-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemahaman Keragaman Berawal dari Keluarga

Sabtu, 11 April 2020 | 20:39 WIB Last Updated 2020-04-11T13:39:26Z
Pemahaman Keragaman Berawal dari Keluarga
Zaina  Amalia Fitrina Dewi (dokumentasi pribadi)

KETUA Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  (PMII) Kab. Ciamis, Jawa Barat periode 2018-2019, Zaina Amalia Fitrina  Dewi mengatakan pemahaman tentang  fakta keberagaman di Indonesia sebaiknya ditanamkan dari keluarga. Dengan  demikian seorang anak bertumbuh dalam keragaman itu akan merasa terbiasa dengan segala perbedaan yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.  Ia tidak merasa kaku, canggung dan leluasa bertumbuh dalam aneka perbedaan.  Karena setiap orang bertumbuh dalam keragaman mengenal suku, agama, budaya atau kebiasaaan baik  mengandung nilai-nilai kebaikan seperti kemanusiaan dan persaudaraan. 

Menurut gadis kelahiran Ciamis,  2 Mei 1997 ini  dengan demikian kelak seorang yang terbiasa  dengan perbedaan dalam keluarga tidak merasa heran lagi bahwa negara kita ini terdiri dari beragam budaya termasuk suku, agama di sekitar kehidupannya. 

‘’Keluarga merupakan fondasi terbentuknya generasi  muda berkualitas. Maka peran orangtua, anggota keluarga sangat penting dalam membentuk kepribadian calon generasi muda berkualitas itu. Pengalaman menghargai perbedaan itu bermula dari rumah kemudian diterapkan dalam kehidupan, bersama ketika berinteraksi dengan anggota masyarakat,’’ tulis Zaini Amalia  Fitrina Dewi menjawab  pertanyaan tertulis melalui surat elektronik (surel) yang diterima, belum lama ini. 

Menurut pengajar sebuah unit bimbingan belajar (Bimbel) di Ciamis, Jawa Barat ini ia sendiri senang  dalam kegiatan berorganisasi. Di dalam organisasi itu pernah memimpin sebanyak 200 an orang anggota Korps PMII Kab Ciamis. Melalui wadah yang pernah dipimpinnya itu ia ingin terciptanya masyarakat yang berkeadilan berlandaskan kesetaraan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 

Sebagai ketua Korps PMII Kabupaten Ciamis, selama setahun merupakan amanah (kepercayaan) yang diberikan Allah kepadanya dan dilaksanakan sesuai dengan program yang ditetapkan bersama dalam organisasi. 

Menurut pandangannya setiap orang memiliki pendapat mengenai perbedaan. Sering kita mendengar “Perbedaan itu indah” diharapkan supaya jangan hanya diucapkan saja tapi diwujudkan dalam kehidupan setiap hari. 

Meskipun setahun memimpin PMII di Ciamis, Zaina memiliki pengalaman saling menghormati keberagaman. Diskusi, talk show dan kegiatan lainnya bukan hanya melibatkan sesama anggota PMII tapi ia berjumpa dengan sesama aktivis organisasi dari umat beragama lain. 

‘’Saya memiliki pengalaman ketika membawa salib Misi  dalam acara Estafet Ziarah Salib Misi pada Pekan Misi Nasional IV dari paroki-paroki di Keuskupan Bandung, Agustus 2019. Ini adalah suatu pengalaman yang sangat luar biasa. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya. Saya sebagai  Muslim benar – benar saya merasakan hati terenyuh. Saya juga senang karena menjadi bagian  menjaga keberagaman  dalam  mengekspresikan persahabatan, persaudaraan, kasih sayang dan kebhinekaan,’’ tulis gadis berparas cantik ini. 

Ia menilai pendidikan dalam keluarga sangat penting dalam memperkenalkan tentang keberagaman. Gadis yang memiliki obsesi memiliki lembaga pendidikan sendiri ini,  menyarankan jangan sampai mengabaikan pendidikan dalam keluarga. 

Dijelaskan, PMII  merupakan wadah di bawah naungan NU yang konsen terhadap isu perempuan, kekerasan berbasis gender dan segala tindakan diskriminasi lainnya. Wadah ini pertama kali didirikan di Semarang 25 November 1967.  ***  

Penulis: Konrad  R. Mangu 
×
Berita Terbaru Update