjangkit
Apakah jiwa dan nyawa terjungkit
oleh tangan malaikat..

Belenggu zaman
insan kembali pada alam diri,
menyendiri,
bersembunyi,
serba membatasi langkah kaki, dan
menjauh dari sesama jemari tanpa benci...!

Belenggu
Sastra lama Minangkabau "belenggu dan salah asuhan"..
Mengajarkan insan pertiwi:
bangga atas diri sendiri,
jangan silau pada peranggai negeri lain, dan
jangan berkiblat pada detak budaya liar hewani..

Barat klasik
berjejak watak chaufinistik,
kolonialistik,
materialistik, dan
perang dan konflik..

Barat..
indah dalam logika
lacur dalam menorma..
Kontruksi bisnis kolonialis 

Belenggu diri dari kultur dan peranggai budi imperialis

Jaga generasi
Persada wajib menyadari
Jangan terjadi 
"salah asuhan"..!!

KERETA CINTA

Kereta tiba
Hantarkan rasa
Jejakkan tapak kaki rajut cinta,
buang pilu,
sajikan bidak demi meraja nikmat, dan 
jalani degup mimpi menyiang senja..

Kereta senja
telah tiba didepanku
hantar asa
Kereta senja pun akan kembali..

Kereta menembus kabut, seiring hembusan angin malam pegunungan,
menerjang gelap malam demi merajut cinta...

Bait-bait cinta yang indah tersusun di atas rel kereta bandung-surabaya
Laju memanjang jeritan peringatan
tak peduli ada tak ada halangan tetap berjalan..

Suara keras berdentam,
percikan api keluar
menggerung gempita,
penuhi suara malam nan sunyi..

Putaran roda besi dan rel beradu hantam
melindas tanpa asa bantalan kayu
yang hanya diam
dan merintih...
"der taktek..taktek. taktek.."

Suara dentuman menghentak sunyi seakan memakna..
"Sayang..
ini aku datang, temuimu demi merajut cinta yang seonggok waktu tak bertemu"..!

Kereta malam
penghantar degup cinta
Demi untaian taktek-taktek menggores dada..
"Teko aku pakai kereta,
kusujudkan hasrat diri,
demi tentram anggun dan taktis kelembutan sayumu"..!

AKAL BUDI

Akal potensi manusia menyempurna
Akal potensi manusia mengeneralisir mkna setiap fenomena fakta
Akal hanya melogoskan fakta fenomena yg kasat indra mata
Akal alat melogiskan.. memakna..menjelaskan 
menuliskan..menggambarkan..mahkamah salah benar

Akal beralat roa..melihat mengamati
Akal beralat nafhor..menggeneralisasi

Akal..pikir sentuhan panca indera..mata..telinga..raba..dan tangan kaki
Akal hanya melahirkan kebenaran ilmu yang akuratif kontruktif filosofik dan empirik realiti 
Akal bukan sumber menyemai iman
Akal bukan alat memakna keberkatan
Akal bukan alat mengenal menghayati kehakekatan
Akal bukan alat menghikmat rasa keimanan

Akal sumber rasionalitas
Akal sumber liberalitas
Akal sumber nalar orientasi syetan meretas
Akal sumber kebermaknaan hedonitas
Nalar tak beretik..bak harimau cerdas dalam kehidupan manusia
Ber..akal..lah berpanji etik dan berpandu pada wahyu Ilahi

DOA PASRAH MENGANTARMU IBU

Larik puisi ini sebagai doa memaknai kasihmu,
Derap jejak nafas juang mengukir waktu..
Bunga-bunga harum perjuangan selalu mekar
mengisi arti hidup demi suatu makna..

Dalam jejak nafas-nafas yang kujumpa..
Kau rangkul seutas tetes air mata doa,  
mewarnai lidah zikirmu
Seakan kau pesankan bunga mawar memekar nan indah..

Namun seiring sinar  rembulan sayu di langit timur, 
menyisa gundah menduka
yang tak mungkin terlupa..
Isyarat mata dan bibirmu mengharukan nurani
Lembut suci sang surya tidak akan redup tertutup awan..
Bisik zikirmu menjuntai keceriaan 
bahwa malaikat dari langit meminta penuh santun kan 
menjemputmu dari penghuni bumi...

Tapak jejak juang sosialmu
Mengilhami nurani pelanjutmu..

Lewat puisi doa ini Kulabuhkan kasih
Bahwa ruhani ini menyertaimu mewaktu
seiring sejiwa..

Jejak nafas ini
Saksi perjalanan pesan suci keharibaan Ilahi..

Malam yang temaram penuh kerelaan..
Ruhani terkulai katup mata dan tersenggal nafas di dada,
melarutkan doa kepada Ilahi.. 
"Ya Ilahi Ampuni diri lemah ini dan terimalah amal soleh bunda selama ini"..

Desahan nafas-nafas yang masih tersisa akan menjadi saksi, 
terbawa sebagai bekal tapaki sirat keharibaan Ilahi..

Panjang sajadahmu
Panjang belai kasihmu
Hati menoreh ikhlas bersimpuh..
Butir bulir air mata mengalir mengiringi hati yang telah pasrah..

Ikhlas warnai waktu saat harus kembali, 
menjejaki kata terahir..

Detak asupan nafas doa terakhir..
Ya Rabb hanya pada-Mu berserah
Pasrah jalani segala titah..
Doa menyertaimu
Saat malam temaran meletak senja..
Aku titipkan diri lewat sholat ghoib dan doa untukmu..

Alluhummaghfirlahu warkhamha..
Alluhuma la tahriimna ajroha wala taftinna ba'dahu waghfirlana walahaa..

Selamat jalan ibunda..
Aku akan menyusulmu di alam sorgawi..
Jejak amal hidupmu adalah doa-doa soleh yang ku ikuti..!

TANGIS MUKA MENANGIS

Apa arti menangis..
Air basahi mata
berlinang air mata..
Menangis byk rizqi berarti bahagia
Menangis banyak dimarahi bemakna dendam
Menangis malam 1 situasi ikhlas pasrah
Menangis lihat ketidakadilan jiwa reaksi politis
Menangis bnyak musibah tepat tobat
Menangis dalam diskotik saat kesombongan diri
Menangis pemimpin lihat kemiskinan..
bengong memuka  peduli sebagai tangis sensasi

Menangis sambil mengusap kepala hanya daagelan semata..
Menangis dan merintih ratapi riang
Menangis dan memohon ampun mengerti sadar tobat

Menangis istri ke 2 bukti pilu memilukan
Menangisnya santri segudang gelisah gundah 
Menangis dlm pelukan kamar komisi pemb. korupsi sebagai begundal wajah tak berdosa..
Menangisnya bayi baru lahir sebagai zikir syukur

BUMI BERTARUH HADAPI KEHANCURAN ZAMAN

Bumi bertanya Insan merana
Nyawa terkapar tanpa kata

Semua ada sebab
Petaka akibatnya..!

Sebab prilaku chaofinis
yang warnai konflik antar negara imperialisme moderen
Perang dengan virusi bumi
Langkah nyawa menestapa 
menunggu waktu
Semua tiada kata..
Meresah
Terkapar penuh nista

Petaka zaman
Nyawa terkapar
Sulit mengudara segar
Susah bermata air jernih
Capaian "hancur" peradaban insani 

Ketinggian diri bertuhan uang
Mempercepat kehancuran
Akankan mengenas semua orang..?

Eklpoitasi merajai
Perbudakan jadi lintasan setiap mata
Redup aral melintang 
Duri-duri kehidupan bertaburan
Kerikil-kerikil tajam runcing menghadang
Virus ranjau mematikan
mengancam setiap insan..

Zaman merunduk pada puncak kehancuran
Tiada nafas keikhlasan
Tiada jemari bersantun
Segerombolan negeri imperialis terapkan logika uang "Homo homini lupus"..
Sadis..!

Tuhan lindungi
segenap hamba-Mu
yang mengabdi
mengerti
menyadari
mentaati titah janji-Mu...!!

Oleh: Fajriudin
×
Berita Terbaru Update