-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tiga Rahmat Utama dalam Homili Paus Fransiskus, Misa Krisma, Kamis Putih

Kamis, 09 April 2020 | 08:31 WIB Last Updated 2020-04-09T01:31:12Z
Tiga Rahmat Utama dalam Homili Paus Fransiskus, Misa Krisma, Kamis Putih
Ilustrasi: google

Tone utama yang disampaikan Paus pada kesempatan ini adalah kabar gembira, kabar sukacita, Injil. Ada tiga rahmat utama yang terdapat dalam Injil: kebenaran (tidak dapat dinegosiasikan), kerahiman/belaskasih (tanpa syarat dan diberikan kepada semua pendosa), dan sukacita (secara pribadai dan untuk semua orang). Ada tiga ciri sukacita Injil menurut Paus, yakni: berlimpah ruah: penuh dan mengalir ke luar (seperti Bunda Maria yang penuh sukacita dan berbagi dengan Elisabeth), terjadi dalam situasi yang konkret dan mencakup semua: inklusif (seperti pada Perempuan Samaria dan St. Theresia dari Kalkuta), dan lemah lembut, rendah hati (Tuhan Yesus Sendiri)

Paus mengajak para imam untuk pertama-tama untuk membiarkan diri dirasuki oleh sukacita Injil itu, sehingga diri mereka menjadi sukacita yang hidup. Ketika berkotbah—semakin singkat semakin baik—mereka melakukannya dengan sukacita yang menyentuh hati setiap orang sebagaimana mereka sendiri disentuh oleh Tuhan. Kedua, para imam diajak menjadikan kabar gembira/sukacita Injil sebagai pesan utama dalam pewartaan mereka. Yesus mewartakan kabar gembira, para imampun haruslah demikian. Ketiga, Paus meminta agar para imam menjadikan pesan Injil sebagai pesan sukacita melalui kesaksian hidup yang konkret dan sederhana, misalnya, ketika kita membuat belaskasih Allah mengalir dalam desolasi, ketika kita memutuskan menjawab telpon dan menyusun rencana berjumpa dengan seseorang, ketika kita dengan sabar membiarkan orang lain mengambil waktu kita (sabar untuk diganggu oleh kebutuhan umat).

Secara singkat dapat dikatakan, Paus menghendaki para imam untuk menjadi pewarta Injil yang “penuh berlimpah” dengan sukacita seperti Bunda Maria, menunjukkannya dengan cara-cara yang konkret dan mencakup semua orang (seperti Perempuan Samaria dan St. Theresa dari Kalkuta), dan dengan penuh kelemahlembutan sebagaimana Tuhan sendiri ketika mewartakan kabar baik.

Homili Paus Fransiskus, Misa Krisma, Kamis Putih, 13 April, 2017
Penerjemah: Pater Dody Sasi, CMF
×
Berita Terbaru Update