-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dia Punya Rahim, Salam Kebangkitan, Aku Misa Sendiri? (Puisi-Puisi Karya Romo Kardiaman Simbolon, OCarm)

Senin, 20 April 2020 | 21:55 WIB Last Updated 2020-04-20T14:55:13Z
Dia Punya Rahim, Salam Kebangkitan, Aku Misa Sendiri? (Puisi-Puisi Karya Romo  Kardiaman Simbolon, OCarm)
Gambar Tuhan Yesus: facebook

Rm. Kardiaman Simbolon, OCarm

Dia Punya Rahim

Rahim itu milik perempuan,
namun padaMu Bapa, kukenakan.
Kusebut Kau maharahim selalu.
RahimMu, tempat paling agung bagiku,
Sbab di sana, Kau bungkus semua manusia;
bahkan juga segala dosanya.

Oh...Rahim yang kekal,
di sana jiwa hidup penuh bekal;
mengada bukan sembilan bulan saja,
Sbab itu bukan rahim perempuan biasa.
RahimMu, kupercaya tukku selamanya.
Maharahim adalah hakekat dan sifat Bapa.

Hari ini kurayakan Minggu Kerahiman.
Itulah perayaan kehidupan, keselamatan.
Ku tak dapat bertahan hidup tanpanya,
sebab tak seorang pun hidup tanpa dosa.
Dalam rahim itu, Kau pelihara jiwa penuh dosa,
dalam Darah Cinta pada yang Kaucipta.

RahimMu tempat paling indah,
melebihi bunga, lampaui rumah mewah;
Kerahiman sifat ilahi termulia,
membuat jiwa hidup bersuka bak anak belia.
Hari-hari memanja penuh ceria,
Sgala musim menyanyi suka tiada tara.

Oh...Rahim yang ilahi,
Tempat jiwa menemukan cinta tak bertepi
Ku tak ingin keluar dari sana,
Ku tak ingin lahir dalam lara nan fana.
Aku mau tetap lelap disana selamanya,
terbungkus dalam Darah dan DagingNya.

Selamat Hari Minggu Kerahiman.
Jakarta, 19 April 2020

Salam Kebangkitan
Salam sukacita ....

Saudara/i ku terkasih;
Walau kita sedang di tengah pandemi,
bosan dan menderita di rumah saja,
menangis melihat banyak sudah pergi,
Bahkan takut virus corona menimpa,

Tidaklah berkurang sukacita kita,
Tidaklah padam kemeriahan paska,
Sebab Kristus bangkit dari kubur
Tuk kalahkan maut hingga hancur lebur

Selamat Paskah2020
Hari Raya Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus
Salam dan Berkat;

Aku Misa Sendiri?
Part 3: -habis-

Apakah hari-hari ini aku misa sendiri?
Itu tak mungkin pernah terjadi;
Jika kau mengerti makna ekaristi.
Bersama sluruh umat disana dirayakan inkarnasi;
didalamnya korban salib dihadirkan kembali.
Aku tak pernah merayakannya sendiri.

Sungguh ku tak pernah sendiri dalam perayaan ekaristi.
Walau tanpa alunan musik dan paduan suara mengiringi,
aku tetap mendengar suara umat bernyanyi,
dalam hening yang tersembunyi.
Aku mendengarnya justru semakin indah,
karna menyatu dalam dentuman nada para kudus Allah.

Sungguh, dalam misa ku tak pernah sendiri,
Dia dan umatku hadir bersamaku dalam sunyi;
bersatu dalam perayaan penuh misteri.
Aku merayakannya bersamamu, hai umatku,
sebab Ekaristi ini bukan hanya untukku,
tapi untuk jiwa yang menderita, merindu sepertimu.

Yesus sungguh hadir dalam Ekaristi,
kehadiran-Nya tersembunyi dalam anggur dan roti.
Ah...kehadiranNya melampaui akan budi.
Ia hadir secara nyata namun tersembunyi.
Disanalah kau rasakan dan kau pandang Sang Ilahi.
Hai umatku, kau selalu bersamaku setiap ekaristi.
×
Berita Terbaru Update