-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Nasib Bunga, Menyapa Dunia, Tinggalkan Sunyi, Tangga Impian

Kamis, 05 Maret 2020 | 22:35 WIB Last Updated 2020-03-05T15:37:23Z
Nasib Bunga, Menyapa Dunia, Tinggalkan Sunyi, Tangga Impian
Ilustrasi; google

NASIB BUNGA

Sudah sedalam samudera aku menyelami jiwa
Ada keruh dan kejernihan
Hanya bening penuntun rasa
Menuju kesucian jiwa

Namun tak mudah kulewati
Mata ini selalu mencari warna paling indah
Serupa bunga mawar beraneka warna
Tumbuh di taman dunia

Aku petik merah kupikir terindah
Senyata pun berduri dan melukai
Aku sunting putih dengan kesucian hati
Senyata duri pun tetap menusuk hati

Tapi begitulah bunga tiada yang sempurna
Seindah apapun kan layu
Lalu kelopak pun gugur oleh sang bayu
Terlepas dari batang kehidupan
Mendekap bumi dan sirna kembali

Warna tak lagi bernama
Terlepas dari semua yang disandangnya
Hanya aroma wangi
Pengingat penciuman insani
Begitupun dengan diri

Malang, Feb 2020

MENYAPA DUNIA

Ketika kegelapan mulai menepi
Lengahku mulai terjaga
Seiring mata terbuka menatap dunia
Aku hempas mimpi menuju jendela
Menyapa sejuknya udara
Burung pun membalas dengan merdunya

Semburat cahaya surya masih malu
Mungkin dingin masih terlelap
Dalam dekapan sang embun

Puji Syukur terucap dari lidah kelu
Terlepas dari maut yang mengintai
Saat terpejam melupakan sadar

Hari ini mata masih menyentuh indahnya warna
Menikmati kelana embus angin
Menyulam perihnya luka
Merenda hari bersama asa

Semoga langkah ini selalu terlindungi
Dari segala ucap kata melukai
Atau gerak diri pada nafsu duniawi
Meskipun senyata begitu menikam hati
Mengalirkan tetes air mata
Akan kesadaranku sebagai hamba

Malang, Maret 2020

TINGGALLAH SUNYI

Sepertinya engkau tengah berlari
Menjauhi sunyi di sudut ruang semesta ini

Ketika sayatan demi sayatan terlontar dari mulutnya
Bukankah pernah ada bahagia
Telah ia berikan di selembar senyum yang tulus

Ketahuilah kini dinding rahim kesunyian
Tengah menghimpit lara
Dengan jerit yang tak lagi terdengar
Karena tiada yang bisa ia lakukan
Selain mengadu pada Tuhan

Separuh jiwanya pun melayang
Menembus langit impian
Berharap do'a yang dibawanya terbang saat malam gulita
Mendapatkan setitik cahaya

Malang, Maret 2020

TANGGA IMPIAN

Di biru langit-Mu tempat aku tengadah
Menunjukkan rahmat tak terbatas
Membuatku mengerti
Untuk tak berhenti dari harapan ini

Seribu impian kerap menghampiri
Menguras seluruh energi
Demi meraih sebuah mimpi
Bahagia fi jannati

Hanya do'a tangga menuju maghfiroh-Mu
Aku ketuk di pintu-pintu waktu
Terkadang serta merta tersuguh madu
Hingga luruh air mataku
Sungguh kasih-Mu tiada terukur

Jika ada do'a tertundanya asa
Kembali kuyakini belum waktunya
Tanpa daya dan upaya Kau Pengatur segalanya

Tangga menuju impian
Tak akan pernah patah meski di dera gelombang
Karena engkau satu-satunya harapan
Caraku bicara pada Tuhan

Malang, Maret 2020

Oleh: Wiena Aldissy
×
Berita Terbaru Update