-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Untuk Apa Beriman? Apakah Virus Corona Mengalahkan Iman?

Jumat, 13 Maret 2020 | 18:52 WIB Last Updated 2020-03-13T11:51:59Z
Untuk Apa Beriman? Apakah Virus Corona Mengalahkan Iman?
Pater Tuan Kopong MSF

Sejak semalam hingga pagi ini kami beberapa pastor keuskupan Novaliches masih melakukan komunikasi untuk mengupdate keadaan dan situasi. Satu hal yang kami sama-sama rasakan adalah kesedihan bercampur ketakutan dan juga berat rasanya ketika pagi ini mengumumkan kepada umat bahwa mulai hari ini dan selanjutnya tidak ada misa bersama seraya menunggu surat gembala bapak Uskup yang dikeluarkan hari ini mengenai hal-hal yang wajib dilaksanakan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebagai seorang imam, kami menyadari berat untuk mengumumkan tidak adanya misa bersama karena ini menyangkut sumber dan puncak hidup beriman umat. Dalam kesedihan, setelah misa beberapa umat langsung “menyerbu” saya di sakristi dan menanyakan soal pengumuman yang saya umumkan. Ada yang menggugat dan memprotes kebijakan tersebut.

Untuk apa kita beriman kalau takut sama corona? Corona itu buatan teroris, Padre. Justru dalam situasi seperti ini kita harus dekat dengan Tuhan, tidak boleh kalah, demikian nada-nada protes itu dilontarkan.

Saya bisa memahami mengapa mereka menggugat dan memprotes kebijakan tersebut. Saya tidak langsung menjawab. Merenung sejenak kemudian dengan tenang saya menjawab; “kita semua beriman pada Yesus dan Yesus adalah andalan kita. Namun apa artinya iman ketika kita tidak taat pada aturan, kita tidak menjaga diri kita sendiri dan tidak hati-hati lalu kita juga terjangkit”?

Iman juga harus bermanfaat bagi orang lain. Iman juga harus memberikan ketenangan dan kesehatan bagi sesama ketika kita berada dalam situasi seperti ini. Usaha kita untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona dengan tidak melaksanakan misa bersama sebagaimana anjuran para medis untuk mengambil jarak dari kerumunan dan keramaian orang itu juga adalah bagian dari iman kita.

Saya mengatakan bahwa satu saja pastor terkena infeksi, lumpuh seluruh pelayanan. Kita di paroki sudah dua imam saja, masih sering kesulitan melayani kebutuhan rohani umat karena begitu banyaknya permintaan umat. Maka kebijakan ini adalah untuk kebaikan kita bersama. Bukan hanya untuk kebaikan para umat saja tetapi juga kebaikan bagi para imam. Itulah beriman.

Yang paling penting sekarang bukan lagi kita memprotes atau menggugat kebijakan. Bukan lagi menyalahkan siapa yang menyebarkan virus corona dan menyalahkan virus corona sendiri, namun yang terbaik adalah berdoa kepada Tuhan seraya kita masing-masing pribadi membangun pertobatan yang selama ini menjauhkan Tuhan dari kehidupan kita, demikian ajakan saya kepada mereka.

Maka ketika kalian menanyakan kepada saya untuk apa kita beriman, jawaban saya agar nama Allah dimuliakan dan juga agar kehidupan kita semua menjadi bermanfaat bagi semua orang. Bahwa keputusan tidak ada misa bersama memang berat dan menyedihkan namun itu juga bagian dari iman karena untuk kebaikan kita bersama, jelasku.

Manila: 13-Maret-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update