-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Puisi-Puisi Terbaik Sintia Anitonang

Selasa, 05 Mei 2020 | 12:06 WIB Last Updated 2020-05-05T05:23:36Z
Puisi-Puisi Terbaik Sintia Anitonang
Ilustrasi: google

Oleh: Sintia Anitonang

PATAH HATI YANG TERDALAM

Hancur serasa meleleh sebuah hati yang pernah utuh kuberi kepada seseorang
Dengan penuh kasih sayang rasa itu kusampaikan padanya
Namun pilihan bertindak tak adil padaku
Hati kecil berlumur cinta kini sia-sia terbuang di pijakan seorang lelaki
Siapa yang bisa menyangka  matahari mampu membunuh  mentari yang baru mekar
Membunuh semua keindahan dikala sang fajar hadir
Hati tak kuasa menahan bara api yang membakar lahap jiwa
Merobohkan semua puing-puing cinta tanpa meninggalkan sedikitpun tentangku
Semudah  membalikkan tangan,semudah mengedipkan mata
Dia mampu menghapuskan seribu kenangan yang pernah terjaga
Hebat !! dia mampu membutakan mataku dengan sebuah cinta yang penuh dusta
Dimana aku harus berjuang sendiri mengobati dan membalut hati yang cidera serius
Terimakasih lelaki pecundang yang telah mendewasakanku dalam bercinta
Darimu aku belajar cinta tak perlu diburu,janji manis tak perlu disimpan
Kenangan tak perlu dijaga,dan hati jangan  terlalu mencinta
Karena hanya keledai yang jatuh kelubang yang sama dua kali,tetapi tidak denganku.

TERUNTUK RASA

Engkau sederhana namun sangat berarti
Engkau bagaikan angin,tak terlihat namun sangat kubutuhkan 
Engkau dimiliki semua orang
Namun tak semua orang memperlakukanmu dengan baik
Teruntuk Rasa, Aku adalah pemilikmu
Sejatinya engkau selalu kupertahankan 
Meskipun terkadang aku menyakitimu,
Karena memberikanmu kepada orang yang salah
Teruntuk rasa,tetaplah bersemayam didalam gubuk hatiku
Biarkan untuk sementara waktu hatiku ku lockdown
Sebab aku tak ingin ada rasa yang lalu lalang dihatiku
Karena itu hanya meninggalkan jejak tanpa kepastian.
Untuk sementara tetaplah menyendiri,
Tetaplah bersembunyi hingga keadaan pulih
Berharap suatu saat hadir rasa yang sempurna
Yang akan membuka hati dan menyatukan perbedaan
Teruntuk rasa terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku
Tetaplah diam dan bertumbuh
Agar kelak engkau siap menerima hati yang baru dengan rasa yang sempurna
Dan aku bisa merasakan  arti cinta yang sesungguhnya.

TENTANG RASA

Ijinkan aku bermain perasaan didalam sebuah sajak
Jika kata-kata yang terucap tak mampu menyadarkan
Biarkan sedikit puisi indah menggoreskan makna
Ada sesuatu hal yang hendak tersampaikan
Titip rindu dari hati yang paling dalam
Untuk seseorang yang tak pernah mengganggap ku ada
Yang hanya menatapku dengan pikiran kosong
Tanpa merasakan ada sesuatu yang tersembunyi dibalik senyumku
Titip rindu untuk orang terkasih
Terimakasih telah menjadi kekasih halu ku
Engkau bagaikan ilusi yang kuciptakan sendiri
Yang tak akan mampu kugenggam dan kumiliki
Biarkan pikiran ku menghantuimu
Entah sesaat atau bahkan selamanya
Jikalau engkau tak berfeeling sedikitpun 
Biarkanku berkhayal lebih dalam lagi tentangmu

KU BENCI HARI INI

Pantaskah aku membenci hari-hariku yang tak berarti?
Pantas kah aku membenci orang-orang yang hanya hadir satu hari ?
Pantaskah aku menangisi semua yang terjadi saat ini?
Piluku berteriak!!!! Kubenci  hari ini,
Hari dimana kekecewaan bersemayam dalam jiwa
Hari dimana  isak tangis tak bersuara menyakitkan 
Hari dimana jiwa dan ragaku berkecamuk
Mulutku memberontak!!!!!Kubenci hari ini
Jiwa penyesalan membara dalam hati
Kepada si pecundang terimakasih telah hadir tanpa arti
Memberi seribu kenangan melupakanya hanya sehari
Ku benci hari ini!!, Bergegaslah  beranjak dari sini
Jangan berharap untuk kembali
Karena masih ada hati untuk singgah kembali.

RINDU

Senja bertemu diujung jalan
Menapaki kerinduan yang makin mendalam
Hingga sebuah hati enggan untuk menggenggam
Kebahagiaan sirna yang pernah dijanjikan
Selamat menikmati kerinduan tanpa pertemuan
Untuk sebuah hati yang  selalu kesepian
Menyendiri diantara seribu bayangan
Diam terbungkam ditengah keramaian
Ada apa dengan rindu?
Bisakah kita berteman?
Apakah engkau akan menyiksaku?
Bahkan ditengah keramaian sekalipun?
Rindu bukan hanya sekedar bertemu
Bukan hanya sekedar impian semu
Namun kehangatan yang pernah terasa
Bisa terulang kembali dengan orang yang sama dan kenanganya.

Penulis adalah pegiat Sastra. Aktif menulis diberbagi media cetak lokal dan online. Alumi SMA N 1 Pagaraan Tapanuli Utara. Mahasiswi Universitas Negeri  Medan.  Tinggal di kota Medan
×
Berita Terbaru Update