-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Paket AMAN Kuda Hitam Pilkada Manggarai

Kamis, 19 Maret 2020 | 16:23 WIB Last Updated 2020-03-19T09:27:33Z
Paket AMAN Kuda Hitam Pilkada Manggarai
Paket AMAN Kuda Hitam Pilkada Manggarai

Kurang dari satu tahun menjelang Pemilukada kabupaten Manggarai, popularitas dan elektabilitas bakal calon bupati dan wakil bupati semakin ramai dibicarakan.

Salah satunya adalah kecenderungan masyarakat menginginkan pendatang baru membuat posisi pasangan bacalon Agustinus Ganggut, ST, MT dan Dr. Manto M. Tapung, S.Fil. M.Pd. menjadi capolista (pemuncak klasemen) .

Temuan lain yang lebih menarik perhatian dari pasangan dengan akronim AMAN itu adalah karena kesantunan dalam menyampaikan gagasanya oleh tim, baik lewat media sosial maupun penyampaian secara lansung lewat safari politik yang selama ini di dengungkan

Elektabilitas dari paket AMAN ini menunjukkan trend peningkatan dan mengantarkannya masuk ke bakal calon terkuat dalam bursa pencalonan, hal lainya terkait penentuan partai untuk mengusung, bahkan paket AMAN sering disebut menjadi kuda hitam dalam perhelatan pilkada Manggarai yang akan datang

lewat pantauan media sosial (facebook) selama ini tim paket AMAN telah menujukan piwainya dan kesantunanya menyampaikan gagasan-gagasan ke publik, politik yang diperankan paket AMAN telah menunjukan ke publik soal kemampuan mengelola situasi dan kondisi keinginan masyarakat Manggarai untuk menetukan calon pemimpin yang layak, politik yang diperankan telah mengikuti trend modis, sangat cocok dengan budaya yang lama bersemi bersama masyarakat Manggarai, artinya paket AMAN sudah menujukan kemampuan politik sesuai zaman dan tradisi kesantunan yang telah lama melekat dengan masyarakat Manggarai.

Merujuk pada hasil pengamatan tersebut, banyak kalangan melihat bahwa paket AMAN berpotensi fenomena “kuda hitam”. terlepas dari perkembangan terakhir selain kesantunan dan gagasan yang diperankan, semakin banyaknya dukungan dari akar rumput, dengan merapatnya partai Demokrat dan Golkar menjadi pertanyaan mendasar yang penting untuk didiskusikan, yaitu apa sebenarnya yang menyebabkan fenomena “kuda hitam” ini mungkin terjadi?

Semakin Banyak Partisanship ke AMAN

Mengacu pada geliat komentar pendukung paket AMAN dari netizen di facebook merupakan insentif terbesar bagi tampilnya paket AMAN sebagai “kuda hitam”, bahkan semakin kekinian di dunia nyata orang muda bermunculan untuk siap menjadi relawan paket AMAN tanpa pamrih. Hal itu menujukan keinginan orang muda dan masyarakat Manggarai dipimpin oleh seorang insinyur dan tokoh pendidik, melihat dinamika peta sosial saat ini kolaborasi kedua tokoh ini memang layak untuk memimpin Manggarai lima tahun kedepanya.

Hal lain terkait paket AMAN yakni banyak pengakuan bahwa paslon paket AMAN merupakan realnya sahabat milenial, dengan semakin bermunculnya dukungan dari banyak kalangan milenial menjadi kekuatan baru untuk arus bawah paket AMAN dan semakin terkuaknya paket AMAN menjadi kuda hitam pilkada Manggarai.

Angka dukungan ini tak kalah saing dari calon lainya bahkan diprediksi paket AMAN menang telak dikarenakan penyebaran suara sangat merata, dikatakan merata karena ada kekuatan mesin partai pengusung dan pendukung yang siap bekerja di 12 kecamatan, selain dukungan relawan yang sangat bermilitansi di setiap kampung, proaktif keluarga pun untuk bergerak di arus bawah sangat maksimal.

Insentif Lain

Selain faktor partisanship yang signifikan, insentif lain yang tidak kalah penting adalah angka partisipasi pemilih dalam pemilu menginginkan calon baru dan wajah baru, pasangan Gusti-Manto memang bukan warisan politik sebelum-sebelumnya. 

Paket AMAN telah dipastikan bebas dari kepentingan sesaat atau sesat, apa lagi isu tentang paket titipan dari calon tertentu. Belakangan ini memang paket AMAN dilanda dengan semaraknya isu paket titipan dari petahana, namun tim AMAN tak redup semangat untuk menampik isu itu dari pandangan publik. Tak salah kalau isu itu sengaja dimaenkan oleh rival karena tak ada hal celah lain untuk menyerang, sejauh ini tetap paket AMAN pada prinsipnya untuk berjuang dan terus berjuang dengan prinsip kaca mata kuda

Refleksi Untuk Memilih di Pilkada Manggarai 2020

Masyarakat Manggarai wajib mendapatkan legitimasi yang jelas dari paslon melalui visi, misi dan proker yang di tayangkan, kita tidak menginginkan calon hanya berteriak sekedar jargon. apa yang didapat jika calon pemimpin kita menyerukan tentang pembangunan infrastruktur menjadi andalan program kerjanya? 

Seperti jalan, jembatan, perlu diketahui siapapun pemimpinnya dapat membangun infrastruktur itu menggunakan APBD, janji kampanye tentang pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan merupakan janji instan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, apa bedanya seorang kepala tukang dan seorang calon pemimpin jika standar prokernya hanya sebatas itu. 

Perlu kita sepakati bahwa calon pemimpin kita harus mengarah pada pemikiran yang inovasi, bisa sejajterakan masyarakat Manggarai. sejatinya seorang pemimpin di era kekinian harus bersaing secara gagasan yang lebih, tidak dengan program kerja hal yang standar-standar saja.

Seorang calon pemimpin bisa melahirkan gagasan untuk memanusiakan manusia yang salah satunya adalah enterpreneur untuk generasi muda, perlu diketahui manusia adalah subyek dari pembangunan itu. Apakah kita masih menginkan calon pemimpin dengan program kerja yang instan? Kapan calon pemimpin kita menyiapkan generasi penerus Manggarai menghadapi sengitnya persaingan global? Bukankah yang menjadi asas prioritas itu di era kekinian mampu menyiapkan masyarakat yang kreatif dan inovatif? Kapan masyarakat kita bertransformasi dari cara yang konsumtif ke manusia yang produktif jikalau berkutat pada pembangunan infrastruktur? Kapan masyarakat kita untuk tidak meninggalkan keluarga demi mencari sesuap nasi? Kapan masyarakat kita bisa sekolah di universitas yang berkualifiasi baik, atau di kampus-kampus ternama?

Dari semua pertanyaan itu jawabanya ada di masyarakat sendiri dengan berharap jangan pilih pemimpin dengan proker yang instan dan memiliki potensi untuk mesejahterakan diri, kru dan koleganya, pililah pemimpin yang memiliki gagasan cerdas dan inovasi untuk membangun Manggarai jauh lebih baik.

Oleh: Ignasius Margareto Jayadi
Penulis adalah Pegiat Media Sosial, Tinggal di Wase Wengke, Desa Beo Rahong

Kontak: redaksisocietasnews@gmail.com
×
Berita Terbaru Update