-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pentekosten

Minggu, 31 Mei 2020 | 22:30 WIB Last Updated 2020-05-31T15:31:44Z
Pentekosten
Pentekosten (ilustrasi:google)

Yang saya ingat pas pentekosten (Pentakosta) di kampung adalah pertandingan sepak bola antarstasi. 
Minggu-minggu sebelumnya digelar pertandingan sepak bola antarkelompok basis gerejani. 
Di Stasi Ketang (stasi pusat), basis apa yang menang--juara 1 sampai 3--mereka nanti yang mewakili stasi pusat untuk lawan stasi-stasi lainnya.

Ketika tiba pentekosten, satu minggu sebelum hari raya pentekosten dimulai pertandingan antarstasi. 
Semua umat delapan stasi yang berjauhan dari stasi pusat memenuhi Paroki Ketang. Tumpah ruah di situ--tua muda, laki-laki perempuan.
Pertandingan satu minggu full sehingga final nanti pas hari Minggu Pentakosta. 
Kebetulan kalau pentekosten, Timo kecil biasa jual jeruk, jagung atau kacang tanah. Banyak laku karena memang rame.

Momen pentekosten memang benar-benar saat tepat mempertemukan umat dari berbagai latar belakang, dan saat cuci mata bagi anak-anak muda.
Dan akhirnya semua dipersatukan oleh bola kaki meski saat pertandingan ada-ada saja adegan angkat parang, baku hantam atau berkelahi antarkampung, toh itu cuma sementara, karena nanti disatukan dalam damai ketika perayaan misa pentekosten.

Momen pertandingan bola seperti itu, praktis mirip seperti umat pada peristiwa pentakosta, seperti ditulis St. Lukas penginjil dalam Kisah Para Rasul. Atau kira-kira tahun 33 M, lima puluh hari setelah kematian dan kebangkitan Yesus, di tahun itu.
Umat dari segala bangsa berkumpul di Antiokhia (di Siria sekarang) dan datanglah Roh Kudus menaungi dan mempersatukan dan memberi kekuatan bagi mereka yang percaya pada Dia yang disebut Kristus itu

Kembali ke pentekosten, sepak bola, dan lain-lain tadi. Begitulah pentekosten di paroki kami, yang sejak puluhan tahun dipimpin misionaris asal Hungaria, Pater Thomas Krump SVD. Bersatu dalam Roh Kudus. Itu. Semoga dia tetap sehat.

Oleh: Timo Marten
×
Berita Terbaru Update