-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bu Sri Mulyani Kepada Tukang “Nyinyir”

Kamis, 16 April 2020 | 22:11 WIB Last Updated 2020-04-16T15:11:30Z
Bu Sri Mulyani Kepada Tukang “Nyinyir”
Sry Mulyani

Di negeri ini kita lahir,
Di negeri ini kita berbakti,
Kita memberikan yang terbaik.

Di negeri ini kita nanti akan meninggal
Dan meninggalkan nama
Semoga namanya juga nama baik
(Bu Sri Mulyani)

Di tengah perjuangan kita semua bersama pemerintah melawan penyebaran wabah covid 2019, masih saja ada orang yang muncul sok pahlawan dengan argumentasi hebat soal ekonomi Indonesia di tengah wabah covid padahal mereka sendiri tidak memiliki data dan perhitungan valid soal ekonomi Indonesia di tengah guncangan wabah covid 2019.

Bahkan ada juga dengan bahasa yang halus menuding pemerintah yang menakuti masyarakat dengan pasal penghinaan seakan pada zamannya tidak ada warga yang dipenjara meskipun dihina. Padahal ada juga tuh yang dipenjara dengan pasal penghinaan.

Saya percaya bahwa pak Jokowi dan jajarannya tidak anti kritik. Siapapun juga pasti marah ketika dihina. Sudah berapa ratus kali pak Jokowi dihina, dibully bahkan dalam keadaan berduka sekalipun Beliau dihina. Siapapun kita termasuk pak Jokowi bukan malaikat berhati mulia. Kita manusia yang merasa terluka dan tersakiti. Namun apakah pak Jokowi marah? Atau baperan seperti sang penulis surat hanya menunjukan rasa baper; “lihat pada pemerintahan saya selama 10 tahun sedikit sekali yang saya hasilkan termasuk beberapa album lagu dan pada zaman saya ada juga yang dipenjara karena menghina saya sebagai presiden kala itu”.

Kritik diperlukan namun kritik yang solutif, yang memberikan solusi bukan kritik karena sakit hati yang jatuh pada ujaran kebencian namun selalu berdalih membela diri bahwa pemerintah perlu dikritik sebagai penyeimbang. Kritik dengan solusi adalah penyeimbang, namun kritik tanpa solusi adalah perusak.

Presiden Pilipina (Duterte) mengatakan bahwa dalam situasi hari ini di mana seluruh bangsa di dunia berperang melawan covid, kendalikan sejenak kritikan tanpa solusi karena yang dibutuhkan oleh bangsa hari ini adalah dengan memberikan solusi. Jika tak mampu dan tidak bisa memberi solusi berupa bantuan bagi sesama warga, berikanlah solusi dengan tetap berada di rumah, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga social distancing.

Dengan tetap stay at home, menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga social distancing, kalian telah menjadi solusi yang memotong penyebaran wabah covid 2019, imbuhnya.
Senada dengan pernyataan Duterte, tepat juga yang disampaikan oleh Bu Sri Mulyani. Dalam situasi hari ini bukan keegoisan dan sakit hati yang dikedepankan. Bukan rasa iri yang diperjuangkan dan dipertontonkan. Karena masalah hari ini bukan masalah pemerintahan pak Jokowi, tapi masalah kita semua sebagai anak yang lahir di negeri tercinta ini.

Jika saja ada orang atau sekelompok orang dan sekutu sakit hati yang suka nyinyir tanpa kerja di tengah duka bangsa bersama menyadari bahwa nyinyir mereka hanya menunjukan bahwa mereka bukan lahir di negeri ini, bahwa nyinyir mereka tak sedikitpun memberikan dampak bakhti bagi negeri ini, bahwa dengan nyinyir tanpa kerja tidak memberikan yang terbaik bagi negeri ini, sekaligus tidak meninggalkan nama yang baik, maka cukuplah DIAM di rumah, RAJIN mencuci tangan, SELALU menggunakan masker dan HIBURLAH diri dengan menyanyi, jika tak bisa menyanyi tidurlah dan bermimpilah indah.

Karena yang dibutuhkan oleh kita semua hari ini adalah BAKTI kita sebagai sebuah prasasti yang mengukir indah nama baik kita dan bukan sekedar suara sumbang yang meresahkan masyarakat. Salam Berbakti.

Manila: 16-April-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update