-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Yesus, Di Balik Terali; Ijinkan Aku Memandang dan Mendengarkan-Mu

Minggu, 29 Maret 2020 | 22:08 WIB Last Updated 2020-03-29T15:10:26Z
Yesus, Di Balik Terali; Ijinkan Aku Memandang dan Mendengarkan-Mu
Foto istimewah

Tak ada protes atau keluh meminta dibukakan pintu gereja. Tapi membuka hati untuk menerima kehadiran Yesus. Seperti orang yang sudah sekian lama tak bertemu dan merindukan pertemuan meski hanya melalui telp atau pesan sms atau mesenger, demikian juga ibu ini.

Kerinduannya pada Yesus, sepertinya sudah tak tertahan lagi. Meski ibu tahu bahwa pintu gereja tidak bisa dibuka karena akan mengundang orang lain untuk ikut masuk, tidak menjadi halangan baginya untuk mengobati kerinduannya bertemu dengan Yesus.

Ada rasa bersalah, kasihan dan sedih melihatnya. Tapi seperti kata Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma (8:8-11) yang menjadi bacaan kedua hari ini; “hidup dalam roh” menjadi kekuatan dan membuka harapan bahwa iman kepada Yesus tak mengenal ruang dan waktu. Entah hanya mengikuti misa melalui live atau seperti yang ibu lakukan ini bahwa pengorbanan untuk kebaikan bersama adalah Ekaristi yang menjadi santapan rohani bersama.

Saya menyadari bahwa dengan memposting foto ini, “mungkin” akan ada banyak protes mengapa tidak diijinkan masuk dan lain sebagainya. Tapi seperti yang sudah saya katakan bahwa sayapun merasa bersalah, merasa sedih namun sayapun mengetahui kebiasaan dan budaya mereka jika satu diijinkan maka akan ada gelombang protes dan menimbulkan kekacauan maka hidup dalam roh dan bukan dalam daging (keinginan dan kehendak pribadi) menjadi jalan untuk mengekang kehendak pribadi seraya membuka hati bagi Yesus.

Selama misa saya kehilangan konsentrasi karena perasaan sedih dan kasihan yang berkecamuk. Maka untuk mengobati rasa “bersalah” sekaligus rasa rindu ibu ini saya memanggil anak muda yang menyoting misa secara live; “sampaikan pada ibu itu, setelah misa saya akan memberikan komuni kepadanya walau hanya melalui terali pintu gereja”. Artinya saya dari dalam memberikan Tubuh Kristus kepadanya yang berdiri di luar tepat di pintu masuk gereja.

Setelah memberikan komuni kepada ibu itu, sang ibu mengatakan kepada saya terimakasih padre, walaupun tidak menerima komuni saya sudah senang bisa memandang dan mendengarkan Yesus meski dari luar. Ya padre sebagai Katolik yang baik kita harus taat aturan memberikan harapan kepada semua. Jika sungguh mengimani Yesus maka meski ikut misa live di rumah, atau di luar seperti saya, Yesus selalu hadir menemani.

Terimakasih banyak atas pengertiannya bu, jawabku.

Manila: 29 Maret 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update