-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hujan Pertama Januari, Wanita di Pojok Kamar, Doa Mengingat Kenangan, Mata Sopihia

Sabtu, 04 April 2020 | 21:36 WIB Last Updated 2020-04-04T14:46:51Z
Hujan Pertama Januari, Wanita di Pojok Kamar, Doa Mengingat Kenangan, Mata Sopihia
lustrasi: googleI

Hujan Pertama Januari

Aisya anak si tukang dokar 
Seperti malam yang terlanjur kantuk dalam kepalaku
Di luar hujan pertama bulan Januari
Jendela kaca yang belum kelar dengan hujan di luar halaman rumah
Buatku  jatuh hati tepat pada tatapan pertama kedua mataku yang malu-malu melirik 
pada bulan matamu yang teduh
Remang lampu kamar sepih sekali pikiranku  dalam kepala 
Sepertinya mabuk cinta pada kasmara tatapan pertama yang lugu  
dengan malu-malunya
memikirkan hati yang jatuh pada tatapan anak si tukang dokar

Aisya dua lesung pipinya
Gadis dengan rok setengah 
Kunang-kunang yang nyangkut di kepalaku malam ini
Melanda saat  pikirku Tuhan sudah tertidur

Aisya gadis malam ini dalam pikiranku
Malam kantukku di kepala sebelum meniduri ingatan 
Hanya doa Tuhan yang nyankut di kepalaku
Tatapan yang jatuh tepat pada mataku yang malu-malunya melirik
saat teduh hujan bulan Januari 
Puisiku  sudah kuberi judul ”Cinta pertama yang lugu” dengan gadis bermata teduh 
dua lesung pipi anak si tukang dokar

Mata Sopihia

Wanita yang kucumbui dalam doa pagi yang susut pada ingatan
Setelah gerimis minggu pertama Desember
Malam yang dingin di ubun-ubun kepala 
Desahku memuncak
Membanjiri ingat-ingatan yang merimbun di isi doaku
Ah, memoria
Aku tersesat dalam cantik bulan mata puisinya
Sabab isi kepalaku kehabisan kata

Wanita di Pojok Kamar

Mariam,
Wanita dengan sinar rembulan pada ceruk matanya
Diam di pojok kamarku
Ia wanita ramah setiap kali kami melempar pandang
Sejenak aku berpikir bahwa aku jatuh cinta
Saat kata hatiku patah-patah merapalkan sebait puisi untuknya bila malam tiba
Ave Maria, gratia plena Dominus tecum 
Benedicta tu in mulieribus et benediktus fructus ventris tui Jesus 
Amen”

Doa Mengingat Kenangan

1//
Tuanku yang elok parasnya di kaca jendela kamarku
Mereka bilang rindu pada jarak yang terlampau jauh 
Adalah sepah kopi malam kemarin yang menyimpan belati
Apalagi kalau menggantung rindu pada mata melati yang
lebih suka mendua memandang
Kelain tatapan

2//
Salahkah bila kakanda masih menimbun rindu
Sambil mengukur jarak yang terlampau jauh
Toh mengingat dalam kepala sama dengan
menimbun kenang-kenangan dan jarak adalah 
pratanda yang tidak mendustai rindu

3//
Tuanku yang masih saja setia di kaca jendela kamarku
Kalau memang berat kakanda harus merindu pada jarak
yang adalah belati dalam kepala
Atau hati serupa lama menanti hujan di musim kemarau yang panjang
Tolong tuan, ajarkan kakanda apa doa yang paling manis untuk
mengingat kenangan

*) Itho Halley. Lahir di Magepanda, 24 Agustus 1998. Pernah bergiat di kelompok Sastra Kotak Sampah, Nenuk. Sekarang tinggal di unit Mikhael, Ledalereo.
×
Berita Terbaru Update