-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Malekat Gabriel, " Salam hai Maria... "

Rabu, 01 April 2020 | 06:15 WIB Last Updated 2020-04-01T06:19:23Z
Malekat Gabriel, " Salam hai Maria... "
Ilustrasi; psbobby

Pada bulan Mei ini saya khusus merenung keunggulan tokoh Maria. Suatu ketika pada akir bulan April lalu, hari-hari memasuki bulan Mei, saya ditugaskan oleh ketua basis gereja untuk membaca dan memberi renungan dalam doa basis.

"Pa John... mohon berkenan utk tugas renungan doa basis esok malam di rumah saya ya?" HP Ibu Stefani Putu Maryasa.

"Oh ya bu... siap!", jawab saya.

"Mati sudah! Saya mau omong apa?" kata dalam hati saya. Sudah menjadi peraturan di KBG kami, bahwa kalau diberi tugas tidak ada kata tolak. Harus terima. Esoknya kami doa basis. Saya buka Alkitab, bacaan esok itu adalah tentang Maria diberi kabar oleh Malekat Gabriel.

Malam doa. Pas giliran renungan, saya mulai gombal sudah.

"Peristiwa malaekat Gabriel yang ditugasi Allah Bapa untuk memberi kabar gembira kepada Maria yang sedang berada dalam kamar doa, akan menjadi cerita masa dulu yang tidak menyatu dengan kita kalau kita bukan menjadi "anak-anak" dari rahim ibu/mama, Ibu Maria.

Kedatangan malekat Gabriel di kamar doa memberitahukan kabar gembira, "Salam hai engkau Maria, Tuhan menyertaimu ... dstnya", tidak hanya terjadi tempo dulu, tetapi malaekat itu selalu datang kepada setiap orang yang sedang berdoa pribadi di kamar doanya. Kenapa? Kita mengikuti teladan Maria to? Konsekwensinya ketorang mengalami yang sama seperti yang sudah dia alami to?

Misalnya, ketika Ibu Veronika anggota basis kita sedang berdoa saat ini di kamarnya tiap hari, maka sesungguhnya malekat Gabriel datang utk mengatakan kepada bu Veronika.

"hai ibu Veronika, Tuhan menyertaimu, anda akan "mengandung" ( dalam arti rohani) Yesus Juru Selamat jiwamu dan suami serta anak2mu"

"Oado.. bagaimana itu bisa, padahal saya tidak ....tidak layak..."

"Ee... Vero, Roh Kudus Allah ada di dalam diri dirimu ka!"

"Ooh.. begitu, yeh, terjadilah padaku menurut kehendak Allah itu malekat Gabriel".

Kata koncinya adalah kita sedang berdoa. Nah, kalau tidak sediakan waktu utk berdoa khusuk di kamar doa?? Oado... tidak ada kabar gembira untukmu bu Vero, Tuhan tidak menyertaimu. Malaekat tidak datang!

Apakah kondisi doa pribadi tadi, di mana malekat Gabriel ada, adalah mimpi iman? Oh tidaak... kehidupan rohani ketorang kan berada dalam Kerajaan Surga to? doa Bapa Kami itu. Anggotanya yakni ketorang yang masih hidup ziarah di dunia, yang masih dalam perjuangan dan mereka penghuni surga abadi. Jadi malekat Gabriel itu ada bersama kita to?

** Malam itu berlalu. Saya pikir, oii... apa omongan gombal saya diterima apa tidak ya? Esoknya saya dapat inbox FB dari ibu Vero, "om John... trimakasih renungan kemarin. Saya sekarang suka doa pribadi, karena merasa malekat Gabriel datang menyapa saya". Tidak hanya dia, juga teman-teman KBG yang lain mengatakan hal sama di inbox FB.

"Bapa.... ternyata saya tidak gombal ya!"kata saya dalam hati.

Oleh: Jon Kadis
×
Berita Terbaru Update