-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sunyimu, Di Taman Ini, Penghuni Lubuk Hati, Rindu, Perjumpaan,

Rabu, 15 April 2020 | 13:47 WIB Last Updated 2020-04-15T06:47:55Z
Sunyimu, Di Taman Ini, Penghuni Lubuk Hati, Rindu, Perjumpaan,
Ilustrasi: linarizalina

Oleh: Petrus Nandi

Sunyimu

Sunyi yang membubungi atap rumahmu
Adalah jelmaan rindu yang hendak meniti 
Jalan pulang

Rindumu adalah bahasa syahdu
Derai-derai kasih yang nyaris mati
Dikekang jarak yang panjang

Untaian jarak yang panjang hanyalah kiat alam 
Yang mengajarimu cara mengasihi sunyi
Tanpa merindukan.

Perjumpaan

Terlalu lama kita berdusta pada waktu
Seakan hidup terasa begitu damai
Dalam hasrat yang nyaris gugur terpangkas 
Ruang yang panjang.
Kulihat kulit wajahmu memerah
Sedang menahan goncangan nadi yang ingin 
Membahasakan bara rindumu.
“Selamat malam!”.

Di Taman Ini

Di taman ini kita pernah berjumpa
Menabur bulir-bulir hasrat pada ladang 
Yang kita namakan kasih
Lalu kita membiarkan alam membungkus 
Ingatan itu dalam nyanyian sendu
Dan kita memang lebih suka menyaksikan
Cerita kita berceceran 
Pada ladang rindu.

Penghuni Lubuk Hati

Siang malam tiada lekang
Kau tak pernah alpa tumpahkan rupa
Dan membangun bahtera rindu dalam dada
Engkau melahirkan seribu satu bayangan liar dalam hati 
Dari pagi hingga pagi kau merasuki kalbuku
Segala hariku kau renggut tak ampun
Masih belum cukupkah?

Empat Ayat Perihal Rindu

/1/
Rindu ini
Debur ombak lautan tak berpantai
Impikan segunung pasir 
Pada karang yang akut
/2/
Rindu ini
Daun ranggas termakan tanah
Dambakan rinai hujan
Dalam terik mentari bulan Juli
/3/
Rindu ini
Lidah-lidah buih aliran sungai
Inginkan jalan pulang ke hulu
Dalam rahim laut yang garang
/4/
Aku merindumu
Dalam sejengkal jarak
Bayanganku sendiri.

Petrus Nandi, mahasiswa STFK Ledalero, tinggal di Biara Scalabrinian
×
Berita Terbaru Update