-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RENUNGAN MARIAL

Kamis, 26 Maret 2020 | 22:23 WIB Last Updated 2020-03-26T15:23:53Z
RENUNGAN MARIAL
Rm. Fidel Wotan, SMM

Rm. Fidel Wotan, SMM

Injil: Luk 10:17-24

Doa Pembukaan

Ya Yesus yang terkasih, Engkaulah Allah dan Tuhan kami. Hanya Dikaulah yang menjadi pusat dan tujuan hidup kami. Di dalam Engkau tidak ada kegelapan dosa, sebab Engkau adalah yang Kudus dari Allah. Semoga Engkau tetap mendampingi dan membimbing hati dan budi kami sehingga hidup kami pun selalu memancarkan terang kesucian dan kemurnian di hadapanMu dan sesama. Demi Engkau yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah kini dan sepanjang masa.

Renungan

Ular dan Kalajengking – sebagaimana yang kita ketahui – adalah dua jenis binatang yang sangat berbahaya dan dapat dikatakan mematikan. Apabila seseorang dipagut oleh ular atau disengat oleh kalajengking, maka sudah tentu kondisi tubuhnya akan menjadi tidak seimbang, alias menjadi “sakit”. Andaikata seseorang dipagut oleh ular berbisa mungkin saja nyawanya tidak akan tertolong. Kehadiran kedua jenis binatang ini dalam hidup manusia menjadi sesuatu yang cukup “menakutkan, terutama “ular”. Sekalipun binatang ini dikenal punya kemampuan yang bisa saja mematikan lawannya, tetapi kadangkala masih bisa dipelihara oleh manusia. Meskipun demikian, itu tidak menghilangkan kesan umum bahwa jenis binatang tersebut pada dasarnya tidak cukup dekat dengan manusia karena punya kekuatan yang mematikan.

Ular dan kalajengking sebagaimana yang kita dengar dalam bacaan Injil pada hari ini sesungguhnya melukiskan kekuatan yang paling berbahaya dari kejahatan rohani. Berhadapan dengan kekuatan jahat seperti ini, sebetulnya setiap orang Kristiani dianugerahi oleh Allah suatu Roh yang suci untuk menguasai kekuatan-kekuatan seperti itu. Yesus, dalam hidupNya di muka bumi sudah sangat berhasil mengalahkan dan mengusir kekuatan-kekuatan jahat. Dia mampu melakukannya karena memiliki kuasa yang kudus sebagai seorang Allah. Iblis atau si jahat pun takluk dan tunduk pada kuasaNya. Iblis, sekalipun punya kekuatan yang mematikan terhadap manusia, yang terkenal dengan rayuan ‘gombalnya’ seperti yang ia tunjukkan kepada Hawa di Kebun Eden (bdk. Kej 3:1-24), namun kekuatannya itu tidak ada apa-apanya apabila berhadapan dengan kekuatan suci dari Allah (bdk. Luk 4:1-13; 31-37). Dalam Perjanjian Baru, Iblis dilukiskan sebagai “pengganggu” dan “penyesat” manusia. Dialah yang menjadi “batu sandungan” bagi rencana Allah. Secara terang- terangan si Iblis menentang Yesus (Mat 4:1-11; Mrk 1:12-13; Luk 4:1-13). Sesungguhnya, Iblis sudah menyusup masuk dalam lingkaran terdalam murid Kristus (Luk 22:3), namun kita dapat melihat betapa dahsyatnya kuasa atau kekuatan Allah di mana si jahat itu berhasil dilumpuhkan, dikalahkan.

Para murid Yesus dalam Injil hari ini merasa begitu bahagia oleh karena tugas perutusan mereka yang diterima dari Sang Guru (Yesus Kristus) berhasil dijalankan dengan baik sekali. Keberhasilan mereka yang paling utama ialah “mampu mengusir kekuatan setan”. Mereka berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu” (Luk 10:17). Kuasa untuk menaklukkan si jahat memang berasal dari Kristus dan Ia telah memperlengkapi para muridNya kuasa seperti itu: “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.” (Luk 10:19).

Bunda Maria, adalah sosok yang sangat dekat dengan Allah. Ia menjadi wanita pilihan Allah karena punya keutamaan-keutamaannya yang sangat bagus, misalnya kerendahan hati, ketaatan dan imannya yang mendalam. Hal ini membuatnya menjadi istimewa di hadapan Allah dan unggul di antara segala makhluk (bdk. LG 53). Secara kuat dan mendalam Maria memiliki relasi yang khusus dengan Allah. Hubungan itu terjadi karena ia mau taat dan percaya pada SabdaNya (bdk. Luk 1:38). Oleh karena Maria itu relasional dengan-Nya, selalu terkait dengan-Nya dan tak pernah terpisah dariNya, maka hubungan yang demikian tentu menjadi sebuah kekuatan yang bisa saja memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan jahat yang dapat mengganggunya, malahan dialah yang dinubutkan dalam Kej 3:15 untuk meremukkan setan atau menghalau segala yang jahat. Akibatnya, setan-setan pun dapat saja “takut dan tunduk” pada Maria oleh karena relasinya yang begitu mendalam dengan Allah.

Sebagai pengikut Kristus, kita semua dipanggil untuk memiliki roh yang suci, hati yang murni dan bersih seperti Bunda Maria yang tak bernoda. Semakin seseorang itu bersatu dengan Maria, semakin dia bersatu dengan Kristus Putranya seperti kata Santo Montfort (bdk. BS 120, 125). Sebagaimana para murid yang kembali dari tugas pelayanan dengan penuh sukacita oleh karena berhasil melawan kekuatan si Iblis, demikian juga kita seperti Bunda Maria dapat menghalau segala macam jenis godaan dan rayuan Iblis dalam hidup sehari-hari andaikata kita pun mau belajar taat dan mau melaksanakan Sabda Allah baik seperti para Murid Yesus dan khususnya seperti Santa Perawan Maria. Dan pada gilirannya nanti, Allah pun akan memperlengkapi kita dengan kuasa yang suci itu untuk menghalau kegelapan dunia, sehingga Kristuslah yang meraja bersama BundaNya yang suci di dalam hati dan hidup kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur oleh karena Engkau telah menyertai kami dengan RohMu yang kudus dalam ibadat Rosario ini. Kami bersyukur pula bahwa Engkaulah Tuhan yang mengajari kami untuk selalu mendekatkan diri kepadaMu dengan mau belajar menjauhkan diri dari segala yang jahat. Semoga RohMu yang suci senantiasa mendampingi seluruh hidup dan karya perjuangan kami sehingga hanya namaMu-lah yang tetap dipuji dan dimuliakan. Sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.
×
Berita Terbaru Update