-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Renungan Menjelang PILKADA Manggarai

Sabtu, 14 Maret 2020 | 09:33 WIB Last Updated 2020-03-14T02:40:26Z
Renungan Menjelang PILKADA Manggarai
Ilustrasi; ayoksinau.com

Perebutan kekuasaan menjadi momok yang perlu dikritisi masyarakat, apalagi kalau hal itu dilandaskan pada politik kepentingan. Pertarungan sengit bisa saja menggunakan segala cara tanpa memandang saudara, keluarga atau sahabat.

Mimpi terselubung dalam perebutan kursi mewah membuat politik itu labil, tidak sehat. Para petarung haus dengan kekuasaan, oleh karenanya dia dengan keserakahannya berjuang selicik dan secerdik mungkin untuk mengalahkan lawannya.  

Politik tak kenal berhenti untuk menjabat. Rasa tidak puas diri yang dilandaskan pada kepentingan tertentu mendrong dia menjadi penguasa hingga menua. Persoalannya, kenapa mereka memaksa diri untuk berkali kali maju? untuk apa mereka bertarung dan bertarung terus jika kehendak itu berangkat dari dendam, rakus, kenapa selalu mempertahan ketahtaan itu? 

Apakah di sana ada sesuatu yang membahagiakan, ataukah mereka sedang mencari sesuatu di balik kesengsaraan rakyat, rakyat yang sedang pergi meninggalkan Manggarai untuk sesuap nasi, rakyat yang lebih memilih keluar ketimbang mereka bertahan hidup tak tentu di Manggarai. 

Mereka pergi karena sebuah alasan kemiskinan, tak berdaya. Coba kita perhatikan rasio pendidikan di Manggarai, masih jauh dari ketertinggalan, banyak putus sekolah. Alasan paling mendasar dari persoalan tersebut yakni karena keadaan ekonomi. 

Kapan dan siapa sehingga semua ini tak akan terjadi lagi, atau sedikit bisa mengurangi, yang miskin tambah miskin yang kaya tetap kaya, semua kekayaan itu mereka telah rampas dengan cara pembodohan masif, cara yang tak kelihatan. 

Mereka merampas dengan membabi buta, baik dari hal terkecil hingga terbesarnya, berapa orang murid, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa karena miskin, kerinduan masuk ke kampus besar bagaikan mimpi bagi yang miskin.

Itulah potret kehidupan di Manggarai, mari kita renung sejenak lalu memikirkan ke mana Manggarai ini kita bawa, pilkada 2020 Manggarai setidaknya membawa kita AMAN, pilihan kita berharap masyarakat miskin memiliki hak yang sama dalam memperoleh kualitas pendidikan.

Oleh: Ignasius Margareto Jayadi
Penulis adalah Pegiat Media Sosial, Tinggal di Wase Wengke, Desa Beo Rahong

Kontak: redaksisocietasnews@gmail.com
×
Berita Terbaru Update