-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ISU PAKET TITIPAN, PERSEPSI INDIVIDUAL & POLITIK GAGASAN

Minggu, 26 April 2020 | 17:36 WIB Last Updated 2020-04-26T10:36:29Z
ISU PAKET TITIPAN, PERSEPSI INDIVIDUAL & POLITIK GAGASAN
Ilustrasi: blog pristiwa13mei1969

Oleh: Dr. M. Mantovanny Tapung

Persepsi individual dan kreasi imajinasi yang vulgar dengan nir-data dan minim analisis faktual tentang isu PAKET TITIPAN, sepertinya menggambarkan bahwa kita belum berani bergerak (move on) dari pendekatan politik konvesional yang minim gagasan. Alhasil, ketika kehilangan gagasan, cara-cara barbar pun muncul. Kita tentu harus berupaya menangkal kecenderungan ini dengan tetap mengedepankan demokrasi yang etis. Dalam hal ini, tugas bacabup dan bacawabup harus berani memberi penyadaran kepada timsesnya berikut simpatisannya terkait perilaku tidak sehat dalam membangun demokrasi di Manggarai ini.

Mengapa isu ini harus ditepis dan dimurnikan? Ada beberapa alasan. Pertama, bangun narasi 'titip menitip' saja sudah tidak benar sejak awal ketika tidak berdasarkan data teruji. Kedua, kontruksi narasi seperti ini akan membawa demokrasi pada kecacatan permanen yang sulit disembuhkan. Apalagi kalau itu digunakan semata-mata untuk mendapatkan kekuasaan. Ketiga, mari kita 'naik kelas' dengan mengemukakan politik gagasan tentang membangun Manggarai. Kita berkolaborasi dalam membangun gagasan, sehingga siapa saja yang memimpin nanti, bisa mengadopasi gagasan bersama tersebut.

Saya berpikir, kalau bijak dan kritis dalam berselancar, medsos sebenarnya bisa digunakan untuk menelisik dan menginformasikan kepada publik (khusus pemilih rasional) sejauh mana paket mendiseminasikan program-programnya dalam membangun Manggarai, termasuk yang sudah dilakukan dan akan dilanjutkan. Saya kira ini bisa sangat membantu masyarakat untuk memahami arah dari cabup dan bacawabup dalam membangun Manggarai ke depan. Hal ini dianggap lebih elegan dan cerdas dibanding hanya mengumbar tagline/branding saja.

Dalam bangunan politik peradaban, perlu disadari politik etis bersahabat kandung dengan politik gagasan. Dalam politik etis gagasan, strategi benar dipakai untuk mencapai kemenangan, tetapi lebih dari itu, bagaimana gagasan-gagasan yang dibangun bersama itu dipakai oleh siapa saja yang akan menjadi pemenang. Kemenangan itu bukan pada siapa yang memimpin, tetapi gagasan bersama mana yang akan dijalankan. Ini lebih baik daripada kita terjebak terus pada persepsi infantil bahwa politik hanya kalah dan menang. Karenanya, mari bersama mengedepankan gagasan dalam kandidasi politik kali ini, agar naik kelas.

Persepsi induvidual berikut infantil bahwa politik hanya soal strategi kalah dan menang akan membawa kita pada pragmatisme kekuasaan dan berakibat pada upaya menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Membangun demokrasi yang dewasa berarti harus berani keluar dari mainan persepsi individual yang dangkal dan produk dari bentukan imajinasi yang terpolar, karena akan tidak mencerahkan masyarakat. Sebagai kaum terdidik, mari kita mengemukakan hasil kajian fakta dan data, dibanding mengumbar persepsi individual.

Akhirnya, saya mengajak kita semua mari berkontestasi secara elegan, terhormat, terdidik dan mencerahkan publik. Dengan itu saja kita bisa membangun peradaban demokrasi yang lebih bermartabat.

Wasalam!
×
Berita Terbaru Update