-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ATAS NAMA KASIH : Kasih yang Menyakitkan Hati

Kamis, 23 April 2020 | 20:20 WIB Last Updated 2020-04-23T13:21:28Z
ATAS NAMA KASIH : Kasih yang Menyakitkan Hati
 Rm. Edigius Menori, Pr

Oleh : Rm. Edigius Menori, Pr

Seorang anak mau dioperasi. Dokter memintanya utk puasa. Setelah beberapa jam berpuasa anak ini merasa lapar. Dia lalu meminta ibunya yang ada di sampingnya makanan  untuk mengisi perutnya yg kosong. Karena sayang pada anaknya, dan berharap supaya anaknya cepat sembuh, ibu menghibur anaknya supaya bersabar. 
Anak ini terus merengek dan memarahi ibunya. Dia menuduh ibunya tidak peduli dengan  kebutuhan dan penderitaannya.
Dia melihat di dekatnya tersedia makanan yang dia butuhkan, tetapi dia marah karena ibu tidak menyuapnya. Dengan suara agak lemah dia berujar, "ibu jahat, ibu jahat". 

Sang ibu sempat meneteskan air mata. Hatinya teriris, tak tega melihat penderitaan anaknya. Tapi dia tahu ini untuk kebaikan anaknya. Ibu percaya dokter punya niat baik dan tidak bermaksud menyiksa atau menyengsarakan anaknya. Meskipun demikian penderitaan anaknya membuat hati sang ibu gelisah, apalagi  dokter tak kunjung datang.

"Ibu, ibu! Aku sayang Ibu" suara itu sangat lembut, "ini permintaanku yg terakhir". 

"Nak sayang, ibu menyayangimu. Sabarlah nak". 

"Tapi dokter tidak menyayangi kita, ibu," lalu anak itu memejamkan matanya sambil menarik napas panjang dan menghembusnya dalam-dalam. 

"Dokteerrr dokteeerrrr, anakku, tolong anakku!" Teriak ibu memanggil dokter. Ibu begitu yakin kalau itulah hembusan nafas terakhir dari anaknya.

Perawat dan dokter bergegas mendekati sang anak. Dokter keluar dan tak muncul lagi. Para perawat pucat pasi. Ibu dan sanak keluarga berteriak histeris. Anak kesayangannya harus pergi tuk selamanya. Kepergian yang menyakitkan hati, semua atas nama kasih.

(Silakan jawab, apa itu kasih? Benarkah tuduhan anak, "ibu jahat?" Adakah kasih dalam penderitaan?)

*) Romo Diosesan Keuskupan Ruteng
×
Berita Terbaru Update