-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Derita Tak Menghalangi Untuk Berbagi

Rabu, 15 April 2020 | 15:23 WIB Last Updated 2020-04-15T08:23:54Z
Derita Tak Menghalangi Untuk Berbagi
Pater Tuan Kopong bersama umat 

Dua minggu yang lalu dan semalam ketika mendengar presiden Duterte berbicara untuk rakyat Pilipina terkait covid 2019 yang salah satu pointnya adalah bagaimana masyarakat dan pekerja kelas menengah kebawah bisa tetap makan dan bertahan hidup serta ekonomi bangsa tidak terpuruk maka direncanakan menjual aset negara untuk membantu rakyat miskin dan pekerja kelas menengah, saya merinding.

Yah dampak covid 2019 yang berujung dengan lockdown namun tingkat pasien yang positif corona sudah mencapai lima ribu lebih dan angka kematian sudah pada angka tiga ratusan lebih membuat pemerintah Pilipina untuk berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dari keterpurukan termasuk menjaga ekonomi bangsa tidak jatuh dalam krisis.

Membaca kondisi hingga hari ini, adalah tidak mungkin lockdown akan diperpanjang entah sampai kapan. Dan itu berarti pemerintah harus siap mengeluarkan dana yang begitu besar untuk membantu kehidupan dan ekonomi rakyat kecil jika tidak menginginkan sebuah tragedi susulan yang lebih parah yaitu berupa aksi massa yang berujung pada penjarahan dan lain sebagainya. Tentunya kita semua tidak mengharapkan lockdown diperpanjang dan tragedi berupa penjarahan tidak akan pernah terjadi.

Meminjam ke bank dunia sudah dilaksanakan. Artinya dengan pinjaman itu maka utang negara Pilipina semakin meningkat. Keuangan negara sekitar ratusan juta piso digelontorkan untuk dibagikan kepada masyarakat miskin dan pekerja kelas menengah. Itu artinya ditengah himpitan utang yang besar, kas negara pun ikut mengalami defisit.

Melihat kenyataan ini, maka Gereja Pilipina yang dengan segala keterbatasan dan kekurangannya mengajak semua paroki di seluruh keuskupan untuk bergerak bersama membantu masyarakat kecil di masing-masing paroki.

Gereja menyadari bahwa covid 2019 ikut memberikan dampak buruk bagi pelayanan Gereja, namun tak ada kata akhir dari sebuah penderitaan ketika masih ada ruang untuk menegakkan pengharapan. Dalam keterbatasan dan penderitaan itu Gereja dengan segala cara mengusahakan agar kondisi spiritual dan jasmani umat dan masyarakat tetap terjaga. Maka meskipun “terpuruk” tidak menjadi alasan untuk bangkit dan berbagi.

Ya tepat yang dikatakan Kardinal Tagle; “KEMATIAN TIDAK AKAN PERNAH MENJADI KATA TERAKHIR DARI KEHIDUPAN, KETIKA SETIAP DARI KITA MEMBUAT SEBUAH RUANG BAGI PENGHARAPAN” yang salah satunya adalah dengan berbagi.

Manila: 14- April-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update