-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

JUMAT AGUNG ( Biyernes Santo)

Jumat, 10 April 2020 | 10:23 WIB Last Updated 2020-04-10T03:23:35Z
JUMAT AGUNG ( Biyernes Santo)
Ilustrasi: geotimes

Yesaya 53 boleh disebut sebagai Injil pertama tentang sengsara Yesus yang melukiskan dengan sangat dramatis hamba Yahwe yang menderita, yang duduk di pinggir sungai Babel dan menangis. Hamba Yahwe yang menderita itu adalah sisa-sisa Israel yang masih setia yang menderita namun tetap berharap. Dalam diri Israel yang menderita dan yang menangis ini, kita dapat melihat gambaran Gereja- umat Allah yang dipilih dan tetap setia kendati selalu mendapatkan penganiayaan.

Yesus: Kurban Pelunas Utang

Gambaran ini mencapai kepenuhannya dalam diri Yesus, hamba yang satu-satunya terpilih, terpencil, tak bersalah, yang menyerahkan diri secara bebas kepada kematian karena cinta-Nya yang tak kenal batas, karena Ia menjadi pembela orang berdosa. 

“Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh (Yes 53:1-6).

Dia dianiaya, membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulut-Nya, seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman, ia terombang-ambing, tergopoh-gopoh. Siapakah manusia yang memikirkan nasibnya? Sungguh Yesus terputus dari negeri orang-orang hidup dan karena pemberontakan umat-Nya, Ia kena tulah. Manusia menyiapkan kubur-Nya diantara orang-orang fasik dan dalam mati-Nya Ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun tidak berselingkuh dengan kekerasan.

Anomali Kesakitan Yesus dan Kesakitan Manusia

Yesus berkehendak di luar batas kemanusiaan yang tidak akan pernah terulang lagi. Meremukkan dirinya dengan kesakitan. Ya, Kristus telah ditentukan Allah untuk menjadi jalan penyilihan bagi dosa-dosa kita. Bagi Yesus, penyilihan itu berarti bukan untuk dosanya sendiri. Ia adalah alat untuk menghapus utang dosa kita. Dia tidak berani memamerkan kesalahan manusia, melainkan memamerkan tubuhnya yang rusak parah, bonyok.

Sementara kesakitan dan kepahitan manusia zaman ini didorong oleh perintah gembala duniawi, namanya HEROIN dan inilah CREDOnya.

"Gembalaku Heroin, saya selalu membutuhkannya. Ia membuat saya tidur di parit-parit. Ia mengantar saya ke dalam suatu kegilaan. Yang nikmat, Ia merusakkan jiwaku. Ia membawa saya di jalan menuju neraka. Sesuai dengan namanya. Dan biarpun saya berjalan dalam lembah kegelapan kematian, saya tidak takut akan suatu celaka, karena obat bius itu ada padaku. Kebencian dan kejahatan mengikuti aku, seumur hidupku. Dan aku akan diam untuk selama-lamanya di dalam rumah kecelakaan dan penghinaan".

Selamat mengikuti Ibadat Jumat Agung

Oleh: Pater Garsa Bambang, MSF
Manila, 10 April 2020
×
Berita Terbaru Update