-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Liciknya Iblis, Menyerang Saat Lemah

Minggu, 08 Maret 2020 | 20:28 WIB Last Updated 2020-03-08T13:28:43Z
Liciknya Iblis, Menyerang Saat Lemah
Rm. Kardiaman Simbolon, Ocarm (Foto istimewah)

"Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu itu menjadi roti.” (Mat 4: 1-12)

Empat puluh hari Yesus berpuasa, namun godaan baru datang saat Yesus sudah lapar. Itulah kelicikan iblis untuk menghancurkan misi Yesus. Ia menunggu sampai Yesus lapar dan butuh makan, maka iblis mencobai Yesus pada bagian yang paling mendasar itu, yaitu soal mengubah batu menjadi roti.

Kemudian Yesus dibawa ke bubungan bait Allah. Orang sering kurang waspada jika berkaitan tempat suci, merasa sudah ditempat suci, semua sudah menjadi suci. Hingga terakhir kelemahan yang diincar oleh Iblis adalah soal kuasa atas segala yang ada.

Demikianlah kita harus selalu waspada, bahwa godaan datang bukan saat kita sedang kuat, bukan saat kita sedang sempurna; melainkan saat kita lemah. Saat seorang bapak punya masalah di kantor dan tidak ada perhatian dari orang lain, saat itulah dia digoda untuk selingkuh.

Saat tabungan menipis, dan kebutuhan semakin meningkat; saat itulah seseorang digoda untuk korupsi atau mencuri.

Saat seorang sakit, berdoa dan berobat tidak sembuh; saat itulah dia digoda untuk pergi kepada kekuatan gaib.

Liciknya iblis adalah menemukan sisi terlemah dari kita, sekaligus menunggu saat di mana kita sedang dalam situasi lemah.

Karena itu, setiap orang harus selalu waspada, sebab godaan iblis tidak mengenal apakah kita imam, umat, pengurus. Iblis juga tidak mengenal apakah kita kaya atau miskin. Juga tidak mengenal waktu dan tempat. Semua bisa jatuh dalam godaan licik iblis kalau kita tidak selalu waspada.

Yesus hari ini menunjukkan bahwa Dia mengalahkan godaan iblis. Ia menang atas semua tawaran iblis. Para pengikut Yesus harus menimba kekuatan dan kewaspadaan dari Yesus untuk bertahan melawan segala godaan. Tuhan membantu kita melawan godaan!

Oleh: Rm. Kardiaman Simbolon, Ocarm
×
Berita Terbaru Update