-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Puisi-Puisi Fr. Jondry Siki, CMF

Selasa, 05 Mei 2020 | 12:23 WIB Last Updated 2020-05-05T05:23:06Z
Puisi-Puisi Fr. Jondry Siki, CMF
Ilustrasi: google

Oleh: Jondry Siki

Demi Fajar

Demi fajar yang mewarnai langit pagi 
Dalam alunan melodi alam nan syahdu
 Kusujud syukur hari baru
 Kumulai lagi kisahku 

Demi fajar yang mengetok hati 
Dalam balada kasih nan mesra 
Kesejukan dan ketentraman miliknya
 Kubuai dia dalam dekapan cinta 

Demi fajar yang cemerlang Kuterjaga dengan senyum
 Kusambut mentari jiwa Yang senantiasa terbit 
Demi fajar yang setia Mendahuli mentari sebelum siang 
Tiada kelabu menutup mata Belahan jiwa enggan beranjak

Demi fajar yang cemerlang 
Kuterpesona tiada tara 
Menantimu semalam suntuk 
Tuk bawa doaku sebelum senja 

Gundah Nusaku

Tanganku keras
Mengais segenggam beras 
Di atas  nusa wadas
Sukmaku terbakar meranggas 

Menanam  kerja
merindu kuli tinta
Di atas meja
Demi nusa tercinta

Tiada nada dan kata
Teruntai indah
Selain  kita
Dirundung gundah

Piluh kisah
Teruntai dalam rasa
Menguak usah
Demi nusa

Kelabu senja
Balada sendu
Tiada sahaja
Dalam simfoni merdu

Anak-anak dusun
Tiada pendidikan
Kerinduan tersusun
Tak terperikan

Sendu nusaku 
Berdandan bodoh
Sedih laraku
Dijarah masa bodoh

Rindu  Nusa wadas
Dalam alunan melodi nan syahdu  
Merajut kasih yang kandas
Oleh balada sendu

Diam membisu
Kusaksikan keremangan
Anak-anak lesu
Karena kurang pangan

Nusaku tiada tanda
Di tengah kebodohan
Ah hanyalah balada
Semuanya di tangan Tuhan

Syair indah   nusaku
bertulis tinta emas
Mari  kamu dan aku
menuju generasi cerdas

Terima Kasih, Kasih

Kasih,..
Terima kasih  
Aku mengasihimu
Sebab separuh aku adalah kamu

Kasih..
Terima kasih
 Gejolak hasrat memburu
Menggejar hingga segala penjuru

Kasih...
Terima kasih 
Kau denyut nadiku
Dan   degub jantungku

Kasih...
Terima Kasih
Rinduku dalam sepi
Cintaku tiada bertepi

Kasih...
Terima kasih
Malu aku malu
Pada gagal masa lalu

Kasih...
Terima kasih
Kau bak fajar
Setia tanpa belajar

Kasih...
Terima kasih
Kukan selalu  bernostalgia
Mengingat hari-hari bahagia

Kasih....
Terima kasih
Semilir bayu senja 
Membuatku tetap bersahaja

Kasih...
Terima kasih 
Kau membuatku rindu
Sekalipun laraku sendu

Kasih...
Terima kasih
Janganlah pergi
Biar kumemelukmu hingga pagi

Kasih...
Terima kasih
Hatiku satu, tak terbagi
Kumau bersamamu seribu tahun lagi

 Dewasa 

Kasih, kau telah dewasa
Dan tak lagi labil
Jaga hati jaga rasa
Agar tidak diambil

Raut wajahmu 
mempesona
memikat hatiku
hingga terpana

Di arena mata
Kau tak berkata-kata
Di arena hati
Kau berhati-hati

Ada tepi
Di sukma sepi
Ada tawa
Di sudut rawa

Untukmu ada renjana
Yang kuat tak terkatakan
Untukku ada rencana
Yang harus sampaikan

Mari menenun kasih
Dan merajut kisah
Jangan menunggu hingga basih
Supaya kelak kau  susah

Kau sungguh elusif
Yang tak dapat tergambarkan
Namun cintaku bagimu sungguh masif
Dan tak terperikan

Berpijarlah dalam nurani
Benderanglah dalam jiwa
Berbungalah dalam taman Serani
Bermekarlah dalam riang tawa

Beranganlah dalam mimpi
Berbakti hingga mati
Beriman tanpa tepi
Bersyukur tanpa henti

Senyumlah dalam risau
Tertawalah dalam duka
Tenanglah dalam galau
Sebab di sana ada suka

Sebelum senja 
Ada fajar
Dalam Gereja
Kamu belajar

Elsyaddai

O........Elsyaddai
Agung nan Akbar
Ajab tersembunyi bagi yang pandai
Tersingkap bagi yang sabar

O........Elsyaddai
Yang Agung apa kabar?
Segalanya memadai
Sukma iman tetap berkobar

O........Elsyaddai
Kuat nan perkasa
Selamat di tengah badai
Dan terus berbela rasa

O........Elsyaddai
Kekal nan abadi
Tiada yang lebih memadai
Selain mengabdi

O........Elsyaddai
Semesta bertempik bersorak
Jiwamu  jangan digadai
Sebab dalam Dia segalanya bergerak

Penulis: Sedang menyelesaikan Studi Filsafatnya di Fakultas Filsafat, UNWIRA Kupang. Suka membaca buku, Filsafat, Sejarah, Teologi dan Sastra
×
Berita Terbaru Update