-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Teman-Teman PMKRI Saatnya Tunjukan Kerja Nyatamu

Selasa, 31 Maret 2020 | 09:16 WIB Last Updated 2020-04-01T06:25:47Z
Teman-Teman PMKRI Saatnya Tunjukan Kerja Nyatamu
Pater Tuan Kopong, MSF

Teman-teman PMKRI...
Kalian adalah inteletual muda Katolik yang diharapkan bisa menjadi solusi dan kerja nyata ditengah wabah covid 2019 dan bukannya maaf “mempersalahkan (mengkritisi)” pemerintah.

Persoalan covid 2019 adalah kerja kita semua. Bukan sekedar kerja pemerintah pusat. Dengan mengekang keegoisan dan kerendahan hati untuk tinggal sejenak di rumah atau menghindari keramaian adalah bentuk kerjasama dan usaha solutif yang disumbangkan bagi negara. Walau kelihatan sangat sederhana namun ketika sumbangan itu diberikan atas dasar cinta yang luar biasa maka menjadi jalan keselamatan bagi bangsa dan semua orang.

Teman-teman PMKRI...
Jika kalian memiliki kajian ilmiah, silahkan wujudkan kajian itu dalam tindakan nyata, mengusahakan pencegahan penyebaran wabah covid dan bukan sekedar menjadi instrumen untuk sekedar mengkritisi pemerintah.

Kita juga harus sadar diri bahwa pemerintah sudah berjuang keras untuk mencegah penyebaran wabah covid meski ada kekurangan sana-sini seperti negara-negara lain, namun ketika masyarakatnya atau bahkan tokoh agama dan politisinya keras kepala bahkan memanfaatkan situasi ini untuk mengacaukan kinerja pemerintah bahkan bangsa maka hanya menimbulkan kegaduhan dan saling melempar tanggungjawab.

Tidak usahlah kita ikut-ikutan orang atau kelompok lain yang memanfaatkan situasi seperti ini untuk mempersalahkan pemerintah. Mengkritisi boleh namun juga perlu tindakan dan upaya nyata dari teman-teman. Masyarakat akan mengapresiasi kalian ketika dalam situasi seperti ini tindakan nyata yang dikedepankan dan bukan kritikan yang terkesan sedikit mempersalahkan. Bagi saya kritikan bisa diberikan ketika kita sudah memulai sebuah gerakan atau tindakan nyata.

Teman-teman PMKRI...
Saya hanya sedikit prihatin. Ketika tahbisan uskup beberapa waktu lalu yang menuai protes banyak pihak bahkan hingga Gereja “dibully” di mana suara kritis kalian? Ketika pemerintah sudah mengumumkan untuk menjauhkan keramaian namun upacara tahbisan dilaksanakan, mengapa tak ada sedikitpun daya kritis mengkritisi Gereja?

Dan ketika kalian mencoba mengkritisi pemerintah justru kekritisan kalian menjadi kontradiktif. Di satu sisi kalian mengeluh:

“Situasi ini sangat tidak menguntungkan bagi sebagian besar masyarakat di republik ini. Kita diminta diam di rumah, tapi tidak ada jaminan bagaimana cara kita mendapatkan beras untuk makan dan kebutuhan-kebutuhan pokok lain”.

Namun di sisi lain kalian mengusulkan lockdown parsial dan meminta agar kebijakan Lockdown nanti harus disusul dengan usaha besar memastikan pasokan kebutuhan dasar bagi masyarakat mudah diakses (independensi.com 30-3-2020).

Saya berharap teman-teman memahami makna lockdown. Justru lockdown entah itu parsial atau penuh justru akses untuk mendapatkan kebutuhan dasar semakin sulit. Maka dari itu seperti di Pilipina menggunakan istilah Community Quarantine, bahwa masyarakat memang diminta untuk tetap stay di rumah, namun masih ada akses untuk mendapatkan kebutuhan dasar dengan tetap mengedepankan social distancing dan menjauhi kerumunan massa.

Teman-teman PMKRI...
Sudahi kekritisan yang kontradiktif bagai ide tanpa tuan yang terkesan “mempersalahkan” pemerintah. Saatnya bergandengan tangan dan tunjukan tindakan nyata bahwa PMKRI bisa, seperti Indonesia juga bisa dan hebat. Salam.

Manila: 30-Maret-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update