-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Karena Covid-19, Para Perantau Ramai Diperbincangkan di Media Sosial

Selasa, 07 April 2020 | 22:27 WIB Last Updated 2020-04-07T17:07:45Z
Karena Covid-19, Para Perantau Ramai Diperbincangkan di Media Sosial
Agustinus Ganggar

Pengguna Media sosial (Facebook) sedang ramai membahas atau memperbincangankan virus Corona atau COVID 19 yang sudah menyebar hampir di seluruh dunia. Virus tersebut memakan ribuan korban jiwa.

Berbagai macam reaksi masyrakat dalam menghadapi pandemic global ini  termasuk warga Manggarai. Berdasarkan hasil pengamatan penulis,  para netizen di Media sosial  (facebook), baik dilinimasa pribadi maupun grup facebook akhir - akhir ini tengah memperbincangkan para perantau baik yang masih bertahan di perantaun maupun yang sudah pulang ke kampung halaman karena wabah covid-19. 

Banyak statement netizen disalah satu Grup facebook, dari sekian staetment, ada yang bersifat saling menguatkan terutama untuk para perantau agar tetap semangat, tetap jaga kesehatan, tetap mengikuti instruksi pemerintah dalam menghadapi Covid 19 ini. Namun disisi lain adapula yang memberi masukan kepada pemerintah supaya tegas dalam mengantisipasi pulangnya para perantau ke kampung. Dalam artian bahwa pemerintah diminta untuk  menutup sementara pintu masuk baik melalui jalur darat, laut maupun udara. Ada juga yang berharap agar pemerintah menyiapkan tempat karantina bagi warga yang datang dari luar Manggarai,   bahkan muncul komentar pedas dari salah satu netizen yang dalam komentarnya ia mendoakan agar para perantau meninggal di tanah rantau dari pada meninggal di kampung asal mereka.

Melihat aktivitas media sosial yang semakin hari semakin hangat memperbincangkan  khususnya para perantau tersebut, saya yang saat ini juga sedang berada di rantauan ingin menyampaikan isi hati saya  terkait pandemic global ini .

Setiap manusia tidak luput dari yang namanya sebuah tantangan dalam kehidupanya termasuk tantangan dalam menghadapi wabah yang menyerang hampir seluruh negara di dunia saat ini. Sejak Virus ini menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia pemerintah pun sudah mengumumkan langkah atau cara mencegah virus Corona agar tidak menyebar kemana-mana. 

Sebagai masyarakat, sebenarnya tugas kita adalah mengikuti intruksi dan langkah - langkah pemerintah dalam menghadapi virus ini. Memperdebatkan hal yang diluar intruksi dan aturan pemerintah adalah hal yang hanya membuat tenaga dan pikiran kita terkuras, apalagi memaksa pemerintah daerah untuk menutup bandara serta pelabuhan laut tanpa memikirkan dampaknya adalah hal yang sangat konyol, sudah jelas peraturan bahwa yang berhak menutup akses khususnya bandar udara  adalah pemerintah pusat namun masih ada saja pihak yang memperdebatkan hal tersebut. Akibat dari tidak paham dengan aturan tersebut maka yang menjadi objek perdebatan bahkan bahan sindiran adalah para perantau, banyak yang mempermaslahkan karena banyak warga yang pulang ke kampung halaman. Sekarang yang perlu kita ketahui dan pahami adalah apakah ada peraturan yang melarang para perantau untuk pulang atau kembali ke daerahnya? Kalau tidak ada peraturan itu maka untuk apa lagi kita perdebatkan hal tersebut? Sekarang tinggal bagaimana langkah pemerintah daerah dalam menangani warganya yang kembali dari luar Manggarai, karena melarang warga yang berada di luar Manggarai untuk pulang tidak memiliki dasar hukumnya apalagi hanya dipaksakan oleh oknum yang tidak paham dengan aturan. 

Para perantau saat ini menghadapi situasi yang sangat sulit, banyak yang di PHK oleh perusahan sehingga membuat hilangnya pendapatan perbulan sementara kebutuhan hidup yang wajib dipenuhi semakin banyak, kebutuhan seperti makanan, bayar kos, belum lagi bayar cicilan kredit baik sepeda motor maupun mobil, apalagi yang masih berstatus mahasiswa yang mengharapakan uang dari orang tua, tidak ada jalan keluar lain selain memilih pulang kampung dari pada bertahan dirantau yang malah akan menimbulkan masalah baru yakni maslah kelaparan. 

Kalau ada warga Manggarai yang masih bertahan di rantauan saat ini itu berarti mereka masih bisa bekerja atau yang belum di PHK oleh perusahan. Ada yang mengatakan "untuk para perantau sayangi keluarga anda di kampung dengan anda tidak pulang kampung saat ini". Hemat saya, tidak segampang dan seindah kalimat itu untuk bertahan di rantau saat situasi seperti ini, justru karena sayang diri agar tidak mati kelaparan dan agar keluarga tidak khawatir dengan kondisi kami maka lebih baik pulang kampung, Urusan soal karantina atau tidak itu urusan berikutnya dan yang paling penting adalah kembali kepada apa yang telah diintruksikan oleh pemerintah wajib kita ikuti.

Terimakasih sudah memperbincangkan kami (Perantau) tetapi saat ini kami tidak butuh sindiran agar kami mati di rantau, yang kami butuhkan saat ini adalah doa dari anda semua agar kami yang masih bertahan di rantau tetap sabar, tetap kuat, jaga kesehatan, ikuti intruksi pemerintah dalam menghadapi virus ini. Dukung kami dengan doa, pikiran dan komentar - komentar positif bukan dengan sindiran.

Penulis : Agustinus Ganggar
(Isi tulisan ini merupakan tanggungjawab penulis sendiri) 
×
Berita Terbaru Update