-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hanya di Indonesia, Keegoisan Lebih Kejam dari Covid 2019

Jumat, 03 April 2020 | 19:34 WIB Last Updated 2020-04-03T12:34:16Z
Hanya Di Indonesia, Keegoisan Lebih Kejam dari Covid 2019
Foto: kompas.com

Saya heran, maaf, mengapa sebagian oknum masyarakat Indonesia begitu egois hingga mengalami kematian nurani dan kemanusiaan di tengah penyebaran wabah covid 2019 yang terus memakan korban.

Maaf hanya di Indonesia di mana sebagian oknum masih bisa “tertawa” di atas penderitaan dan duka serta kematian korban covid 2019. Hanya di Indonesia di mana sebagian oknum yang menjadikan tragedi covid 2019 sebagai kesempatan untuk menghina, menjatuhkan, dan mempersalahkan bahkan menggugat dan mengadili seorang pak Jokowi yang adalah presiden Indonesia.

Hanya di Indonesia di mana semua rakyat Indonesia berada dalam duka dan kecemasan karena wabah covid 2019, masih saja ada oknum yang menggunakan kesempatan ini untuk mempertontonkan kesempitan cinta diri atau keegoisan untuk menuntut hak mereka, di tengah duka sekian banyak rakyat Indonesia yang terus berjuang bersama pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah covid 2019.

Kalian merasa rugi dengan usaha kalian dengan mempersalahkan dan mengadili pak Jokowi? Ei bro...tersebarnya wabah covid 2019 tidak pernah dijadwalkan atau ada pengumuman sebelumnya oleh covid; “pak Jokowi saya mau bertamu di Indonesia” Tidak ada!!

Kalian merasa rugi karena tidak bisa berusaha. Apa kalian saja? Ei bro jangan sok merasa diri paling rugi. Wabah covid ini persoalan dunia dan persoalan seluruh rakyat Indonesia. Para dokter, perawat dan relawan medis yang menjadi pahlawan terdepan mencegah penyebaran wabah covid hingga meninggal dunia; “apakah kemudian anak, istri, atau suami dan keluarga mereka memprotes dan menggugat pemerintah”?

Kalian merasa rugi dan sebagai yang paling susah di negeri ini karena covid 2019? Lantas para pedagang kaki lima yang terpaksa tidak berjualan, para pekerja kontrak dan karyawan perusahaan yang diliburkan serta para mahasiswa dan anak-anak sekolah yang harus belajar dari rumah, apakah mereka juga protes dan menggugat? Stop untuk mencari kesalahan. Tetapi bertanyalah pada diri kalian, sejauh mana sumbangan nyata dan kemauan kalian mengikuti anjuran pemerintah dan medis untuk mencegah wabah covid-19?

Dengan menggugat pak Jokowi, kalian sedang mempertontonkan kepada kami bahwa teriakan lockdown kalian yang tidak ditanggapi oleh pak Jokowi, maka dengan cara menggugat pak Jokowi ada harapan agar lockdown yang kalian teriakan dikabulkan oleh pak Jokowi. Namun saya yakin pak Jokowi adalah presiden Republik Indonesia dan tidak hanya presiden kalian maka tidak akan pernah ada lockdown yang diinstruksikan oleh pak Jokowi.

Caranya khan hampir sama seperti hasil pilpres tahun lalu. Awalnya tidak mau mengguggat dan menggugat lewat jalanan untuk pembohongan opini. Karena gugatan jalanan tidak digubris, ujung-ujung ke pengadilan yang berujung kekalahan.

Demi keegoisan politik kalian, sampai kalian mempertontonkan ketidakwarasan nurani kalian dengan menggugat pak Jokowi tanpa memikirkan perasaan mereka yang sakit, para dokter, perawat dan relawan medis yang berjuang mempertahankan nyawa banyak orang sampai nyawa dan keluarga mereka sendiri tidak mereka pikirkan.

Menggugat pak Jokowi di tengah perjuangan dan kerja keras bersama semua orang yang berkehendak baik untuk mencegah dan melawan wabah covid 2019 adalah sebuah pertunjukan keegoisan yang telah mematikan nurani kemanusiaan. Dan itu hanya di Indonesia yang dilakukan oleh pihak oknum.

Manila: 03-April-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update