-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MURNIKAN MOTIVASI DALAM SEGALA HAL

Senin, 27 April 2020 | 10:35 WIB Last Updated 2020-04-27T03:40:28Z
MURNIKAN MOTIVASI DALAM SEGALA HAL
Ilustrasi: FB Frater Yudy

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian)
Senin, 27 April 2020
Bac.I: Kis.6:8-15; Mzm.119; Injil.Yoh.6:22-29

Motivasi seseorang menentukan cara dia berada. Menentukan cara ia bertindak dan cara ia menjalani hidup. Motivasi yang baik (positif) akan membawa seseorang mencapai tujuan hidup (kebahagiaan baik secara lahiriah maupun batiniah). Demikianpun sebaliknya seseorang yang memiliki motivasi tidak baik, ia tidak akan mendapatkannya. Untuk itulah motivasi itu menjadi penting dan mendasari kehidupan ini apapun bentuknya: entah dalam berelasi dengan sesama, dalam hal membantu sesama, dalam hal menjalani pekerjaan atau tugas yang dipercayakan dan lain sebagainya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika saya dan Anda melihat kedalam diri, melihat dan menelusuri kembali jejak-jejak pengalaman hidup ternyata kita pernah bahkan sering kali mengalaminya. Seringkali dalam hidup memiliki motivasi-motivasi atau agenda-agenda yang terselubung dan kurang baik (negatif). Sebut saja motivasi saya membantu orang lain, dekat dengan seseorang, bekerja supaya dipuji, dihargai, sombong, mendapatkan kedudukan, balas dendam, menyingkirkan sesama demi mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Dan masih banyak lagi contoh-contoh kongkret yang pernah kita lakukan. Motivasi-motivasi itulah yang sesungguhnya dikritik oleh Yesus.

Gereja melalui bacaan-bacaan suci yang diwartakan pada hari ini melukiskan dengan jelas motivasi seseorang dalam hidup. Dalam bacaan pertama dilukiskan bagaimana orang-orang dari jemaat Libertini membenci Stefanus. Mereka menghasut dan mengajukan saksi dusta bahkan menyerahkan Stefanus ke Mahkamah Agama untuk diadili. Demikian juga dalam Injil bagaimana motivasi orang mengikuti Yesus. Yesus dengan tegas mengkritik mereka "sesungguhnya kamu mencari Aku bukan akrena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan menjadi kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan kepada Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah dengan meterai-Nya' (Yoh.6:29).

Hari ini Yesus mengundang dan memanggil kita untuk memurnikan motivasi dalam berpikir, bersikap dan bertindak dalam hidup. Ia menghendaki kita memiliki pikiran, perkataan, dan perbuatan yamg sama dengan-Nya. Ia menghendaki kita untuk 'melakukan kehendak Bapa dan percaya kepada Dia yang diutus Allah' (Yoh.6:29). Marilah kita mohon rahmat KELEMBUTAN HATI dan CINTA KASIH agar dengannya dimampukan untuk menjadi saksi-saksiNya. Salah satu niat kecil dan sederhana yang dapat kita lakukan adalah berani mengingatkan dan menegur sesama kita yang berbuat salah dengan cara yang asertif. Mari kita bersama-sama berdoa dan saling mendukung untuk mewujudkannya dalam hidup.

Berkah Dhalem.
×
Berita Terbaru Update