-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Palma Itu Pengkhianatan

Minggu, 05 April 2020 | 21:22 WIB Last Updated 2020-04-05T14:22:12Z
Palma Itu Pengkhianatan
Ilustrasi: blog pesankasihdarisurga

Kali ini aku tidak menyambut Yesus dengan daun palma. Biasanya aku melambaikan daun palma sambil berseru "hosanna, terpujilah Raja ". Itulah ingatan saat Yesus disambut di Yerusalem sebelum akhirnya disalibkan. Dia disambut dengan sorak-sorai untuk masuk dalam kematian di salib. Banyak orang yang menyambut Yesus dengan palma; pada waktu itu juga ikut berteriak "salibkan dia". Palma itu memang pengkhianatan.

Ah...saat ini aku tak ikut menyambut Yesus dengan daun palma ini. Kesempatan untuk menghidar dari pengkhianatan yang sama. Ia tak ingin ada pengkhianatan baru terjadi. Aku mau menyambutnya sebagai raja yang aku tahu akan di salib. Tangan ini tak mampu mengangkat daun palma, bibir ini tak kuat untuk berteriak hosanna; sebab aku tahu dia akan di salib.

Aku tak ikut menyambut dengan daun palma. Kesempatan untukku keluar dari kepura-puraan, kemunafikan dan pengkhianatan terbesar. Selain karena situasi epidemi ini; tapi lebih lagi mungkin karena Tuhan tak ingin aku ikut dalam rombongan pengkhianat itu. Semoga aku tak ikut menyalibkan Tuhan untuk kesekian kalinya karena kemunafikan dan dosa-dosa yang sama.

Kali ini Ia masuk ke kota Yerusalem dalam diam. Karena umat tak lagi mengangkat palma. Mungkin itu lebih baik, untuk mengurangi sedikit luka yang Dia tanggung.
Seakan-akan Dia mau berkata : "Di rumah aja, jangan khianati aku dengan daun palmamu."

Selamat hari minggu PALMA.
Yesus masuk ke Yerusalem tanpa sorakan.

Oleh: Rm. Kardiaman Simbolon, Ocarm
×
Berita Terbaru Update