-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dermaga hati, Dunia berduka, Kau adalah senja

Sabtu, 23 Mei 2020 | 14:05 WIB Last Updated 2020-05-23T07:10:10Z
Dermaga hati, Dunia berduka, Kau adalah senja
Gambar dari google

Dermaga hati

Ketika hati tak lagi bersahabat
Tak tahu kemana harus mengaduh
semuanya takkan bisa berlabuh
ombak raksasa menari-nari
Entah dari mana dan akan kemana 
Aku bingung menyaksikan semuanya ini
Dimanakah hati ini akan berlabuh
Ombak ganas mengguncangku tak karuan
Hai kamu!!
Janganlah engkau menghempaskan aku di atas ombak ganas ini
Lupakah engkau dengan janjimu dahulu
Engkau takkan membiarkan aku sendirian
Tapi mengapa sekarang??
Apa yang terjadi dengan aku?
Tariklah aku dari ngamukan ombak ganas ini
Baringkan hati ini dalam dermaga indahmu
Di sini nyaman..

Dunia berduka

Dunia tampak lengang tak ada manusia yang berlalulalang
Tertinggal Kicauan burung menghibur dunia yang berduka
Gesekan pohon bambu tertiup angin turut menghibur dunia duka
Di mana manusia yang gagah perkasa menakhlukan dunia?
Kini Semuanya tunduk bagai debu tertiup angin
Entah ke mana, tidak tahu..gamang,,sepih..
Tuhan, tolonglah kami dari wabah ini..

Kau adalah senja

Kau bagai senja yang transit menuju malam
Kau Menorehkan warna keemasan seketika
Membingkaiku dengan senyum sisa  yang tergantung di bibir manjamu 
Pipihmu yang merah merona bagai digigit manja seharian
Lagi-lagi aku terperangkap oleh parasmu elok rupa
Aku cemburu hadirmu yang seketika itu
Tapi aku tahu aku salah melototimu dengan mata harapan
Aku salah memikat hati padamau
Kau hanya senja yang hadir sebentar
Yang Menutup hari demi menyonsong malam
Jika senja adalah siang aku pasti bersamamu
siang tidak pandai bersembunyi dan muncul seketika

Malam,..

Tak ada lagi yang kau ceritakan 
Fajar beranjak dari liang kegelapan
Aku pun termakan sepih
Melihat bintang-bintang  di langit
Tak ada lagi kau
Aku sendiri di sini
Tak ada kata terucap untukmu
Selain membayangimu

                             -https://www.youtube.com/watch?v=koR5ZTtGuWw

Sepucuk Rindu untuk-MU..

Tatkala fajar mendekapku
Saat itu aku bertelut di hadapan-Mu
Membiarkan rindu ini terlarut
Menyaksikan berjuta kejutan-Mu
Aku ingin bersua bersama-Mu
Melewati setangkai kisah ini..

Penulis adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang, tinggal di Seminari Montfort Pondok Kebijaksanaan Malang. 
×
Berita Terbaru Update