-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tiga (3) Tipe Keletihan Seorang Pelayan Pastoral

Jumat, 03 April 2020 | 17:48 WIB Last Updated 2020-04-03T10:48:36Z
Tiga (3) Tipe Keletihan Seorang Pelayan Pastoral
Para Uskup dan Para Imam

Paus Fransiskus memeditasikan keletihan seorang pelayan pastoral. Paus menegaskan bahwa tugas penggembalaan umat Allah bukanlah tugas yang mudah, seperti membangun aula paroki atau membangun lapangan olahraga bagi orang-orang muda. Pelayanan melibatkan seluruh hati, pikiran, tenaga, perhatiaan—segenap diri setiap imam. Oleh karena itu, Paus menyadari bahwa dengan tugas yang tidak mudah itu, para imam kadang merasa letih—lelah berkarya. Ada tiga model keletihan yang dimeditasikan Paus pada kesempatan ini. 

Pertama, kelelahan karena umat Allah: Ini adalah kelelahan yang sehat dan baik. Kita lelah karena melayani umat Allah, umat tidak membiarkan kita tinggal kosong. Kita selalu dicari, ditemui dan didatangi untuk berbagai pelayanan. Kelelahan seperti ini membahagiakan apabila kita membuka diri untuk memperbarui semangat atau gairah kita melalui perjumpaan dan pelayanan. 

Kedua, kelelahan karena musuh: Iblis, si jahat, tak pernah lelah berusaha menghancurkan dan menghalangi bertumbuhnya benih-benih kebaikan. Berjuang melawan iblis sangat melelahkan tetapi pada saat-saat seperti ini, Tuhan selalu meminta kita, “Teguhkanlah hatimu!” atau, “Jangan Takut”. 

Ketiga, kelelahan karena diri sendiri: kelelahan karena ketidakpuasan terhadap diri sendiri, selalu menginginkan sesuatu yang berbeda. Sudah memilih untuk meninggalkan segala sesuatu tetapi masih berjuang untuk mengumpulkan segala sesuatu bagi diri sendiri. Kelelahan ini sangat berbahaya karena berpusat dan berorientasi pada diri sendiri. Keletihan pertama dan kedua baik karena kita mengalaminya setelah kita keluar dari diri sendiri melayani umat Allah dan berjuang melawan kejahatan.

Berhadapan dengan keletihan pastoral ini, Paus mengajak semua imam untuk memandang Tuhan Yesus sendiri, yang “mencintai mereka sampai akhir” (Yoh.13:1), suatu gambaran bahwa Tuhan yang membasuh kaki para murid juga akan membasuh keletihan kita, terlibat dengan kita dan bertanggungjawab untuk mengerluarkan setiap noda, kotoran dan kabut duniawi yang menempel pada diri kita pada jalan yang kita lalui dalam nama-Nya. Oleh karena itu, Paus mengundang para imam untuk “beristirahat” di dalam Tuhan ketika mengalami keletihan pastoral.

NB: (diringkas dan diterjemahkan dari Homili Paus Fransiskus, pada Misa Krisma, 2 April 2015).
Penerjemah: Pater Dody Sasi, CMF
×
Berita Terbaru Update