-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kaum Berjubah: Berani Mengatakan TIDAK!

Selasa, 07 April 2020 | 11:56 WIB Last Updated 2020-04-07T05:01:27Z
Kaum Berjubah: Berani Mengatakan TIDAK!
Pater Tuan Kopong, MSF bersama rekan-rekan imam

Tulisan singkat ini saya khususkan untuk sesama rekan, saudara-saudari saya kaum berjubah sebagai bentuk dan tanda cinta tulusku untuk kalian semua yang telah mengabdikan diri dan hidup dalam pelayanan dan cinta bagi semua orang.

Dalam situasi di mana kita semua berhadapan dengan wabah covid 2019, panggilan kita sebagai kaum berjubah ditantang sekaligus keberanian kita juga diuji. Saya akui bahwa semua dari kita dalam situasi seperti ini kita memiliki niat tulus untuk membagikan cinta dan memberikan diri bagi pelayanan cinta untuk sesama.

Dalam situasi di mana perjumpaan kita dengan orang yang kita cintai dibatasi, saya mengakui kita merindukan perjumpaan dan pertemuan dalam pelukan dan ciuman hangat. Demikian juga dengan umat yang merindukan untuk sekedar berjabat tangan dengan para imam sebagai ungkapan kerinduan mendapatkan berkat Allah melalui kita.

Teman-teman kaum berjubah yang terkasih...

Saya dan kalian semua tentu pernah mengalami saat di mana ada perjumpaan dengan satu atau dua umat dan mereka hendak berjabatan tangan dengan kita namun tak mampu untuk dilaksanakan karena seperti terhalang tembok besar yang memisahkan kita dengan mereka.

Rasa malu dan bersalah tentu muncul pada saat itu. Ada kesedihan ketika kebiasaan yang mengungkapkan kekeluargaan dan persaudaraan tak bisa kita lakukan lagi untuk sementara waktu. Kadang dengan penuh semangat dan luapan kerinduan untuk berjabat tangan dan memeluk, namun kerinduan tak juga kesampaian untuk saat-saat genting ini.

Kita juga mungkin merasa bersalah dan terbebani, ketika para donatur yang memperhatikan kehidupan tarekat dan keuskupan kita, justru harus mengalami situasi yang tidak mengenakan karena ada jarak yang harus dibangun antara kita dengan mereka.

Bahkan ada juga yang karena tidak mau “menyakiti dan melukai” perasaan mereka maka salam persaudaraan berupa jabatan tangan, pelukan dan ciuman kekeluargaan harus dilakukan.

Teman-teman sepanggilan yang terkasih...

Saya tidak memvonis siapapun di antara kita atau di antara umat dan para donatur yang terpapar wabah covid 2019. Tapi hanya sebuah kesadaran dalam diri pribadi saya bahwa saya, dan juga sahabatku sepanggilan memiliki peluang dan potensi yang sama yaitu bisa menjadi pelaku penyebaran wabah covid 2019 atau korban dari wabah covid 2019.

Atas kesadaran pribadi itu dan juga sebagai bentuk dukungan bagi teman-teman sepanggilan, saya hanya mengajak kita semua untuk sementara waktu ini berani menolak atau mengatakan tidak untuk berjabatan tangan, berpelukan atau ciuman kekeluargaan dengan umat, donatur, bahkan keluarga kita sekalipun.

Teman-teman yang terkasih...

Demi kebaikan bersama maka baiklah dengan berani menolak atau mengatakan tidak, menjadi bagian dari penyangkalan diri kita, memikul salib kita dan salib mereka yang kita kasihi, bahwa dengan mengambil sedikit jarak dari mereka, kita justru merasa lebih dekat dengan mereka (Mat 16:24-28).

Manila: 07-April-2020
Pater Kopong Tuan, MSF
×
Berita Terbaru Update