-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Claudia Procula, Istri Pilatus: "Papa, Saya Sangat Menderita!"

Rabu, 15 April 2020 | 15:57 WIB Last Updated 2020-04-15T08:57:26Z
Claudia Procula, Istri Pilatus: "Papa, Saya Sangat Menderita!"
Ilustrasi: normantis

Dari kisah pengadilan & penyaliban Yesus, ada satu tokoh yang muncul satu kali, yaitu istri Gubernur Pontius Pilatus. Perannya berhasil mencuri perhatian saya saat perayaan Paskah di rumah pada masa self karantina virus corona ini. Kenapa? Karena ia sepertinya menjaga jarak dengan suaminya ketika suaminya tampil di kerumunan banyak orang di ruang pengadilan, di pelataran kantor Gubernur itu di kota  Yerusalem. Hanya penulis injil Mateus yang mencatat tentang dia (Mat.27:19). Jika zaman itu ada HP, istrinya itu mengirim pesan via WA kepada suaminya Gubernur Pilatus yang sedang duduk di kursi pengadilan itu, yang dalam bahasa sehari-hari zaman now kira-kira sbb:

"Papa...  papa e, semalam saya bermimpi ka... dan karena mimpi itu ka papa, saya menderitaaaa...sekali, hingga detik ini. Mimpi itu papa, bahwa Yesus itu orang benar, ia tidak bersalah. Papa e... Saya mohoooon... jangan kau campuri urusan penghakiman itu kaa.. tolooongg.... "
Pilatus membaca wa itu. Tapi ia tetap melakukan gelar proses perkara, sampai pada akirnya ia tidak menemukan kesalahan apapun pada Yesus. Atas keputusan itu, rakyat tidak menerimanya. Selanjutnya mereka melakukan penyiksaan hingga Yesus mati di kayu salib. Sebagai pernyataan pembebasan dirinya dari hal itu, sang gubernur melakukan sesuatu yang terkenal dengan sebutan "cuci tangan Pilatus".

Siapakah istri Pilatus?

Istri Pilatus, dia yang "sangat menderita dalam mimpi" (Mat. 27:19), dan karenanya berusaha mencegah eksekusi terhadap Yesus. Menurut tradisi, dia adalah seorang yang menjadi pemeluk agama baru, namanya Klaudia Pyokula. Walaupun tidak diketahui asal-usulnya, tradisi bahwa dia menjadi orang Kristen sama tuanya dengan zaman Origenes. Gereja Yunani telah menyatakan dia sebagai orang kudus. Ada yang menafsirkan mimpinya sebagai campur tangan ilahi, sementara yang lain menafsirkannya sebagai kesan dari roh jahat, yang berusaha menghalangi kematian sang Juruselamat, dan yang lain lagi menafsirkannya sebagai refleksi tak sadar mengenai minatnya pada cerita-cerita yang membuat dia menghormati Yesus. (sumber : alkitab.sabda.org)

Di sumber lain, Wikipedia, tertulis sbb : Istri Pontius Pilatus (bahasa Yunani: Πιλᾶτος (Pilatus), γυνὴ αὐτοῦ (istrinya); bahasa Latin: uxor Pilati; hidup sekitar abad ke-1) adalah tokoh tak bernama dalam Perjanjian Baru, di mana ia muncul dalam sebuah ayat tunggal dari Injil Matius. Dalam tradisi Kristen kemudian, ia dikenal sebagai Santa Procula (juga disebut Proculla atau Procla), Santa Claudia, Claudia Procles atau Claudia Procula. Legenda dan kesusastraan Kristen mengambil anekdot besar tentang istri Pilatus dalam Perjanjian Baru.

Siapa Pontius Pilatus? “Dalam tradisi Kristen, Pontius Pilatus selamanya dikaitkan dengan satu peristiwa itu,” Warren Carter—Guru Besar Perjanjian Baru di Brite Divinity School di Fort Worth, Texas, menulis dalam bukunya Pontius Pilate: Portraits of a Roman Governor (Liturgical Press, 2003). Pilatus “menggunakan kekuatan sebagai gubernur yang menentukan hidup dan mati seseorang untuk mengeksekusi Yesus dari Nazaret di Yerusalem sekitar tahun 30.” (sumber: satuharapan.com)

Pada suatu malam Paskah di Denpasar 3(tiga) tahun lalu, saya bergabung sebagai anggota koor, dan oleh dirigen saya ditugaskan untuk nyanyi solo memimpin doa Litani. Petugas malam itu, koor dll, adalah Ikatan Keluar Manggarai Bali, perayaan bertempat di gedung gereja Immanuel asrama TNI AD Udayana. Namun setelah saya cek di daftar santo santa yang akan saya nyanyikan tidak tercantum nama Pilatus dan Claudia istrinya. Padahal saya pingin! Saya paham, mungkin Bapa-Bapa Gereja Katolik mempunyai pertimbangan tersendiri dan matang untuk hal tersebut.

*** selamat Paskah

Oleh: Jon Kadis
×
Berita Terbaru Update