-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mudik, Pulang Kampung Jadi Lelucon?: Kita Butuh Belajar Juga Pada Bangsa Lain

Sabtu, 25 April 2020 | 19:20 WIB Last Updated 2020-04-25T12:20:59Z
Mudik, Pulang Kampung Jadi Lelucon?: Kita Butuh Belajar Juga Pada Bangsa Lain
Pater Tuan Kopong MSF

Mungkin itu kebiasaan sebagian besar kita orang Indonesia. Jika ada yang aneh di telinga kita dan kalau itu diungkapkan oleh pemerintah atau elite langsung jadi bahan bully, dan menjadi konsumsi yang menggairahkan bagi sebagian orang.

Yah karena kita hanya terpaku pada apa pemikiran kita tanpa mau memahami substansi atau isi dari yang disampaikan dengan juga mempelajari ungkapan yang sama di negara lain. Ya, tidak usah jauh-jauh cukup di Pilipina sajalah yang agak lebih dekat.

Sebelum masuk ke persoalan mudik dan pulang kampung, saya memperlihatkan ungkapan orang Pilipina terkait satu hal seperti Misa untuk membantu pemahaman kita. Pilipina memiliki dua ungkapan untuk membedakan imam dan umat terkait misa walau satu tujuan. Magmisa: itu khusus imam. Ketika mengatakan magmisa (memimpin misa) maka artinya adalah yang memimpin misa dalam hal ini pastor atau imam. Dan magsimba (ke gereja dalam konteks misa berarti mengikuti misa) itu untuk umat.

Tujuannya sama yaitu merayakan dan mengikuti misa. Di Indonesia satu ungkapan saja yang sering kita dengar: saya pergi misa dulu, saya misa dulu dan lainnya. Dari sini jelas ada perbedaan aktivitas untuk satu tujuan yang sama yaitu: misa.

Nah untuk mudik dan pulang kampung orang Pilipina juga memiliki dua ungkapan untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari mudik dan pulang kampung. Tujuannya adalah kampung entah mudik atau pulang kampung namun makna dari dua sebutan seperti mudik dan pulang kampung berbeda.

Orang Pilipina mengartikan pulang kampung dengan istilah Balikbayan. Balikbayan artinya orang yang sudah lama bekerja di negara atau provinsi lain lalu kembali dan menetap di negara atau provinsi asal dan tidak kembali lagi ke negara atau provinsi sebelumnya di mana ia bekerja atau belajar.

Dan untuk orang asing yang berada di Pilipina ketika kembali ke negara asalnya digunakan istilah uwi. Istilah ini menerangkan bahwa orang tersebut kembali ke negara asalnya dan tidak kembali lagi ke Pilipina. Jika masih kembali ke Pilipina maka istilah yang dipakai adalah Bakasyon (liburan).

Sedangkan istilah untuk menggambarkan mudik dikenal dengan sebutan atau Balik Probinsya (Kembali ke propinsi, kampung dan desa). atau Balik Probinsya adalah orang Pilipina yang ke kampung halamannya (seperti dalam situasi covid 2019) untuk sekedar libur atau cuti dan setelah itu kembali lagi ke daerah di mana ia bekerja. atau Balik Probinsya adalah ungkapan bagi orang Pilipina kembali ke provinsi, kampung dan desa asal untuk sementara waktu dan setelah itu kembali ke daerah dimana sebelumnya ia bekerja.

Dari sini kita bisa menangkap bahwa orang Pilipina menggunakan beberapa istilah balikbayan dan balik probinsya untuk memperjelas makna atau arti dari aktivitas Balikbayan dan balik probinsya meskipun tujuan dari ungkapan yang berbeda itu adalah satu yaitu kampung (bayan).

Yang satu: balikbayan (pulang kampung) bersifat permanent artinya tidak kembali lagi dan yang lainnya bersifat sementara dan akan kembalik ke daerah dimana sebelumnya ia bekerja (balikprobinsya). Balik probinsya jika menyimak pengertian dari pemerintah itu berarti identik dengan mudik.

Tujuan dari kedua tindakan ini satu yaitu kampung. Namun arti dari dua ungkapan tersebut berbeda karena menyangkut lama atau waktu dari dua aktivitas tersebut. Maaf, dalam hal ini orang Pilipina tidak menganggap sebagai sesuatu yang lucu dan bully, tapi kita orang Indonesia begitu cepat merespon dan membully.

Saya memang bukan pakar bahasa Indonesia, tapi mendengarkan penjelasan dua istilah dari pemerintah tidak ada yang salah dan tidak seharusnya dibully. Karena dari penjelasan itu sangat jelas, bahwa tujuan memang satu yaitu Kampung. Tapi lamanya waktu dari kedua istilah itu yang membedakan aktivitas pulang kampung dan mudik. Pulang kampung artinya menetap di kampung (balikbayan) dan tidak kembali ke daerah atau negara dimana sebelumnya bekerja.

Sedangkan mudik (balik probinsya) hanya bersifat sementara karena waktu cuti atau libur sudah selesai dan atau covid 19 sudah tidak ada lagi maka kembali lagi ke daerah di mana sebelumnya bekerja.

Dan kalau kita mau jujur isitilah mudik ini lebih sering digunakan dalam kegiatan keagamaan: mudik lebaran atau mudik natal. Tidak pernah kita menggunakan pulang kampung lebaran dan atau pulang kampung natal. Jadi sebenarnya tidak ada yang salah. Hanya kita yang menyalah-nyalahkan. Salam.

Manila: 24-April-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update