-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tuhan Kuterima Salib Ini

Rabu, 01 April 2020 | 13:05 WIB Last Updated 2020-04-01T06:06:03Z
Tuhan Kuterima Salib Ini
Pater Tuan Kopong, MSF sedang mencium Salib Kristus

Tuhan, kutahu salib ini terasa berat. Dan saya yakin Engkau juga tahu setiap jawaban sms, pesan messenger dan juga telphone, umat selalu menanyakan kabarku. Dan jawaban saya paling pertama adalah stres.

Tuhan jujur dalam misa tadi, yang ada dalam pikiranku adalah ingin lari dari beban berat ini. Saya percaya Tuhan tahu bagaimana perasaanku saat ini. Perasaan cemas dan dan tak berdaya menghadapi situasi ini.

Tuhan, Engkau tahu yang kualami hari ini. Bagaiman tidak, baru saja menyandarkan diri di kursi ini, pastor vikep menelphone saya; “Padre, kira-kira padre dan paroki mempersiapkan apa saja untuk membantu orang-orang miskin”. Karena saya harus melaporkan besok ke bapak uskup.

Shock, kaget dan pikiran pertama saya adalah ke kas paroki yang sudah mulai menipis dan bagaimana harus mengontak umat. Kuanggap suara itu adalah suara-Mu Tuhan yang sedang meletakan salib di pundakku seraya berkata”TERIMALAH SALIB INI” untuk meringankan derita umat-Ku.

Aku sadar Tuhan bahwa salib tak butuh kompromi. Namun daripada piala ini harus kuhindari maka kumeminta agar besok pagi baru saya informasikan. Tuhan, aku sadar bahwa Tuhan tidak sedang menguji saya, tetapi sedang melatih kesetiaan saya, sehingga biasanya jam 08-09 malam sekretaris masih bisa dikontak dan berdiskusi, tak ada satu pesanpun yang dibalas.

Tuhan, salib ini berat namun tak sanggup untuk menjauh. Berat untuk melangkah bahkan untuk meminta. Namun saya percaya pada-Mu ini bukan cobaan dari-Mu tetapi sebuah latihan keberanian yang berasal dari-Mu.

Maka atas nama dan dengan keyakinan itu Tuhan, meski sudah jam 10 malam dengan segala beban dan rasa malu seraya meminta maaf pada mereka karena membangunkan tidur malam mereka, kutelphon mereka dalam satu kata permohonan; “tolong sumbang beras, sardinas, mie, kopi, gula dan minyak goreng” untuk membantu umat dan saudara-saudari kita yang miskin.

Ah Tuhan, jujur kukatakan kepada-Mu bahwa masa-masa ini adalah hari-hari Getsemani menuju Golgota. Jika Getsemani dan Golgota adalah kehendak-Mu, terjadilah, kuterima dengan dan dalam iman akan kuasa-Mu. Namun aku juga memohon pada-Mu Tuhan, bukan berarti ada pamrih dariku, tidak Tuhan. Tapi permohonanku ini adalah untuk umat-Mu juga; “sediakanlah Tabor sukacita” untuk kami demi kemuliaan dan keluhuran nama-Mu”.

Manila: 31-Maret-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update