-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Virus Hewani Racuni Bumi, Wabah Zaman, Untuk Ibu

Selasa, 17 Maret 2020 | 17:14 WIB Last Updated 2020-03-17T10:14:29Z
Virus Hewani Racuni Bumi, Wabah Zaman, Untuk Ibu
Fajriudin, Penyair dan penikmat sastra

Virus Hewani Racuni Bumi

Langit menggelap berat
Bumi getar mengarat 
Jiwa-jiwa layu merayap liar
Tubuh-tubuh panas bergumam tanpa sadar

Manusia berlidah buas
Sebab asal bio-ta lembut
Akibat prilaku sadis pada hewani
Polah watak sikap terendah
Prilaku liku sampah
hewan  membisa..
membusuk
meracuni bumi..

Prilaku sadis pada hewani,
kosongkan ladang dari kicau primata, 
keringkan sungai lautan dari hewan pengguninya..

Virus primata penuhi udara dengan biota lembut
hingga taburan virus ikuti udara
mengancam setiap nyawa..

Kurun menanda
Bumi langit tidak meramah tamah
Insan-insan mulai menghitung umur 
'entah sore-siang akan segera terkubur'..

Hingga..
Nafas-nafas terpenggal
Jari-jari meregang meracuni kehidupan

Virus menyampah kota desa
Hukum akibat lidah sadis tak bertulang
Bumi bermahkota insan tak meramah pada sesama
Nalar-nalar menyampah Lidah perut menyimpang dan menculas..!

Nafas nafas menvirus
bertaruh nyawa semua..

Resah ekpresi diri Jiwa merisau
Akibat alam yang terusik,
terkutuk,
obat tiada yang hebat,
terancam setiap jiwa..!

Tuhan ...
Inilah akibat prilaku busuk
Merusak
Mengotori semua
Kotor sepoi angin mentari
Limbah mengombak lautan
mengudara menyebar penuhi semua arah..

Tuhan ...
Semua jiwa tidak lagi mengerti
Bagaimana bumi kembali asri

Tuhan ...
Hidayahi langit bumi
Ingin hidup sejuta tahun lagi..!

Wabah Zaman

Meledak wabah penuhi udara zaman
Langit pekat membuta tanpa bicara
Mentari meredup tanpa mencerah
Angin galau meluas bawa wabah ke seantero bumi...

Zaman tergoncang
Kurun terancam
Insan meradang
linglung menyerah usai menghalaunya

Tali kedekatan insan terputus
Ikatan persaudaraan terpatri dalam satu kata..
"saling waspada dan menjauhi tanpa jemari kebencian"..

Di pagi yang dingin diam dalan sunyi
Zaman membising oleh celoteh nafas'nafas tersenggal.. 
Waktu hari membahas tema "corona" yang mengerikan...
Telinga-telinga tersipitkan 
terbawa nyawa melayang penuh duka tanpa dosa
Akibat ganasnya wabah.....

Cintai jiwa
Sanyangi diri
Kasihi hati
Jaga nafas dari udara pembawa wabah
Hadapi semua memasrah sebagai sapa Ilahi..
Waspadai..!

Untuk Bunda

"Atas Berkah Rahmat Allah SWT"..

Panji kalimat perekat
Pembuka pintu berokah
Dasar pijak insan berharkat
Capai insan negeri berkelas malaikat..

Bila panji menyanubari
Akan jadi pengawasan melekat
Karena sahdu akan keagungan Kuasa-Nya
Azab ingkari dan khianati setiap nikmat..

Panji "Idiologis" bagi bangunan negeri
yang humanis religiousiti
Dasar perjuangan
akbar
Panji berkobar lambang berkibar

Kumandang azan (jum'at 17 Romadhon/17 Agustus 1945) menjadi babak baru,
sahdu merdeka, dan tiada kata sikap yang menista insan persada...

Ya Allah...
Bernegeri demi mengabdi pada-Mu
Berbakti demi kasih rahmat sejahtera setiap hanba-Mu
Berjuang demi nurani hati dan bumi pertiwi berokah-Mu..

Tiada kata..
Tidak semestinya..
Tidak selayaknya..
Ingkari Hidayah abadi-Mu

Bicara apapun bernalar patriotis
adalah hak setiap darah pertiwi..
Jangan ingkari arti Ketuhanan
Usah khiabati makna kemanusiaan
Jangan khianati kebersamaan
Teguhkan makna kesatuan kehendak bersama penuh bijak hikmah..
Torehkan cita ketentraman, keadilan, dan kesejahteraan..!

Mengatasnamakan keyakinan "bebas"
Suatu kehendak mulya mengklaim "khianat"..
asal atas dasar palu hukum kelas malakut
Demi tegak panji-panji negeri..

Jangan kotori
dengan prilaku amoral (insting hewani)..
Merdeka berarti berdiri akhiri "penderitaan rakyat negeri"..
Merdeka berarti bersih suci dari penghambaan pada pragmatis..  
Harta tahta dan birahi sebagai juang naluri yang berwatak koloni..

Lupakah wahai segenap
Urat gerak bumi sepenuh hati tak luput dari penglihatan Tuhan..
Ikhlas dan pamrih diketahui Tuhan..
Manusia berhati malakut yang mengerti dan menyadari...

Bicaralah dan berjuanglah dalam pangkuan negeri..
Mengatasnamakan kemanusiaan sejati
Tegakkan nilai-nilai ketuhanan dan martabat insan pertiwi..

Merdeka...
Salam Proklamasi...!!

Kasih sayang dan kedamaian itu yang diutamakan
Bukan kerusakan dan penderitaan...!

Bahasa Berbait Santun dan Lisan Sorgawi

Kata adalah makna
Bahasa adalah doa
Kalimat adalah ekpresi jiwa
Ekpresi bahasa bermakna doa..
substantif
metaforik
konsepsional
logis
santun arif
bijak
tiada hujat fitnah
realistis
pennuh kasih dan cinta

Memakna kata sebagai dogma adalah apologis
Memakna kalimat secara liberal akan membuah hujat dan fitnah
Mengurai makna secara arif bijak dan substantif akan menghikmah doa

Kontruksikan makna dogma bahasa umpatan menjadi kemesraan
Bukan saling merendahkan
Satukan perbedaan dalam keserasihan..

Bahasa bijak ekpresi kasih sayang
Kalimat santun dan arif inti kemerdekaan insani
Bahasa dan kata yang tidak konsepsional
menunjukkan kerendahan diri 
Bahasa filosofis logis yang tidak realistis akan terjebak dalam nalar buslit/kebebasan..

Bahasa kalimat yang tidak teratur buyar kacau dan kosong hikmah
Bahasa yang teratur dan realistis penuh bobot makna..

Berbahasa realistis substantif bernada irama cinta..

"Air mata langit tidak bisa diatasi dengan lidah filosofis dan logika semata,
bisa diatasi oleh kebijakan yang meramah pada gerak air (luas wadah serapan dan lancar tidak terhambat ),
mengatasi dengan bermain lidah
berarrti nyulik mata bencelik,
dan air mata mengusik setiap mata"..!

Oleh: Fajriudin
×
Berita Terbaru Update