-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Rasa Bersalah yang Berlebihan

Senin, 27 April 2020 | 12:09 WIB Last Updated 2020-04-27T05:09:29Z
Rasa Bersalah yang Berlebihan
Ilustrasi: google

Ada saatnya, rasa bersalah menyelinap dalam pikiran, bersamaan dengan sesal yang menyesakkan dada. Rasa bersalah dan atau sesal hadir karena banyak sebab.

Bisa jadi karena kesalahan atau pelanggaran kita yang berakibat buruk pada diri sendiri. Bisa jadi karena kelalaian kita yang berakibat buruk pada orang lain atau tidak seperti yang mereka inginkan. Bisa jadi pula, rasa bersalah yang muncul tanpa alasan jelas atau tidak wajar.

Saat rasa itu hadir, mungkin saja kita berandai, jika saja waktu bisa diputar kembali, kita tidak mengulangi kesalahan atau kita akan melakukan sesuatu agar hal-hal buruk itu tidak terjadi pada orang yang dikasihi.

Mungkin pula kita menerawang, jika bersayap, kita akan terbang menjumpai orang yang dikasihi untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan, atau berjanji tidak mengulangi lagi.

Rasa bersalah itu muncul karena kita sebenarnya menghargai diri kita atau ingin membahagiakan orang lain, atau tidak menambah beban, namun kita tidak bisa menggapai semua ekspektasi tersebut.

Kadang kita lalu menyiksa diri atau tenggelam dalam rasa bersalah yang berlebihan. Kita lupa bahwa ada juga garis batas tanggung jawab yang bisa kita buat dan orang lain perbuat. Kita lupa bahwa kita punya keterbatasan pula.

Maka, jangan tenggelam dalam rasa bersalah yang berlebihan. 'Tidak ada rasa bersalah yang bisa mengubah masa lalu dan tidak ada rasa khawatir yang bisa merubah masa depan.'

Oleh: P. Oceph, MSF
×
Berita Terbaru Update