-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sepasang Kenangan, Secangkir Kopi dan Kunang-Kunang, Aku Ingin, Kita Ngopi Saja

Sabtu, 02 Mei 2020 | 11:08 WIB Last Updated 2020-05-02T04:08:58Z
Sepasang Kenangan, Secangkir Kopi dan Kunang-Kunang, Aku Ingin, Kita Ngopi Saja
Ilustrasi: youtube

Oleh: Sonny Kelen

 Sepasang Kenangan

Andai kita bertemu
Jangan kau tanyakan
Kepergian yang terurai dalam gelap langit
Melainkan renungi semua cerita di ingatan asin itu
Biar dikenang dalam tawa selagi air mata masih di pojok paling temaram 
Kalau pertemuan itu terjadi
Biarlah kita saling membelakangi muka
Seperti sepasang musuh
Sebagaimana kaum asing
Ketika menahu
Aku bukan cintamu
Dan jiwaku makin tawar dan sulit diduga
Kekasihku dalam rindu paling putih
Kumohon lupakan segala tawa atau segelas kopi 
Yang setia mengakrabkan kita
Sebab kita hanya sekedar membaca peringatan-peringatan
Yang tercipta lalu membuangnya tanpa tobat
Yang berujung perpisahan

Secangkir Kopi dan Kunang-Kunang

Secangkir kopi terlampau hebat tuntaskan diri
Kita makin kurus oleh derita kebohongan
Beraromakan janji-janji pada ketidak pastian dan tipu
Kunang-kunang bermain dibibir cangkir
Dan waktu semakin nyaring dalam ruang kepala
Sementara kita sebuk menghitung berapa jumlah pertemuan
Dan tatapan-tatapan aneh berpapasan
Lalu jatuh dalam sebuah pertanyaan
Ada yang salah?
Ku pikir akan menebal manis kenangan
Dari ciuman bertubi-tubi yang melukai bibir seusai temu
Malam semakin manja
Kerlap kerlip cahaya kunang-kunang yang menguningkan janji
Demi membunuh sebaris jawaban ketidakpastian
Pada secangkir kopi yang belum selesai melebur dalam definisi

Aku Ingin, Kita Ngopi Saja

Secangkir kopi yang lugu diam dengan kangen yang manja
Sedang kita duduk saling menatap yang terjauh tanpa tahu malu
Mengagumi senja yang sebentar lagi pulang
Sementara disana jalan masih ramai
Yang menanti jejak malam yang kian basah
“Aku ingin, kita ngopi saja” bisikku
Kau hanya diam lalu tersenyum 
Dan dengan malu kau seruput sekali lagi kopimu
Tanpa pernah ada percakapan 
Aku ingin kita ngopi saja. Itu saja.
Karena adalah alsanku mencintaimu
Tentang pertanyaan mengapa kita mesti abadi
Sebelum diriwayatkan nanti 
Diatas putih kertas kebersamaan kita

Penulis adalah Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere, Sekarang Tinggal di Unit Gabriel Ledalero
×
Berita Terbaru Update