-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hosana Minggu Palma Tanpa Tetapi

Minggu, 05 April 2020 | 13:45 WIB Last Updated 2020-04-05T06:45:54Z
Hosana Minggu Palma Tanpa Tetapi
Ilustrasi: gemaliturgi

Pada tahun 33 M orang Yahudi bersorak-sorai dalam sukacita yang luar biasa mengiringi Sang Raja Pembebasnya menuju kota Yerusalem. Peringatan itu dirayakan tiap tahun hingga kini dalam suasana hosana gembira. Tulisan saya ini bersumber pada kotbah-khotbah pastor yang pernah saya dengar, juga dari beberapa literatur yang pernah saya baca. Saya umat awam biasa. Dari bahan simple itu saya menarasikan kembali sebagai berikut.

Manusia yang bersorak-sorai, gegap gempita, sukacita mengagungkan Sang Raja Kebenaran pada Minggu Palma adalah manusia yang sama yang menyalibkan-Nya. Sedikit saja yang tersisa hingga berada di bawah kaki salib dan saat penguburan jenazah.

Sempat massa kalangkabut ketika sedetik setelah Sang Kebenaran menghembuskan nafas terakhir, karena tiba-tiba terjadi gempa bumi yang dahsyat dan langit gemuruh memerah seolah bintang-bintang dan planet berjatuhan, sistem fisika alam semesta goncang.

Tapi kalangkabut terswbut berubah menjadi terkejut ketika jenazah Sang Raja Hati itu bangkit hidup kembali pada hari ketiga setelah penguburannya.

"Ada Tetapi"

Ada lagi 'tetapi' baru dari para lawannya, dalam cerita bohong bahwa bukan Yesus yang disalibkan tetapi orang lain, karena Yesus sendiri melejit masuk surga. Lanjut rekayasa itu, 'tidak ada kebangkitan!'. 

Tetapi... fakta argumentasi para saksi tak bisa terbantahkan. Yesus mati di kayu salib, dimakamkan dan bangkit pada hari Paskah. Pekikkan hosana Putra Daud tidak sirna dan Halleluya Paskah bergemuruh mengisi dunia hingga hari ini sampai akir zaman. Kebenaran pada akirnya menang! 'Kemenangan' (dalam tanda kutip) para penjahat dan penipu hanya sementara.

Tetapi yang 'Tidak Ada Tetapi'

Tetapi... 'tidak ada tetapi baru' lagi sebagai rekayasa baru, ketika Sang Kebenaran itu mau tinggal dalam hatinurani manusia melalui Roh Kudus-Nya saat Pentakosta. Ia Immanuel, Tuhan tinggal di antara kita.

Dia memang Allah yang kudus, kudus dan berkuasa, kudus dan kekal .. tak ternoda.. Ia memiliki 'kasih yang maha', Maha Rahim kepada manusia ciptaan-Nya.. maka yang dibutuhkan adalah pertobatan. Oleh karena itu, kita memohon kerahiman-Nya, 'kasihanilah kami dan seluruh dunia.

Anda percaya dan yakin Yesus adalah Sang Kebenaran yang tinggal di hatinurani? Juru Selamat atas  ke-kalangkabut-an? Jika 'ya'.. jangan ada kata TETAPI.

* sambil ngopi pagi rasa Minggu Palma dalam kesunyian self karantina virus corona

Oleh: Jon Kadis
×
Berita Terbaru Update