-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ANTARA MUDIK DAN PULANG KAMPUNG

Kamis, 23 April 2020 | 19:58 WIB Last Updated 2020-04-23T12:58:19Z
ANTARA MUDIK DAN PULANG KAMPUNG
Ricky bersama sang kekasih

Mudik, akronim dari "mulih dilik". Etimologi kata itu, bahasa Jawa yakni Ngoko. Ngoko artinya pulang sebentar. Pulang sebentar, merujuk pada tempat (rumah) sendiri atau rumah orang lain. Jadi, sebutan mudik, ditujukan kepada siapa saja yang pulang sebentar dari tempat ia bekerja (menetap bekerja) ke daerah tertentu. Pulang untuk kembali bekerja, adalah sebuah kepastian. Pasti akan kembali bekerja. Orang akan pulang hanya untuk mengunjungi, suka cita bersama. Dalam terang etimologi, mudik pada awalnya, bukan merupakan sebutan khusus untuk lebaran.

Namun, di kemudian hari, kata mudik mengalami proses gramatikal. Ada pergeseran makna awali yakni mudik dikaitkan dengan aktivitas perantau yang pulang kampung dan hanya pulang dalam kurun waktu singkat. Aktivitas pulang dalam waktu singkat dominan dilakukan pada saat Lebaran, Natalan dan hari besar lainya. Karenanya, setiap aktivitas pulang kampung saat lebaran atau natalan hanya dalam kurun waktu singkat disebut mudik. Mudik agak berbeda pengertian dengan pulang kampung.

Pulang kampung, tidak terpaut kurun waktu. Pulang untuk menetap di kampung. Kembali ke daerah asalnya, dan tidak akan kembali ke tempat sebelumnya. Ilustrasinya seperti ini : Elfridus berasal dari kampung Ruteng. Ia pergi merantau ke Jakarta. Di jakarta ia bekerja. Karena ada beberapa masalah di jakarta Elfridus pulang kampung. Setelah sampai di kampung Ruteng, Elfridus menetap dan tidak akan pergi lagi ke jakarta. Dalam ilustrasi Elfridus ini, aktivitas pulangnya, tidak bisa disebut mudik. Lebih tepatnya, pulang kampung.

Sebenarnya, perbedaan aktivitas mudik dan pulang kampung, terletak pada durasi waktu dan motivasi. Sebagai sebuah motivasi, aktivitas mudik bertujuan merayakan suka cita, mengunjungi dan bertegur sapa. Sementara pulang kampung, bertujuan untuk menetap di kampung.

Barangkali kita perlu menggunakan istilah mudik dan pulang kampung secara benar. Sesuai dengan konteks.

Oleh : Ricky Rikard Sehajun
Penulis adalah alimnus STF Widya Sasana Malang, Jawa Timur. 
×
Berita Terbaru Update