-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Perempuan Penyulam Rindu, Senja di Desa (Antalogi Puisi Benny Baka)

Jumat, 01 Mei 2020 | 21:08 WIB Last Updated 2020-05-01T14:08:39Z
Perempuan Penyulam Rindu, Senja di Desa (Antalogi Puisi Benny Baka)
Ilustrasi: travenita

Oleh: Benny Baka

Perempuan Penyulam Rindu

Ketika rindu didaun mimpi
Yang selalu menggema dinaluri
Dan terbias kehati
Lalu kau simpan diruang sunyi

Rupanya engkau
Perempuan penyulam rindu
Kau hadir dalam rupa bayanganmu
Merayap didinding mimpi-mimpiku

Aduh kekasihku
Segala cintamu takan hilang olehku
Pulanglah kembali padaku
Semua akan berguna seperti dahulu

Apakah kau tahu???
Kau selalu ada dikepalaku
Ada didadaku dan dibibirku
Dan dalam doa yang kurapal selain ibu

Kekasihku
Dalam dekapan wajah cintamu
Dan hangatnya kasih yang memelukku
Dengan penuh harap kau selalu ada disampingku

Senja di Desa

Gerimis jatuh aku dengar didepan pintuku
Bayangan angin berdiri didepan mataku
Sayup rindu membelai kepalaku
Merindukanmu yang ada dalam dadaku

Sunyi pun terus meruncing pikiranku
Jiwaku terus merindu
Ragaku terasa dahaga
Ketika rindu terus berkelana

Aku kembali menyusuri senja di desa
Mengingatkan aku seribu kenangan tentang kita
Dan aku menunggumu disana
Bersama senja di desa

Senja dan Secangkir Kopi

Sayup angin bergelir tubuhku
Senja datang menyelisik waktu
Langit memerah seperti malu
Malu karena dipuji olehku

Secangkir kopi pahit
Warna hitam pekat dalam gelas berkaca
Dan aroma memikat
Bangkitkan naluri hati pun tergoda

Senja melukis khayalan indah
Dan aku merengkuh
Secangkir kopi yang kau suguh
Sungguh nikmat mengusir raga yang lelah

Kepada Senja

Kepada senja melukis khayalan
Secercah cahaya dibalik awan
Hangatnya cinta sang alam dalam dekapan
Mata batinku menatap penuh ketakutan

Kubertanya pada sang waktu
Dan ku berkata pada sang  bayu
Lalu kudengung pada sang lagu
Nyanyian jiwa yang rindu

Tangisanku menghanyut kepak sayap hatiku
Derai air mata membuatku layu
Jerit hatiku mengikat jiwaku
Aku takan pernah pergi darimu

Senja Dibatas Kota

Senja merona jingga di batas kota
Diujung barat nan megah
Malam pun menjelma
Gaun magrib ditelingah mengindah

Sejuta kata terucapkan
Buah rindu tergoreskan
Membuai hati dan perasaan
Menyentuh relung kejiwaan

Kau sertakan cumbuan lembut menjalar
Yang berpalung sebuah kesunyian yang talar
Menjadi lembaran bermakna memenuhi jiwa
Menjadi dongeng kasih melegenda

Lembaran lama tercipta indah
Yang baru bergurah sedih
Menyatu dalam sebuah memori
Membekas dalam sanubari

Sejenak meniti didinding hati
Patah diujung cerita mimpi
Hampa yang kurenggut kembali
Pada cinta yang belum selesai

Hilang.....
Bersama senja dibatas kota
Senja kembali ku rengkuh nan agung
Dan rindu kutitip bersama senja
×
Berita Terbaru Update