-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mengalami “Derita” Mereka, Agar Lebih Dekat Dengan Mereka

Sabtu, 11 April 2020 | 08:03 WIB Last Updated 2020-04-11T01:03:25Z
Mengalami “Derita” Mereka, Agar Lebih Dekat Dengan Mereka
Pater Tuan Kopong, MSF

Tak ada yang muluk bahkan tak ada sedikitpun niat untuk menuai pujian dengan membuat live perjalanan menjumpai umat sejak Minggu Palma, Kamis Putih dan Jumat Agung. Saya hanya mendedikasikan kesetiaan iman mereka yang setia menanti kedatangan Yesus dan menerimanya dalam tangis haru dan bahagia.

Jujur bahwa menjumpai umat di setiap stasi dan lingkungan dengan memberkati daun palma, membawa Sakramen Mahakudus dan juga salib Yesus tidak ada dalam jadwal Tri Hari Suci karena dalam surat gembala Bapak Uskup tidak disebutkan demikian. Dan kami sudah memutuskan untuk ditiadakan.

Namun setelah pertemuan singkat dengan seksi Liturgi dan perwakilan Komsos paroki, saya justru mengalami pergulatan dan merasa bersalah. Satu bahasa yang terus mengusik pikiran saya adalah; “ketika umatmu merindukan perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang selama ini hanya dijumpai melalui live, dan kesempatan Minggu Palma dan Tri Hari Suci menjadi kesempatan untuk berjalan bersama Yesus menjumpai mereka, engkau justru mencari aman dan menjauhkan mereka dari Yesus”.

Kalimat ini terus mengganggu alam pikiranku, hatiku merasa bersalah hingga sampai pada satu pertanyaan; “Apa gunanya Rahmat Tahbisan yang saya terima, kalau akhirnya Rahmat Tahbisan ini tidak saya bagikan kepada umat saya?”

Saya sadar bahwa berhadapan dengan situasi covid 2019 sayapun sangat rentan untuk terjangkit. Tapi bukankah saya memiliki masker, handsanitaizer, vitamin c dan selalu ada social distancing?

Berpijak pada kesadaran ini dan juga perasaan tidak tenang dan rasa bersalah yang selalu menghantui maka pada hari Minggu Palma pagi, saya memutuskan untuk menjumpai dan memberkati umat dengan berkeliling sejak Minggu Palma hingga Minggu Paskah. Saya menelphone wakil ketua DPP dan beberapa OMK serta tim kerja Komsos paroki dan memberitahukan keputusan saya ini dan akhirnya merekapun menerima dengan senang hati.

Satu hal yang menguatkan dan menginspirasi saya adalah kotbah Paus Fransiskus pada hari Minggu Palma bahwa Yesus mengalami semua kesedihan saya bersama umat agar Yesus selalu dekat dengan saya dan umat saya.

Terinspirasi oleh kotbah inspiratif Paus Fransiskus tersebut maka dengan segala kesadaran dan ketulusan saya memutuskan untuk menjumpai umat dengan berkeliling dari satu stasi ke stasi lain dan dari satu lingkungan ke lingkungan lain karena saya ingin membagikan rahmat tahbisan imamat saya bagi umat saya sekaligus MENGALAMI SEBAGIAN KESEDIHAN MEREKA AGAR MEREKAPUN SELALU MERASAKAN KEDEKATAN DENGAN YESUS MELALUI PERJUMPAAN SAYA DENGAN MEREKA.

Manila: 10-April-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update