-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Teruntuk Para Oknum Mualaf: Wartakanlah Kebaikan Dan Bukan Kebencian

Minggu, 01 Maret 2020 | 07:14 WIB Last Updated 2020-03-01T00:14:26Z
Teruntuk Para Oknum Mualaf: Wartakanlah Kebaikan Dan Bukan Kebencian
Foto istimewah

Salam damai untukmu semua...

Niat untuk menuliskan surat cinta ini bukan karena rasa benciku padamu lantaran telah meninggalkan Yesus dan kini berbalik menyerang dan menghujat Dia, tetapi karena rasa sedih dan prihatinku atas kebohongan dan kebencian yang kalian wartakan sebagai pribadi yang mengakui diri dan diakui sebagai ustadz atau ustadzah.

Soal kalian mualaf dan menjadi apa di agama baru kalian, saya sedikitpun tidak memprotes. Karena itu hak asasi kalian yang tidak bisa diganggu gugat. Saya berpikiran positif dan menghargai kepindahan seseorang dari agama sebelumnya ke agama lain atau menjadi seorang mualaf pertama-tama karena pengalaman iman dan bukan paksaan dari orang lain apalagi demi jabatan di lingkungan birokrasi atau demi sesuap nasi.

Namun karena pengajaran dan pewartaan kalian yang jauh dari kebenaran dan kebaikan, dan sebaliknya justru akrab dengan kebohongan dan kebencian membuat saya menjadi berubah pikiran yang semulanya positif akhirnya menjadi negatif. Saya kemudian menyimpulkan bahwa kepindahan kalian atau menjadi seorang mualaf karena apa yang kalian inginkan di agama kalian sebelumnya tidak tercapai.

Misalnya, cita-cita menjadi seorang imam, suster dan atau pendeta sedemikian menggebu namun karena dalam pengamatan formatio, sikap hidup dan tingkah laku kalian tidak menunjukan sikap dan gaya hidup sebagai seorang calon imam, calon suster dan pendeta maka “terpaksa” dikeluarkan. Atau sebaliknya karena nilai ujian tidak memenuhi standard yang ditentukan maka dikeluarkan.

Dengan dikeluarkan dari formatio, dan ketidaksiapan menerima kegagalan, biasanya yang muncul adalah menyalahkan dan menyebarkan fitnah dan kebohongan serta kebencian kepada para formator dan pada Gereja. Bermula dari kebencian, kalian mulai mencari cara untuk membalas dendam pada mereka dan agama yang dianut sebelumnya.

Salah satu cara adalah menjadi seorang mualaf dan untuk bisa diakui dan diterima maka mulailah mewartakan kebohongan, membanggakan diri sendiri walainitu sejatinya omong kosong dan menyebarkan fitnah serta kebencian pada agama yang dianut sebelumnya.

Kalian menjadi mualaf namun yang dicari adalah kelompok yang selama ini selalu mengumbar kebencian pada agama Katolik, Protestan dan lainnya. Kalian merasa menemukan teman untuk bersama-sama mengumbar fitnah dan kebencian kepada agama Katolik, Protestan serta agama lainnya dengan mulai memutarbalikan ajaran mereka menurut tafsiran kalian yang bermula dari kebencian kalian dan bukan berdasar pada kebenaran dan kesahihan tafsiran para tokoh agama tersebut.

Damai untukmu semua...

Kalau kalian mengaku diri atau diakui sebagai ustadz atau ustadzha, kalian tentu lebih tahu arti dan makna dari pengakuan itu. Seorang ustadz atau ustadzha adalah pendidik atau pengajar. Artinya kalian menjadi guru dalam hal iman dan moral.

Sebagai seorang guru iman dan moral, yang dituntut bukan sekedar pandai berbicara dan mengajar tetapi lebih dari itu menjadi contoh kebaikan, kebenaran dan kejujuran serta cinta. Namun melihat dan mendengar pengajaran kalian yang lebih banyak mengumbar kebohongan dan kebencian pada agama kalian yang sebelumnya dan yang paling parah mengutak atik ajaran agama dan Kitab Suci agama yang dianut sebelumnya secara sembarangan sesuai dengan tafsir kebencian dan dendam kalian hanya untuk diakui saya jadi semakin yakin kalian tidak layak dipanggil ustadz atau ustadzha. 

Semua pewartaan kalian yang hampir tidak pernah menyentuh Al-Quran dan Hadits yang adalah pedoman iman dan moral umat Islam tetapi lebih banyak mengumbar kebencian dan kebohongan pada agama kalian sebelumnya pertanda bahwa kalian bukanlah seorang Islam sejati tetapi kalian sedang merendahkan, melecehkan dan memfitnah ajaran agama Islam yang cinta damai, kebaikan dan kebenaran.

Bagi saya panggilan ustadz dan ustadzha yang disematkan kepada kalian hanya karena yang mendengarkan kebohongan dan kebencian kalian merasa terwakilkan oleh mereka yang selama ini sudah dan selalu membenci agama lain. Bukan karena kalian mempelajari ajaran agama Islam secara benar tapi karena kebencian dan kebohongan yang membuat kalian “lulus” sebagai ustadz dan ustadzha.

Saya sampaikan kepada kalian oknum mualaf; “semakin kalian mengumbar kebencian pada agama kalian sebelumnya yang penuh kebohongan, kalian sejatinya tengah dan sedang mempertontonkan kepada kami bahwa kalian sedang menista, melecehkan dan menodai ajaran agama Islam yang cinta damai”. Maka yang paling pantas adalah rendah hatilah untuk belajar memperdalam agama Islam secara baik dan benar dan bukan menjadikan agama Islam sebagai jalan membangun ketenaranmu dibalik sorban kebohongan. Salam damai.

Manila: 01-Maret-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update