-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Waspada, Corona Sudah Tiba di Tanah Wisata, Manggarai Barat

Kamis, 30 April 2020 | 19:31 WIB Last Updated 2020-04-30T12:31:17Z
Waspada, Corona Sudah Tiba di Tanah Wisata
Sil Joni

Oleh: Sil Joni*

Media daring floresa.co, (30/4/2020) menurunkan berita seputar dua warga Mabar yang positif covid-19 berdasarkan hasil tes Swab di Jakarta. Bupati Dulla yang sekaligus Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 mengonfirmasi kebenaran berita itu. Hanya saja, untuk penyampaian secara resmi ke publik, akan dilakukan oleh Ketua Gugus Tugas tingkat Provinsi. 

Sementara itu, Marianus A. Jelamu selaku ketua Gugus Tugas Provinsi menegaskan dirinya belum mendapat laporan resmi tentang informasi itu. Nanti pihak Jakarta yang menyampaikan secara pasti soal kebenaran berita itu.

Media daring lainnya, VoxNtt.com juga menurunkan laporan dengan konten yang sama. Tetapi, narasumber beritanya adalah Plh. Sekda Mabar Ismail Surdi. Beliau membenarkan informasi soal dua warga Mabar yang positif covid-19 itu. Surdi menegaskan bahwa informasi resminya nanti akan dibuat dalam bentuk konferensi pers hari ini (30/4/2020) di Labuan Bajo.

Rasanya, hampir bisa dipastikan bahwa corona sudah tiba di bumi wisata, Manggarai Barat. Ini 'alarm tegas' agar kita mesti ekstra waspada menghadapi 'amukan virus ganas' itu di sini. Memang, kita boleh panik dan takut dengan fakta tersebut. Tetapi, kita juga tidak bisa bertindak 'biasa-biasa saja', seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Kita mesti kerahkan segala daya dan perhatian untuk 'melawan gelombang serangan Corona' yang kemungkinan akan menjalar dari dua orang yang terpapar tersebut. Karena itu, penanganan atau perawatan yang bersifat isolatif (eksklusif) mesti diperhatikan secara serius oleh pihak medis. Pasukan medis kita juga mesti 'dilengkapi' dengan peralatan tempur agar mereka 'tidak gugur' di medan perang saat melenyapkan virus itu dari tubuh dua warga yang terjangkit itu.

Tidak perlu 'mencari kambing hitam' dan atau berdebat soal kesalahan orang lain terkait dengan kehadiran corona itu. Sikap menyalahkan orang lain, hemat saya, selain tidak etis dan arif, juga tidak menyelesaikan soal. Untuk itu, kita mesti fokus pada upaya 'memerangi virus' dari tubuh dua pasien itu dan serentak menutup akses sang corona untuk menyelinap dalam tubuh warga yang lain. Terlampau besar risikonya jika kita lengah dan apatis terhadap pelbagai protokol medis standar yang digemakan selama ini.

Saya kira, tak satu pun di antara kita yang menginginkan Corona 'menyerang wilayah ini dan bangga menjadi 'penyebar virus di tanah ini. Semuanya terjadi di luar 'skenario dan keinginan kita.

Sudah saatnya, semua stakeholder di Mabar bersinergi dan berjibaku 'melawan musuh nomor wahid' itu. Anggota gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di semua level dan para pahlawan medis, mengeluarkan amunisi terbaik untuk mengenyahkan sang virus itu di sini dan kini. Jangan beri ruang bagi musuh untuk 'mengguncang dan memporak-porandakan' kesehatan dan kenyamanan batin kita di sini.

Sementara itu, semua warga Mabar mesti mendukung perjuangan para pahlawan itu dengan mematuhi anjuran dan protokol medis seperti, jaga jarak, jauhi kerumunan, sering cuci tangan, gunakan masker bila bepergian, bekerja dan berdoa dari rumah saja serta mengonsumsi makanan yang bergizi. Hanya dengan 'kepatuhan total' semacam itu, kita telah berkontribusi dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Kita semua tahu bahwa virus itu sangat kejam. Tidak butuh waktu lama baginya untuk mengakhiri kehidupan seorang anak manusia. Apalagi, sampai detik ini, belum ada satu jenis obat pun, yang secara meyakinkan bisa menyembuhkan penyakit covid-19 itu. Langkah terbaik adalah mencegah agar virus itu tidak masuk ke tubuh kita.

*Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik.
×
Berita Terbaru Update