-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Petuah Bapa Menatap Kaca Jendela, Waktu Pas(kah)?, Perjumpaan

Rabu, 15 April 2020 | 14:40 WIB Last Updated 2020-04-15T07:40:29Z
Petuah Bapa Menatap Kaca Jendela, Waktu Pas(kah)?, Perjumpaan
Ilustrasi: nalarpolitik

Di mana kami harus menjumpai-Mu

 Waktu Paskah kemarin kami  menyendiri dan mengatup tangan dalam doa
 Yang patah-patah katanya  sedikit “memberontak” dalam kepala kami
“Tuhan, Tahun ini Paskah kita dalam kesendirian
kami masih tertatih-tatih turun dari Golgota untuk menemuiMu di Galilea 
Mungkinkah kami masih di separuh jalan salib hidup kami?
Ah Tuhan Paskah, tunjukan di mana kami harus menjumpaiMu,  Galilea sarasa jauh sekali dari 
kampung-kampung  kami
Di luar jalan-jalan ke kota sepih 
orang-orang  menutup pintu rumahnya karena ketakuatan yang lain mengatur belanjaanya agar  
dapat hidup sampai bulan-bulan berikutnya
Ah Tuhan Paskah,
doa kami cemas dalam ketakutan  seperti bunga-bunga yang gugur di Golgota Jumat
kemarin .”

Mikhael, 14/04/20

Waktu Pas(kah)?

Kita berpikir sudah pas kah kita
Waktu kita merasa sudah tiba waktu Paskah
Kita tidak bertanya lebih dahulu 
Sudah pas kah kita untuk berjamuan Paskah?
Kita lupa bahwa kita masih membawa dusta-dusta di isi kepala yang kita pungut pada jalan-
jalan kita melempar cibir menuju Galilea 
Sudah Pas(kah) kita?

Mikhael, 13/04/20

Petuah Bapa Menatap Kaca Jendela

Hari pertama Minggu itu bulan hujan Januari
Waktu suatu malam kantuk pada ritual menetap jendela kaca yang belum kelar
Aku mengaduh pada Tuhan:
“Tuhan, mengapa tidak membalas chatingku dalam doa hari  kemarin
Tidakah Engkau tahu bahwa  aku sedang asyik duduk di kakiMu dan tidak bermain 
tatapan ke lain hati.
Aku mencemaskan bagaimana kabarMu, setelah jeda Panjang waktu liburanku.”
Ternyata jam di layar hand phoneku  pelan-pelan luruh sebab malam mulai kantuk
 Dan aku masih saja membisu dalam ritual menatap jendela kaca
 sambil menunggu chatinganMu.
Waktu sepih semakin bising di kepala
 sedang ekor mataku melirik
 pada jendela berharap ada tanda sedang mengetik balasan dariMu.
Beberapa menit kemudian
Tepat pukul 22.30 pesan masuk di jendela kaca:
“Slamat malam nak,
Sesungguhnya dalam diam ini, Aku sedang mengajarimu 
untuk  mampu menahan diri terhadap rindumu
yang belum dan mungkin tidak dibayar segera
Barangkali sudah waktunya kau selimuti tubuhmu
Dan sudahi ritual menatap jendela kaca itu,
Sebab sudah Kutaruh wajahKu di jendela kacamu yang harus kau bawa pergi dalam 
aminmu.”
Nos Cum Prole Pia

Mikhael , 03/02/20

*) Itho Halley. Lahir di Magepanda, 24 Agustus 1998. Pernah bergiat di kelompok Sastra Kotak Sampah, Nenuk. Sekarang tinggal di unit Mikhael. Ledalereo.
×
Berita Terbaru Update