-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MEI: BULAN MARIA PENUH KENANGAN

Selasa, 05 Mei 2020 | 10:12 WIB Last Updated 2020-05-05T03:12:22Z
MEI: BULAN MARIA PENUH KENANGAN
Fransiskus Borgias M.

Oleh: Fransiskus Borgias M.

Saya dan isteri baru saja selesai berdoa rosario hari pertama di Bulan Mei ini, Bulan Maria. Kami memakai buku DOA ROSARIO LAUDATO SI. Itu artinya, kami mengikuti doa-doa rosario yang dipadukan dengan kepedulian dan perhatian akan lingkungan hidup dan masalahnya sekarang ini.

Tetapi bukan tentang hal itu saya mau menulis sekarang. Saya mau menulis tentang ingatan pada masa kecil saya di Manggarai Flores. Terus terang dulu pada waktu saya masih kecil, yang biasanya kami pakai untuk berdoa rosario ialah bulan Oktober. Memang bulan Oktober adalah bulan Rosario. Baru agak belakangan sajalah kami juga akhirnya akrab dengan bulan Mei sebagai Bulan Maria yang juga sama-sama ditandai dengan berdoa rosario.

Di Manggarai, berdoa rosario itu dilakukan setiap malam sepanjang bulan Mei dan Oktober. Dan hal itu harus dilakukan secara bergilir dan berurutan dari rumah ke rumah. Oleh karena itu doa rosario pun dikenal juga dengan nama lain, yaitu doa giliran, atau ngaji giliran. Sekali lagi, itu karena doa itu dilakukan setiap malam dan setiap rumah mendapat giliran satu kali di sepanjang bulan itu.

Selanjutnya, saya mau mencatat apa saja hal-hal yang lucu dan menarik dari untaian pengalaman masa kecil itu. Biasanya yang paling banyak ikut dalam ngaji giliran itu ialah anak-anak. Pokoknya ramai sekali. Berjalan ke rumah tempat berkumpul dan pulang dari rumah doa kembali ke rumah masing-masing itu adalah sesuatu banget. Susah dijelaskan. Pokoknya ada keramaian, ada kegembiraan. Berjalan di tengah kegelapan malam. Ah indahnya. Tentu saja yang sudah sedikit dewasa, ada juga unsur-unsur saling memandang, saling meliriknya, mungkin juga saling bersentuhan, walaupun waktu saya kecil belum ada kebiasaan berjalan bergandengan tangan antara dua muda dan mudi. Maklumlah di kampung. Hehehehehe....

Anak-anak itu paling semangat. Tetapi biasanya itu hanya pada bagian awal dari doa rosario itu. Biasanya doa itu akan berlangsung lebih dari setengah jam. Pada peristiwa yang ketiga dan keempat, biasanya banyak anak-anak sudah ngantuk. Posisi kepala sudah tidak terkendalikan lagi. Ia menjadi tontonan menarik anak-anak lain yang masih sadar. Biasanya pada saat-saat seperti itu banyak terjadi jawaban-jawaban yang salah. Apalagi pada saat doa litania santa Maria.

Saya masih ingat dengan sangat baik seorang teman saya, entah karena tidak mengerti, atau karena salah tangkap, saat pemimpin doa menyebut daftar gelar-gelar Maria, harusnya dijawab dengan DOAKANLAH KAMI... Misalnya, Benteng Daud, Doakanlah kami. Benteng Gading... Doakanlah kami... Rumah Kencana... doakanlah kami... Bintang Timur... Doakanlah kami... Tetapi teman ini, itu tadi, mungkin karena tidak mengerti atau karena salah dengar, jawaban dia lain sama sekali. Yang kita dengar adalah sbb: Santa Maria... doal kena dami... Bunga mawar yang gaib.... doal kena dami... Sekilas terdengar seperti DOAKANLAH KAMI... tetapi bukan itu yang ia ucapkan melainkan DOAL KENA DAMI... Itu bahasa Manggarai, yang artinya ialah ROBOH PAGAR KAMI... hehehehehe....

Ada satu lagi teman yang lain yang lebih parah dan lebih tragis lagi. Mungkin karena terpengaruh ngantuk dan dalam keadaan setengah sadar, jawaban dia lebih ngeri lagi. Saat pemimpin doa mengucapkan gelar-gelar Maria ia memberi jawaban yang terrible betul. Bintang timur.... doal lakang kami... Keselamatan orang sakit... doal lakang kami... Pintu surga... doal lakang kami... Jadi, ia tidak mengucapkan DOAKANLAH KAMI, melainkan ia mengucapkan sesuatu yang lain sama sekali... DOAL LAKANG KAMI... Nah yang ini juga bahasa Manggarai. Sekilas terdengar mirip seperti DOAKANLAH KAMI... tetapi mempunyai arti yang lain sama sekali... DOAL artinya ROBOH, dan LAKANG artinya BELAKANG ATAU PANTAT. Jadi, DOAL LAKANG KAMI, ialah ROBOH PANTAT KAMI... hehehehe... ah aneh-aneh saja.... begitulah dunia anak-anak...

Nah, biarpun selama doa itu pada ngantuk dan pada memberi jawaban yang aneh-aneh dan sembarangan saja, tetapi begitu doa selesai maka semua pada bangun. Biarpun yang tidur nyenyak sekalipun pasti akan bangun karena mendengar lagu yang khas dipakai sebagai penutup... TABE SENGAJI. Pokoknya kalau sudah terdengar itu lagu, aeh selesai sudah itu acara doakah... Lalu siap-siap bangun. Memperbaiki posisi duduk. Lalu bersiap-siap untuk menunggu acara yang lebih seru lagi yaitu minum kopi atau teh (air gula sebenarnya dulu) dan disertai dengan kueh-kueh.

Ketika hal itu dihidangkan maka anak-anak akan mengambilnya agar bisa mendapat jatah. Tetapi semua sudah diperhitungkan. Semua orang dapat makan dan minum. Bila perlu ada tambah juga. Pokoknya, ngaji giliran ialah jalan malam, beramai-ramai di tengah gelapnya malam, syukur kalau ada bulan dan bintang, lalu doa sambil ngantuk-ngantuk, juga terkentut-kentut, dan dengan jawaban yang ngawur, campur aduk, dan minum dan makan kueh ataupun sekadar ubi rebus. Sederhana, tetapi menyenangkan.

Satu lagi. Karena saya dulu tinggalnya di pusat Paroki, maka salah satu rumah yang mendapat ngaji giliran ialah rumah pastor Paroki, Pater Thomas Krumpt SVD. Kami anak-anak sangat menunggu-nunggu ngaji giliran di rumah bapa Pastor. Apa pasal? Karena suguhan di rumah Pastor itu rada istimewa. Masing-masing anak mendapat satu atau dua slices biskuit. Waduh senangnya. Barang super langka.Karena itu juga super istimewa. Terkadang juga selesai ngaji giliran, pater juga memutarkan beberapa lagu dari tape rekordernya. Wow sungguh mengagumkan. Karena hal itu barang sangat langka dan sangat lux. Dari tape itu kami biasanya mendengar lagu-lagu dari titik sandhora dan suaminya. Waduh, betapa indahnya. Oh kenangan masa kecil. Di SDK Lamba Ketang. Tidak terlupakan.

Terkadang, saat seperti ini, saya juga sedih karena berpikir, apakah kenangan anak-anakku kelak? Semoga mereka juga mengumpulkan kenangan sendiri yang pasti berbeda dengan kenangan saya di kampung. Dunia sudah lain. Tidak bisa lagi diputar kembali ke kampung.

Ah nostalgia...
×
Berita Terbaru Update