-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Nikmat Mengusik Hati, Rintihan Cinta Sorgawi, Senyum Berbuah Tangis Menista

Selasa, 21 April 2020 | 07:24 WIB Last Updated 2020-04-21T00:24:20Z
Nikmat Mengusik Hati, Rintihan Cinta Sorgawi, Senyum Berbuah Tangis Menista
Fajriudin

Nikmat Mengusik Hati

Nikmat semua karunia
tidak terbilang dalam alam
yang menyertai setiap insan..

Nikmat tersedia
lalui pintu langit dan bumi tersimpan
dalam persimpangan pandang 
menorehkan canda
mengesankan dada
atas cantik indan bak mutiara langit yang penuh haru

Kau hadir sebagai gubahan nikmat
mematri mata
medesir harum bantu buang sunyi di hati..

Namun jejak masih panjang
cukup melelah
menggapai kasih sejati yang halal

Aku syukuri
kekasih indah masih ceria menanti
Kembali ceria memasti
Jejak melelah terpasung tangis 
Bukan karena resah
sedih membenci
lantaran amat sangat sayang setia menanti untuk memasti...

Dendang lagu sayatkan kalbu "mawar pelangi"
jadi memutiara hati
Katup merah dan seyum kecil yang manja
masih tergores dalam jiwa,
tersimpan rapat dalam jemari urat jantung yang meng-Ilahi

Kau buah nikmat yang hadir terlahir
hanya untukku
Masih terasa suka duka sakit ceria bersama
Karena jiwa ini tetap mematri diri
menyertai tebaran nikmat Ilahi dalam pangkuan hatimu..

Merintih memanggil 
mendesah rindu 
memblenggu mata hati..

Namamu akan menjadi tetesan airmata 
saat kau lalai dari sisihku
Jiwa ini tidak mampu melerai lara
menunggu saatnya merebah di pangkuanmu

Malam tidur seakan masih membekas jemari ciumanmu
Mencumbu lirih
Mendendang lagu ceria akan nikmat bersenja di sisihmu

Nikmat..
Udara yang terhisap larut dalam dada
Penghantar rindu yang tidak mungkin terkikis habis

Di hari ulang tahunku hati meniti juta nikmat
seiring mengasih hati
dalam mimpi bersama namamu yang abadi

Rintihan Cinta Sorgawi

Rintihan doa dalam menyelami cinta
Kepengatan panjang sejenak bertepi
Nafas dan desah tak putuskan hajat nurani
Nafas nurani tak menghenti
Tanda cinta penuh arti..

Cinta Tuhan pada diri
Cinta nur Ilahi
Cinta sorgawi..!

Sendikat

Sendikat
kejahatan kolektif
bermodal kecerdasan kata, kelicikan, kemanisan muka dan lidah..

Sendikat dalam wujud dan jenisnya beragam
Jejak dalam bisnis monopoli dan riba

Pola dalam jual beli "jual beli kucing dalam karung dan jual beli berantai tanpa identitas"..

Sendikat bentuk tipu berlidah janji..
Jual barang berharga "penuh tempo dan janji" tanpa identitasnya..

Sendikat kolektif suatu negara adalah 
imperialisme dan kolonialisme

Sendikat sejumlah orang adalah prilaku mavia..
Manis janji
Menyederhanakan pokok masalah
Merendahkan pihak yang tertipu
Maling teriak maling
Maling membela dengan dalil agama
Sadis
Adu domba
Senang menyemai konflik dan perselisihan
Wajah adem muka srigala

Namun hukum kausalitas akan tetap penuhi takdirnya..
Siapa yang menabur angin pasti menunai badai
Siapa menanam pasti memanen
Siapa bermain api akan terkulai sengatannya..

Malaikat akan lindungi pihak yang benar, jujur dan 
teguh pada hak kewajibannya..!

Berkah Segeralah Melangit Tiba

Tuhan..
Hujani bumi dengan limpahan barokah
Damaikan penghuni dengan kasih melimpah
Jauhkan insan dari endemi cavid yang mempetaka..

Limpahan kasih berhujan langit
Ketersungkuran zaman dan masa
tidak membangkit
Wabah berubah menjadi mata air langit
yang tidak terwadahi bumi..

Zaman tengah terheyak
Bumi membelai terus tanpa mengerti
Seiring mayat-mayat yang kembali
dalam pusara tanah "asal awal intinya"..

Menangis tanpa terwadahi
tumpah darah pertiwi

Ada secercah mentari esok
Bagai setetes air bening menyapa
Membawa sapa-sapa doa yang merintih lirih Sebagai bait senandung jiwa suci
Harapkan keindahan berbulan barokah
Dendang tasbih mengalun indah seiring lembayung senja...

Yaumul Barkah
Melantun do'a bermunajat
Buang petaka dan hilangkan jejak 
demi janji-Mu
penuh kasih melimpah

Hati mata meluapkan iba
Mengaduh pada-Mu berdoa nazilah
Merangkai harap pada Sang Ar-Rahman
Semoga bumi berzaman indah bagi insani..!

Senyum Berbuah Tangis Menista

Pagi senja mencerah
Sore segera melangit kelam
Senja memutih kedaikan seyum
Masa insan menghitam berdahi terancam..

Jalan-jalan lunglai tertawan musuh
yang sembunyi di celah mobil,
jalan aspal, jembatan dan  udara mewabah kotor..

Nyawa bertangis meragang detak nafas
Pohon bonsai tidak lagi rindang
Trotoar bertangis di pinggir jalan tidak terusap nafas dan jemari laku lalang

Wabah melangit air mata
seakan kemarau panjang bersemilut panas, kesejukan yang susah, dan
awan bersih terbuang..

Seluas mata jagad raya
harapan yang retak, kacau,
hilang angan
gersang tiada berbunga, dan
angin porandakan setiap detak nafas yang ada..

Ribuan kilo
pohon berguguran 
bersama kelesuhan mentari dan bumi yang ada..

Bila musim berganti saatnya nanti
akan rindang kembali lagi
kehidupan insan di jagad bumi..

Biarlah
dari atas pangkat kursi pundakmu..
Tersapa makna sekantong
duri..
harga nyawa insani..

Bergerombol bertali nyali
mengais rizki..
Walau terhardik..
Berhujanan..
Terkejar dianggap wabah jalanan
Namun kenyang dengan mata sayu,
melihat kepongahan orang di balik kursi Tuhan..!

Begini..
Begitu..
harga nafas insani yang terkapar di lorong-lorong negeri..!!

Demokrasi dan Ekspresi Iri Dengki

Kursi hanyalah lambang prestasi
Tumbang tidak berkaki
Hancur tidak amanah
Lacur bila tidak beretik
Ompong bila tidak bijak dan santun..

Sifat non-etis bila demokrasi bercuit arogansi
iri dengki
merasa lebih berhasil..

Demokrasi berbijak "mangkrak"
fakta politik tidak beretik dan
"mencolok mata bencelik"..

Besar lidah
akan runtuh karena jilatan manisnya
Besar dada akan hancut karena arogansinya
Besar tangan dan kepala akan rusak oleh prilaku ekpresi yang 
manis melankolis  terbawa angin merona

Pemimpin kerdil akan dikuti segenap anak asuhnya yang sejiwa kerdil pula..
Jiwa kerdil..
nepotisme
korupsi
kolusi
nyinyir..!

Bibir punggawa berlidah sampah
Akan membau mewabah virus kebencian..

Insan negarawan adalah
melindungi,
mengayomi,
meneladani,
menginspirasi,
membantu proporsional, memasti keamanan,
berhati/waspada jaga kenyamanan,
ceria mencerahkan, dan
menjastifikasi progres kebenaran..

Zaman berbeda..
Doa sama
Harapan tidak serupa..!

Bait-Bait Doa Menyapa

Zaman tengah mengukir nasib
dengan "kata"
Kata ekpresi insan maknai realita
Kata 'lawan' ekpresi sikap
menolak
melindungi
menjaga
mengatasi
membasmi
melumpuhkan
menghanguskan

Kata berbait seloka pengrusak "kenyamanan"..
bila literasi iri dengki dan benci

Bersapa tanpa jemari kebencian
Santun
Saling empati
Saling doa
Saling menjaga

Sandarkan diri penuh "sembunyi/ngumpet"..
Zaman tidak menyukai..
tatap muka
bersapa wajah
bercengkraman tangan

Dunia tengah larang Kontak aurat dan urat 
sebab meradang semua insan..

Biarlah mata muka tertusuk sapa
Seiring kaum kota bertasbih
Ikut
Liarkan
Ciutan

Kata yang mengembik
tanda kekalahan
Kata yang menggerung tanda kesombongan
Kata yang menderu tanda nyaring berselubung tidak mampu
Kata yang mendesah  dan merendahkan tanda keleicikan
Kata berseroh merendahkan tanda menyepelekan dan membodohkan yang lain..
Kata penuh doa tanda kesantunan dan ketegasan atasi problema..

Bagaimana mesti harus berkata
Agar mampu semaikan makna sempurna..
Guna membuang asa meski tiada jemari sapa mengurung jiwa

Oleh: Fajriudin
×
Berita Terbaru Update