-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

NTT Berpacu Dengan Waktu Melawan Covid-19

Kamis, 02 April 2020 | 19:23 WIB Last Updated 2020-04-02T12:23:49Z
NTT Berpacu Dengan Waktu Melawan Covid-19
Ilustrasi; istockphoto

Berita gembiranya adalah 'angka pasien yang positif covid-19 di Indonesia dalam tiga hari terakhir, cenderung menurun'. Itu berarti pelbagai langkah pencegahan yang didesain pemerintah dan yang dieksekusi dengan baik oleh 'para pahlawan medis', mulai membuahkan hasil. Setidaknya, laju pertambahan orang yang terinfeksi virus itu sudah bisa ditekan.

Kita perlu mensyukuri fakta 'penurunan' itu. Ucapan terima kasih dan apresiasi kita berikan kepada pemerintah dan para pekerja medis yang tak pernah lelah dan jedah berperang melawan pandemi covid-19. Kita optimis bahwa jika pelbagai protokol medis dan himbaun pemerintah dilaksanakan secara serius oleh masyarakat, maka cepat atau lambat, covid-19 hanya tinggal kenangan di Indonesia.

Di atas segalanya, yang paling menggembirakan adalah NTT sampai detik ini masih 'aman' dari serbuan Covid-19. Saya kira, mungkin tinggal NTT yang masuk dalam kategori 'zona hijau' untuk penyebaran corona ini. Kita mesti menerima kondisi ini dengan sujud syukur kepada Yang Transenden. Dalam iman, kita meyakini bahwa kenyataan 'aman' itu tidak hanya buah dari perjuangan manusia, tetapi 'berkat kasih karunia' dari Pemiliki Kehidupan sendiri.

Namun, berita itu tidak boleh membuat kita jumawa dan lengah. Status waspada dan siaga mesti diterjemahkan dengan langkah-langkah yang konkret untuk memutus mata rantai masuknya covid-19 di provinsi kepulauan ini. Pemerintah dan publik NTT mesti bersinergi dalam 'menahan' kedatangan sang musuh ke bumi NTT.

Penjagaan dan pemeriksaan di area yang dianggap sebagai 'pintu masuk' menuju NTT seperti Labuan Bajo, Maumere, dan Kupang mesti diperketat dan dibuat secara serius. Jika kebijakan local lockdown, tidak bisa diterapkan, maka Pemda mesti tegas untuk 'mengkarantina' semua orang yang datang dari daerah terpapar virus itu. Pastikan bahwa tidak ada satu pun pribadi yang datang ke NTT yang lansung 'bergabung' dengan keluarga atau masyarakat luas di sebuah wilayah di NTT ini.

NTT adalah kita. Mari gunakan energi kreatif dan segenap kapital yang kita punyai untuk 'menyelamatkan' Provinsi miskin ini dari amukan virus ganas itu. Tentu, terlampau riskan jika gelombang serbuan virus itu menghatam biduk provinsi kita yang terbatas dalam semua hal. Kita berpacu dengan waktu. Biar wabah corona segera berlalu. Dan NTT tercatat sebagai wilayah yang 'tidak dikunjungi" oleh covid-19. Semoga.

Oleh: Sil Joni
Penulis adalah alimnus STFK Ledalero
×
Berita Terbaru Update