-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sandi-Sandi Mencintaimu

Jumat, 03 April 2020 | 11:58 WIB Last Updated 2020-04-03T04:59:07Z
Sandi-Sandi Mencintaimu
Fergi Darut

SANDI-SANDI MENCINTAI
(Memahami saat-saat magis membaca matamu gadis sinting. Lalu aku mulai belajar menulis. Memejamkan mata. Mengucapkan kata-pada matamu tersimpan ciuman rindu.)

Bagi seorang yang sedang jatuh cinta, ada banyak cara membunuh sepi-mencium kebisingan rindu, membelainya, mengucapkan  dan mendengarnya secara seksama-tempat rasa memilih untuk tinggal tetap. Sambil berharap-semoga takkan pernah merasa bagaimana sakitnya dikhianati.

Aku teringat saat-saat tangan belajar mendarat mengusap air matamu kala itu. Walaupun tidak mahir dalam menemukan alasan, tapi aku tahu cara terbaik meninabobokan masa lalumu. Seakan-akan pada air matamu ada kebahagian yang tak pernah bisa kutinggalkan. Hingga pada akhirnya kita mempunyai rasa yang sama, impian yang sama, langkah yang sama-tidak perlu lagi menyusul-nyusuli.  

Kenangan mencintaimu rasanya begitu sederhana. Pagi dengan rasa yang sama, siang dengan cara yang sama dan bahkan malam pun memimpikan mimpi-mimpi yang sama. Sungguh, aku berharap engkau baik-baik saja. Mendoakanmu agar perasaan ini tak pernah berubah. Barangkali memungkinkan hati untuk tetap saja jatuh padamu. 

Meski jalan terasa asing. Aku pernah mengatakan padamu ‘di mana tujuan yang tak mampu memahami alur jatuh cinta, di situ aku berdiri.’ Menikmati setiap pelukan yang melekat pada tubuhmu. Mengajakmu menikmati secangkir kopi dari bibir-bibir puisi. Membawamu pulang dari kesesatan memilih. Membiarkanmu melakukan apa pun yang engkau inginkan-asalkan engkau bahagia. Sekali pun memutuskan pergi dari perbincangan panjang kita tentang aku yang  terperangkap dari alur mencintaimu. Entah apa tujuan dari mencintaimu, tapi yang pasti tiada lagi yang mampu menahanku untuk tidak mencintaimu. 

Dari sebagian kecil usaha memiliki, aku suka cara matamu menantang rindu yang terluka. Tertimbun jejak-jejak marah. Seakan-akan ada yang kurang tepat saat memutuskan mencintai-membuka kembali balutan luka lama. 

Namun ada satu hal yang aku mengerti, walaupun adaku membuat hidup semakin berantakan- selama aku memutuskan menjadi sapu tangan dari air matamu, aku siap menjadi petarung demi impian-impianmu. Sekali lagi, walaupun kamu tetap memutuskan untuk memilih pergi dari hadapanku. Adamu sudah terlalu cukup bagiku untuk mencintai tiada henti-hentinya dengan cara yang sederhana dan dengan rasa yang luar biasa. Mari sayangku, mari menikmati sandi-sandi mencintai-Memahami saat-saat magis membaca matamu. Lalu mulai belajar menulis. Memejamkan mata. Mengucapkan kata-pada matamu tersimpan ciuman rindu.

Oleh: Fergi Darut
Penulis adalah Mahasiswa STFK Ledalero-Maumere. Sekarang beliau tinggal di unit Mikhael-Ledalero.
×
Berita Terbaru Update