-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Perang Saudara di Adonara Merenggut Cinta dan Kekeluargaan

Jumat, 06 Maret 2020 | 20:47 WIB Last Updated 2020-03-06T13:47:17Z
Perang Saudara di Adonara Merenggut Cinta dan Kekeluargaan
Foto memperlihatkan beberapa warga suku di lokasi kejadian memegan senjata (Foto: Tempo.com)

Perang Saudara terjadi dengan menewaskan enam warga Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (5/3) pukul 10.00 WIT. 

Bentrok antara dua suku, yakni suku Kwaelaga dan Suku Lama Tokan prihal memperebutkan tanah merenggut rasa kekeluargaan, persaudaraan, cinta dan kasih sayang dan sebagainya.

Tragedi yang mengenas itu bermula dari perebutan lokasi tanah di kebun Wulewata Pantai Bani, Desa Baobage, Kecamatan Witihama yang selama ini saling klaim atas kepemilikan tanah di Pantai tersebut. Meskipun Pemerintah Flores Timur melalui Pemerintah Kecamatan Witihama dan Polsek Adonara sudah beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara kedua suku tersebut untuk diselesaikan dengan baik.

Perbedaan pendapat yang tak terkendalikan berujung pada perkelahian dengan menggunakan benda tajam, sehingga terjadi korban jiwa. 

Rasa cinta yang terpatri dan sudah ditanam nenek moyang sejak sedia kala itu hilang sekejap. Darah tujuh orang yang tewas berlumuran. 

Korban dari pertarungan egois dan arogansi itu yakni Wilem Kewasa Ola (80) dari Desa Tobitika dan Yosep Helu Wua (80). Keduanya berasal dari suku Lamatokan.

Empat orang korban lainya berasal dari suku Kwaelaga yakni Moses Kopong Keda (80), Jak Masan Sanga (70), Yosep Ola Tokan (56) dan Seran Raden (56). Sedangkan Suban Kian (69), dari suku Kwaelaga berhasil melarikan diri. (SF)
×
Berita Terbaru Update